Berita

KPK/IST

Komisioner KPK Tak Kompak Soal Rencana Studi Banding 3 Negara

KAMIS, 07 OKTOBER 2010 | 17:32 WIB | LAPORAN: ALDI GULTOM

RMOL. Wakil Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Chandra M Hamzah mengaku belum mengetahui sama sekali soal rencana studi banding pihaknya ke luar negeri.

Bahkan ia balik bertanya saat dikonfirmasi bahwa ada tiga negara yang akan dikunjungi KPK untuk studi banding.

"Itu kata siapa," cetus dia, kepada wartawan di Gedung DPR RI Nusantara II, Senayan, Jakarta, Kamis (7/10).  


Ketika disebutkan nama Bibit Samad Rianto yang juga komisioner KPK, Chandra pun langsung mengelak.

"Wah tidak tahu aku," jawabnya.

Jadi tidak ada studi banding?

"Tidak ada itu rencana studi banding," tegas Chandra seraya berlari kecil menjauh dari wartawan.

Seperti diketahui, Bibit Samad Rianto di Kabupaten Lombok Barat, Nusa Tenggara Barat (NTB), kemarin mengatakan, KPK berencana melakukan studi banding tentang penangganan tindak pidana pencucian uang di Australia, Macau dan Inggris. Rencana studi banding ke sejumlah negara tersebut sudah dijadwalkan. Untuk di Macau pada 2-3 November 2010. Agenda serupa juga telah diagendakan tahun 2010  di Australia. [wid]

Populer

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

Djaka Budhi Diuntungkan Berkat Menkeu Baru Suahasil Nazara

Minggu, 20 September 2026 | 14:18

Duit Rp100 Miliar Hasil OTT KPK Dikabarkan Milik Nusron Wahid

Selasa, 15 September 2026 | 13:16

Syukur Mandar Dicopot, Gerakan Oposisi Tegaskan Organisasi Bukan Milik Pribadi

Minggu, 20 September 2026 | 18:58

KPK Belum Tutup Peluang Periksa Bos Rokok HS M Suryo

Sabtu, 12 September 2026 | 06:08

Pendatang Baru, Partai Gema Bangsa Siap Verifikasi Pemilu 2029

Minggu, 13 September 2026 | 17:39

Desakan Pecat Nusron Mencuat, Ahmad Doli Memungkinkan jadi Pengganti

Minggu, 20 September 2026 | 05:26

UPDATE

Bea Cukai Sita 1.435 Bale Pakaian Bekas Ilegal Senilai Rp11,4 Miliar

Selasa, 22 September 2026 | 12:26

Bea Cukai Gagalkan 30 Kontainer Berisi Beras-Garam hingga Balpres, Nilainya Rp27,3 Miliar

Selasa, 22 September 2026 | 12:14

Lulus Kuliah, Sarjana SGU Ditantang Adaptif Hadapi Perubahan

Selasa, 22 September 2026 | 12:03

KPK Bakal Dalami Keterlibatan Dua Dirjen ATR/BPN yang Belum Jadi Tersangka

Selasa, 22 September 2026 | 11:55

Keselamatan Warga Harus Diprioritaskan di Tengah Banjir Bandang Solok

Selasa, 22 September 2026 | 11:51

Menlu Sugiono Serukan Langkah Nyata Group Eight Hentikan Krisis Gaza

Selasa, 22 September 2026 | 11:49

Harga Bitcoin Melonjak 6,66 Persen ke 86.614 Dolar AS

Selasa, 22 September 2026 | 11:47

Parpol Nonparlemen Bakal Kesulitan Jika Wacana Dua Fraksi untuk Capres Diterapkan

Selasa, 22 September 2026 | 11:37

NPCT1 Pastikan Tidak Ada Korban Pasca-Kebakaran Kontainer

Selasa, 22 September 2026 | 11:32

Sjafrie Apresiasi Jepang, dari Kemitraan Pertahanan hingga Bantuan Chinook

Selasa, 22 September 2026 | 11:05

Selengkapnya