Berita

JK: Pemerintah Tak Berwibawa!

JUMAT, 08 OKTOBER 2010 | 16:55 WIB | LAPORAN: ALDI GULTOM

RMOL. Pemerintah kuat bila rakyat menghargai. Rakyat akan menghargai, bila pemerintah memiliki wibawa.

Demikian petuah yang disampaikan mantan wakil Presiden Jusuf Kalla dalam pertemuan tokoh-tokoh nasional di kantor PP Muhammadiyah, Jalan Menteng Raya, Jakarta Selatan (Jumat, 8/10).

JK menjelaskan situasi saat ini berbeda sekali dengan situasi lima tahun lalu. Pada saat itu situasi lebih stabil dan aman. Tapi, sekarang tiba-tiba timbul bibit-bibit hukum rimba. Menurutnya, hal itulah yang menunjukkan hilangnya wibawa pemerintah.


"Kenapa hilang wibawanya? Karena dari atas ke bawah ada krisis," ujar JK.

JK kemudian menyontohkan negeri Thailand yang baru saja dikunjunginya. Saat berada di Thailand, JK bertanya kepada masyarakatnya. JK menanyakan, kenapa dalam dua tahun terjadi pergantian empat perdana menteri.

"Masalahnya adalah dimulai dari pemeriksaan Thaksin (mantan Perdana Menteri Thailand) yang pernah sangat populer. Tapi saat terjerat kasus penjualan perusahaan pada asing, wibawanya runtuh. Di Thailand ada ketidakpercayaan, karena korupsi tinggi," jelas JK mengungkapkan hasil 'wawancaranya' dengan rakyat Thailand itu.

Dari itu, dia berharap, apa yang terjadi di Thailand tidak terjadi Indonesia. Caranya, sebut JK, wibawa pemerintah harus dijaga. Pemerintah harus timbulkan trust. Karena Kalau tidak ada trust tidak akan ada wibawa. [zul]

Populer

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

Djaka Budhi Diuntungkan Berkat Menkeu Baru Suahasil Nazara

Minggu, 20 September 2026 | 14:18

Duit Rp100 Miliar Hasil OTT KPK Dikabarkan Milik Nusron Wahid

Selasa, 15 September 2026 | 13:16

Syukur Mandar Dicopot, Gerakan Oposisi Tegaskan Organisasi Bukan Milik Pribadi

Minggu, 20 September 2026 | 18:58

KPK Belum Tutup Peluang Periksa Bos Rokok HS M Suryo

Sabtu, 12 September 2026 | 06:08

Pendatang Baru, Partai Gema Bangsa Siap Verifikasi Pemilu 2029

Minggu, 13 September 2026 | 17:39

Desakan Pecat Nusron Mencuat, Ahmad Doli Memungkinkan jadi Pengganti

Minggu, 20 September 2026 | 05:26

UPDATE

Bea Cukai Sita 1.435 Bale Pakaian Bekas Ilegal Senilai Rp11,4 Miliar

Selasa, 22 September 2026 | 12:26

Bea Cukai Gagalkan 30 Kontainer Berisi Beras-Garam hingga Balpres, Nilainya Rp27,3 Miliar

Selasa, 22 September 2026 | 12:14

Lulus Kuliah, Sarjana SGU Ditantang Adaptif Hadapi Perubahan

Selasa, 22 September 2026 | 12:03

KPK Bakal Dalami Keterlibatan Dua Dirjen ATR/BPN yang Belum Jadi Tersangka

Selasa, 22 September 2026 | 11:55

Keselamatan Warga Harus Diprioritaskan di Tengah Banjir Bandang Solok

Selasa, 22 September 2026 | 11:51

Menlu Sugiono Serukan Langkah Nyata Group Eight Hentikan Krisis Gaza

Selasa, 22 September 2026 | 11:49

Harga Bitcoin Melonjak 6,66 Persen ke 86.614 Dolar AS

Selasa, 22 September 2026 | 11:47

Parpol Nonparlemen Bakal Kesulitan Jika Wacana Dua Fraksi untuk Capres Diterapkan

Selasa, 22 September 2026 | 11:37

NPCT1 Pastikan Tidak Ada Korban Pasca-Kebakaran Kontainer

Selasa, 22 September 2026 | 11:32

Sjafrie Apresiasi Jepang, dari Kemitraan Pertahanan hingga Bantuan Chinook

Selasa, 22 September 2026 | 11:05

Selengkapnya