RMOL. Partai Keadilan Sejahtera (PKS) ogah kalah lagi dalam perebutan kursi Gubernur dan Wakil Gubernur DKI Jakarta periode mendatang.
Partai yang dikomandoi Luthfi Hasan Ishaq itu merasa cukup kalah sekali dalam Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) tahun 2007 yang mengusung Adang Daradjatun-Dani Anwar.
Makanya berbagai strategi mulai digodok. Misalnya, meÂnyiapÂkan calon gubernur (cagub) dan calon wakil gubernur (cawaÂgub) yang super bisa untuk mengatasi berbagai persoalan Jakarta, seperti macet dan banjir.
Selain itu, menjajaki koalisi dengan partai lain. Jadi, tidak lagi sendirian seperti Pilkada 2007, sehingga jagoannya kalah dengan pasangan Fauzi Bowo-Prijanto yang diusung gabungan parpol.
“Kami ingin di Pilkada 2012, berkoalisi dengan partai lain. Beban Jakarta cukup berat, kami ingin membangun Jakarta berÂsama-sama,’’ ujar Ketua DPW PKS DKI Jakarta, Triwisaksana, kepada
Rakyat Merdeka, di Jakarta, kemarin.
Berikut kutipan selengkapnya:
Kabarnya PKS menggodok cagub dan cawagub dalam MuÂsyawarah Wilayah yang rencaÂnanya digelar pekan depan, apa betul begitu?Salah satu agendanya membiÂcarakan persiapan hadapi Pilkada DKI Jakarta.
Selain itu?Kami akan membedah sejumÂlah isu strategis, mulai dari masaÂlah kemacetan. Yang utama tentu laporan pertanggungjawaban pengurus PKS DKI periode 2006-2010 dan memilih penguÂrus baru untuk periode selanjutÂnya.
Apakah di Muswil nanti diÂpuÂtuskan siapa yang dijagokan seÂbagai cagub dan cawagub?Saya belum bisa sampaikan, apakah PKS akan ngambil posisi calon gubernur atau wakil guberÂnur, semua ditentukan mekanisÂme partai. Terkait Pilkada, saya kira yang akan dibicarakan di Muswil mengenai strategi pemeÂnangan. Bukan hanya Pilkada DKI namun juga Pemilu 2014.
Bagaimana skenario kemeÂnangannya?Ada beberapa sekenario yang kami siapkan. Kami akan pilih salah satu, mengambil posisi calon gubernur atau calon wakil gubernur. Semua tergantung dinamika dan aspirasi di internal dan ekternal partai.
Kabarnya sudah ada partai beÂsar yang sudah siap berÂkoaÂlisi?PKS terbuka berkomunikasi dengan partai manapun. Yang jelas kami ingin koalisi dengan partai yang memiliki komitmen yang kuat mengatasi masalah ibukota. Sesuai dengan tema kami, kami ingin koalisi dengan partai yang siap kerja.
O ya, apakah di Muswil diÂsamÂpaiÂkan sikap resmi PKS terÂÂhadap persoalan Jakarta?Ya, kami akan sampaikan sikap resmi terhadap masalah ibukota dan rencana kerja strategis PKS lima tahun ke depan. Kami berÂharap, konsoliÂdasi yang kami lakukan di MusÂwil bisa membuat kiprah PKS semakin bisa dirasaÂkan masyaÂrakat Jakarta. Sebagai bentuk komitmen terhadap maÂsyarakat, kami akan luncurkan tema besar, “PKS Bekerja Untuk Jakarta.â€
Apa tagline PKS ’Bekerja Untuk Jakarta’ tema yang akan diusung di Pilkada 2012?Saya akui tema itu sebagai benÂtuk kelanjutan tagline Ayo Benahi Jakarta yang kami usung pada Pilkada DKI 2007 saat menÂcalonÂkan Adang Daradjatun-Dani Anwar. Maksud dari
tagÂline, kami ingin tunjukan PKS siap kerja untuk Jakarta meskipun tahun 2007, kami belum diberiÂkan keÂsempatan memimpin ibukota.
Tema itu juga sengaja kami pilih untuk mendorong kader PKS maÂkit giat mengabdi kepada masyaÂrakat. Kami ingin aksi-aksi sosial yang biasa dilakukan kader PKS meningkat di masa mendaÂtang.
Menurut Anda, bagaimana kiÂnerja Fauzi Bowo?Ada catatan positif dan ada negatif. Positifnya, Fauzi melaÂkuÂÂkan perampingan struktur, tetapi tetap kaya fungsi. Sistem
reward and
punisment juga mulai dijalankan. Tetapi PR (pekerjaan rumah) beÂsarnya, kemacetan dan banjir belum teratasi dengan baik. Saya kira, di sisa masa jabatanÂnya, Fauzi harus prioritaskan mengaÂtasi kemacetan dan banjir.
Menurut PKS, apa yang haÂrus dilakukan atasi kemacetan? Saya kira ada dua strategi utama.
Pertama, meningkatkan pengÂgunaan angkutan umum.
Angkutan umum harus ditamÂbah. Bus way harus dilengkapi sampai 15 koridor. Sampai saat ini baru depalan koridor. Koridor sisanya harus cepat diselesaikan. Program pembangunan trasporÂtasi massal seperti MRT, monorel dan yang lainya harus jalan.
Kedua, membatasi kendaraan bermotor. Ada beberapa langkah yang bisa dilakukan, seperti peÂnerapan konsep ERP atau retriÂbusi jalan. Konsep Itu untuk mengantikan program 3 in 1.
Selain itu, penetapan tarif proÂgresif. Untuk daerah sibuk, seÂperti perkantoran dan perdaÂgangÂan, dikenakan tarif yang tinggi.
Apa ada solusi lain?
Bisa juga BBM subsidi preÂmium perlahan-lahan harus diÂcabut. Langkah-langkah itu saya kira efektif untuk membatasi pengunaan kendaraan. Tetapi agar matang penerapannya, konÂsep-konsep itu harus dikaji terÂlebih dahulu.
Anda disebut-sebut akan diÂusulkan menjadi calon di PilÂkada DKI, Anda bersedia?
Sebagai kader, saya harus siap untuk maju apabila partai memÂpercayakan ke saya.
[RM]