Berita

presiden sby/ist

Kader Din Syamsuddin Sisakan Masa Pemerintahan SBY-Boediono Delapan Hari Lagi

SELASA, 12 OKTOBER 2010 | 17:51 WIB | LAPORAN: ZULHIDAYAT SIREGAR

RMOL. Delapan hari lagi atau tepatnya 20 Oktober 2010 mendatang, usia Pemerintahan Susilo Bambang Yudhyono-Boediono genap berusia setahun.

Selama setahun menjabat, SBY-Boediono dinilai tidak memiliki prestasi yang dibanggakan. Malah, dalam kurun setahun ini, pemerintah SBY-Boediono melakukan serangkaian pelanggaran terhadap UUD 1945.

Ketua Umum DPP Ikatan Mahasiwa Muhammadiyah Ton Abdillah Haz membeberkan SBY-Boediono dengan nyata telah melanggar pasal 29 UUD 1945. Pasalnya, SBY-Boediono gagal menjamin kebebasan beragama di Indonesia. Selain itu, SBY-Boediono juga tidak mengindahkan pasal 33 UUD 1945. Karena SBY-Boediono dengan nyata gagal menjadikan kekayaan negara untuk mensejahteraan rakyat Indonesia, bahkan sumber energi mineral Indonesia dikuasi asing.


"(SBY-Boediono) membiarkan orang miskin dan tidak jamin negara (sebagaimana diamanatkan) pasal 34 UUD 1945. Justu subsidi terus menerus dikurangi dalam semua aspek kehidupan rakyat," ujarnya dalam keterangan tertulis kepada Rakyat Merdeka Online sesaat lalu (Selasa, 12/10).

"Apalagi terbongkarnya kasus Century yang tanpa kejelasan hukum dan politik di tengah himpitan hidup mayoritas rakyat, membuat frustasi politik dan sosial menjalar di seluruh negeri. Alasan-alasan tersebut merupakan alasan yang lebih dari cukup untuk mengakhiri rezim SBY-Boediono, bahkan dengan cara ekstrakonstitusional," tegasnya.

Karena itu, lanjut Ton, sebagai penjaga konstitusi, mahasiswa akan menggelar aksi massa pada 20 Oktober 2010 mendatang. Gerakan itu merupakan ekspresi akumulatif terhadap pelanggaran-pelanggaran konstitusi yang dilakukan SBY-Boediono. Bukan gerakan, inkonstitusional seperti yang dituduhkan.

IMM merupakan organisasi otonom parsyarikatan Muhammadiyah yang saat ini dipimpin Din Syamsuddin. [zu]

Populer

Kalahkan Hary Tanoe, Jusuf Hamka akan Kembalikan TPI ke Tutut Soeharto

Sabtu, 25 April 2026 | 15:43

Patroli AS di Selat Malaka Langgar Kedaulatan RI

Sabtu, 25 April 2026 | 05:15

Drone Emprit Temukan Manipulasi Konteks dalam Penyebaran Video Ceramah JK

Sabtu, 25 April 2026 | 02:37

Jusuf Hamka Sujud Syukur Menang Gugatan Lawan Hary Tanoe

Kamis, 23 April 2026 | 12:34

Saksi yang Diseret Khalid Basalamah Soal Uang Rp8,4 Miliar Mangkir dari Panggilan KPK

Minggu, 26 April 2026 | 11:05

Purbaya Kecewa Banyak Pegawai Kemenkeu Tak Jalankan Tugas: Digeser Baru Nangis

Kamis, 23 April 2026 | 01:30

Dua Dirjen Kementerian PKP Mundur Diduga Stres di Bawah Kepemimpinan Ara

Senin, 27 April 2026 | 03:59

UPDATE

Dokter Juga Manusia

Senin, 04 Mei 2026 | 06:21

May Day Beri Ruang Buruh Bersuara Tanpa Rasa Takut

Senin, 04 Mei 2026 | 06:06

Runway Menantang Zaman

Senin, 04 Mei 2026 | 05:41

Sukabumi Masih Dibayangi Kasus Kekerasan Anak dan Perempuan

Senin, 04 Mei 2026 | 05:21

Sindiran Prabowo

Senin, 04 Mei 2026 | 05:07

Irwandi Yusuf Dirawat Intensif di Seoul hingga Juni

Senin, 04 Mei 2026 | 04:24

Permenaker 7/2026 Buka Celah Eksploitasi Buruh

Senin, 04 Mei 2026 | 04:18

Menteri AL AS Mundur Tanda Retaknya Mesin Perang Trump

Senin, 04 Mei 2026 | 04:03

Rakyat Kaltim Bersiap Demo Lagi

Senin, 04 Mei 2026 | 03:27

Rasanya Sulit Partai Ummat Pecat Amien Rais

Senin, 04 Mei 2026 | 03:19

Selengkapnya