Berita

Korban Semanggi II/IST

CALON KAPOLRI

Datangi DPR, Korban Trisakti-Semanggi Beberkan Fakta Timur Bertanggung Jawab

SENIN, 11 OKTOBER 2010 | 13:58 WIB | LAPORAN: ALDI GULTOM

RMOL. Belasan keluarga korban tragedi Trisaksi dan Semanggi mendatangi gedung DPR untuk menuntut penolakan terhadap calon tunggal Kapolri Komjen Timur Pradopo.

Di dampingi pihak Komisi Untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (Kontras), belasan keluarga korban tersebut tampak mengenakan kaos putih yang pada bagian belakang bertuliskan "Pilih Kapolri: Ingat Trisaksi dan Semanggi".

Divisi Pemantauan Impunitas Kontras, Yati Andriyani kepada Rakyat Merdeka Online mengatakan, patut disayangkan keputusan Presiden SBY memilih Timur Pradopo sebagai calon tunggal Kapolri.


"Pilihan nama ini merupakan wujud tidak sensitifnya Presiden dengan agenda penuntasan pelanggaran berat HAM di Indonesia," ujar Yati saat ditemui Rakyat Merdeka Online, di lobi Gedung Nusantara II DPR, Senayan, siang ini (Senin, 11/10).   

Dalam catatan memori para korban, Timur Pradopo merupakan salah seorang pimpinan Polri yang hadir dan memegang kendali salah satu komando pada peristiwa penembakan mahasiswa Trisakti tahun 1998 dan Semanggi II tahun 1999.

Untuk diketahui pada tahun 1999, Timur menjabat Kapolres Jakarta Pusat. Setahun sebelumnya, dia adalah Kapolres Jakarta Barat. Selaku Kapolres Jakbar saat itu, Timur Pradopo bertugas sebagai Wakil Komandan Kolaops dalam struktur komando operasi Mantap Jaya III di bawah pimpinan Pangdam Jaya, Mayjen TNI Safrie Syamsuddin. Dia juga berada dalam struktur komando operasi Mantap Brapa III dengan penanggung jawab Kapolri Jenderal Dibyo Widodo.

Timur Pradopo berada di lapangan saat terjadi penembakan terhadap mahasiswa Trisakti. Begitu pula dalam peristiwa Semanggi II. Dalam dua peristiwa berdarah tersebut, Timur Pradopo bertanggung jawab pada tingkat lapangan.

Para keluarga korban ini direncanakan bertemu Komisi III DPR pada pukul 13.00 WIB. Namun diundur menjadi pukul 16.00 WIB. Saat berita ini diturunkan, mereka tengah menuju ruang Fraksi PDI Perjuangan di gedung Nusantara I. [wid]

Populer

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

Djaka Budhi Diuntungkan Berkat Menkeu Baru Suahasil Nazara

Minggu, 20 September 2026 | 14:18

Duit Rp100 Miliar Hasil OTT KPK Dikabarkan Milik Nusron Wahid

Selasa, 15 September 2026 | 13:16

Syukur Mandar Dicopot, Gerakan Oposisi Tegaskan Organisasi Bukan Milik Pribadi

Minggu, 20 September 2026 | 18:58

KPK Belum Tutup Peluang Periksa Bos Rokok HS M Suryo

Sabtu, 12 September 2026 | 06:08

Pendatang Baru, Partai Gema Bangsa Siap Verifikasi Pemilu 2029

Minggu, 13 September 2026 | 17:39

Desakan Pecat Nusron Mencuat, Ahmad Doli Memungkinkan jadi Pengganti

Minggu, 20 September 2026 | 05:26

UPDATE

Bea Cukai Sita 1.435 Bale Pakaian Bekas Ilegal Senilai Rp11,4 Miliar

Selasa, 22 September 2026 | 12:26

Bea Cukai Gagalkan 30 Kontainer Berisi Beras-Garam hingga Balpres, Nilainya Rp27,3 Miliar

Selasa, 22 September 2026 | 12:14

Lulus Kuliah, Sarjana SGU Ditantang Adaptif Hadapi Perubahan

Selasa, 22 September 2026 | 12:03

KPK Bakal Dalami Keterlibatan Dua Dirjen ATR/BPN yang Belum Jadi Tersangka

Selasa, 22 September 2026 | 11:55

Keselamatan Warga Harus Diprioritaskan di Tengah Banjir Bandang Solok

Selasa, 22 September 2026 | 11:51

Menlu Sugiono Serukan Langkah Nyata Group Eight Hentikan Krisis Gaza

Selasa, 22 September 2026 | 11:49

Harga Bitcoin Melonjak 6,66 Persen ke 86.614 Dolar AS

Selasa, 22 September 2026 | 11:47

Parpol Nonparlemen Bakal Kesulitan Jika Wacana Dua Fraksi untuk Capres Diterapkan

Selasa, 22 September 2026 | 11:37

NPCT1 Pastikan Tidak Ada Korban Pasca-Kebakaran Kontainer

Selasa, 22 September 2026 | 11:32

Sjafrie Apresiasi Jepang, dari Kemitraan Pertahanan hingga Bantuan Chinook

Selasa, 22 September 2026 | 11:05

Selengkapnya