Berita

mustapha/ist

Dunia

Imam Sambut Baik Pembebasan Mustapha

KAMIS, 07 OKTOBER 2010 | 14:20 WIB | LAPORAN: ZULHIDAYAT SIREGAR

RMOL. Pembebasan Mustpaha Selma Ould Sidi Mouloud yang ditangkap milisi Polisario di Kamp Tindouf, Aljazair, disambut baik.

Mustapha adalah Kepala Polisi Polisario, kelompok bersenjata yang didukung Aljazair untuk melepaskan Sahara dari Kerajaan Maroko. Awal Agustus lalu, ia kembali ke kampung halamannya di Smara, Maroko, untuk bertemu dengan ayahnya yang hidup terpisah dengan mereka sejak tahun 1975.

Saat berkunjung ke Smara itulah, Mustapha menyadari bahwa konflik panjang antara Maroko dan Polisario yang telah berlangsung selama lebih dari tiga dekade sama sekali tidak ada hubungannya dengan kepentingan orang-orang Sahara yang berada di Tindouf.

Dalam jumpa pers di Smara ketika itu, ia mengatakan bahwa orang-orang Sahara di Tindouf harus berdialog langsung dengan Kerajaan Maroko. Adapun Polisario, sebutnya dikuasai oleh bukan orang Sahara.

Dia juga mengatakan mendukung usul otonomi khusus yang disampaikan Kerajaan Maroko setelah melihat langsung hasil pembangunan di Provinsi Sahara.

Pernyataan Mustapha ini jelas membuat marah teman-temannya di Polisario. Tanggal 21 September 2010 ia ditangkap dan disekap dalam penjara yang tidak diumumkan kepada publik.

Berbagai organisasi HAM internasional, termasuk dari Indonesia, menekan Polisario dan Aljazair agar melepaskan Mustapha. Sekjen PBB Ban Ki-moon juga diminta untuk memberikan perhatian serius atas masalah ini.

Di Jakarta, Asosiasi Persahabatan Indonesia-Maroko atau Sahabat Maroko yang mengikuti dari dekat perkembangan kasus Mustapha mengatakan bahwa yang paling penting lagi adalah memperhatikan substansi sikap yang disampaikan Mustapha mengenai isu Sahara.

“Pesan yang disampaikan Mustapha cukup jelas, bahwa hanya orang Sahara yang dapat memutuskan masalah Sahara. Adapun Polisario yang selama ini mengaku sebagai perwakilan Sahara, tetapi sebenarnya tidak, juga pemerintah Aljazair, hanya mengambil keuntungan untuk menekan Maroko,” ujar Sekretaris Jenderal Sahabat Maroko, Imam Soemarsono, di Jakarta (Kamis, 7/10).

Ia juga meminta PBB mengambil sikap yang lebih tegas untuk mengakhiri konflik Sahara.

“Mustapha tidak sendirian. Sebelum dirinya, banyak pemimpin dan tokoh Polisario yang menyadari kekeliruan dan telah kembali ke Maroko,” demikian Imam. [zul]


Populer

Kalahkan Hary Tanoe, Jusuf Hamka akan Kembalikan TPI ke Tutut Soeharto

Sabtu, 25 April 2026 | 15:43

Patroli AS di Selat Malaka Langgar Kedaulatan RI

Sabtu, 25 April 2026 | 05:15

Drone Emprit Temukan Manipulasi Konteks dalam Penyebaran Video Ceramah JK

Sabtu, 25 April 2026 | 02:37

Jusuf Hamka Sujud Syukur Menang Gugatan Lawan Hary Tanoe

Kamis, 23 April 2026 | 12:34

Saksi yang Diseret Khalid Basalamah Soal Uang Rp8,4 Miliar Mangkir dari Panggilan KPK

Minggu, 26 April 2026 | 11:05

Purbaya Kecewa Banyak Pegawai Kemenkeu Tak Jalankan Tugas: Digeser Baru Nangis

Kamis, 23 April 2026 | 01:30

Dua Dirjen Kementerian PKP Mundur Diduga Stres di Bawah Kepemimpinan Ara

Senin, 27 April 2026 | 03:59

UPDATE

Dokter Juga Manusia

Senin, 04 Mei 2026 | 06:21

May Day Beri Ruang Buruh Bersuara Tanpa Rasa Takut

Senin, 04 Mei 2026 | 06:06

Runway Menantang Zaman

Senin, 04 Mei 2026 | 05:41

Sukabumi Masih Dibayangi Kasus Kekerasan Anak dan Perempuan

Senin, 04 Mei 2026 | 05:21

Sindiran Prabowo

Senin, 04 Mei 2026 | 05:07

Irwandi Yusuf Dirawat Intensif di Seoul hingga Juni

Senin, 04 Mei 2026 | 04:24

Permenaker 7/2026 Buka Celah Eksploitasi Buruh

Senin, 04 Mei 2026 | 04:18

Menteri AL AS Mundur Tanda Retaknya Mesin Perang Trump

Senin, 04 Mei 2026 | 04:03

Rakyat Kaltim Bersiap Demo Lagi

Senin, 04 Mei 2026 | 03:27

Rasanya Sulit Partai Ummat Pecat Amien Rais

Senin, 04 Mei 2026 | 03:19

Selengkapnya