Berita

gayus lumbuun/ist

CALON KAPOLRI

Ganti Pimpinan DPR yang Abal-abal!

KAMIS, 07 OKTOBER 2010 | 14:14 WIB | LAPORAN: ALDI GULTOM

RMOL. Pertemuan pimpinan DPR dengan calon Kapolri Komjen Timur Pradopo kemarin berbuntut panjang. Komisi III mengancam akan menggalang mosi tidak percaya kepada pimpinan DPR karena menginisiasi pertemuan itu.

"Panggilan calon Kapolri oleh pimpinan DPR sangat melanggar tatib (tata tertib). Selama ini tidak pernah terjadi calon Kapolri, calon Panglima TNI dan calon Gubernur Bank Indonesia sebelum fit and proper test dipanggil pimpinan," ujar anggota Komisi III DPR Gayus Lumbuun kepada wartawan di gedung DPR, Jakarta (Kamis, 7/10).

Karena itu, Gayus merasa fit and proper test yang akan digelar Komisi III terhadap Timur Pradopo hanyalah formalitas belaka. Karena pimpinan DPR sudah terlebih dahulu mengadakan pertemuan dengan calon Kapolri itu. Dia mengingatkan, pimpinan DPR bukan kali ini saja melanggar tatib.


Sebelumnya Ketua DPR Marzuki Alie juga melanggar tatib dengan membacakan surat Presiden tentang pencalonan Kapolri di depan media sebelum Paripurna digelar. Dari itu dia mendesak pimpinan DPR yang abal-abal atau tidak mengerti dan sering melanggar tatib DPR untuk segera diganti.

"Ini fatal. Kami tegaskan Kalau ada pimpinan yang tidak cakap memimpin, kenapa tidak diganti saja oleh partai-partainya agar DPR berjalan sesuai ketentuan. Kami di Komisi III menyatakan mosi tidak percaya pada pimpinan DPR," tegasnya.

Gayus mengakui bahwa mosi tidak percaya juga tidak diatur dalam tatib DPR. Tapi dia menegaskan, DPR bukan perusahaan. DPR adalah lembaga negara yang punya aturan di Tatib maupun kode etik. "Kami yakin sikap tidak percaya terhadap pimpinan DPR ini akan terjadi di semua alat kelengkapan (DPR) lainnya," tandasnya. [zul]

Populer

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

Djaka Budhi Diuntungkan Berkat Menkeu Baru Suahasil Nazara

Minggu, 20 September 2026 | 14:18

Duit Rp100 Miliar Hasil OTT KPK Dikabarkan Milik Nusron Wahid

Selasa, 15 September 2026 | 13:16

Syukur Mandar Dicopot, Gerakan Oposisi Tegaskan Organisasi Bukan Milik Pribadi

Minggu, 20 September 2026 | 18:58

KPK Belum Tutup Peluang Periksa Bos Rokok HS M Suryo

Sabtu, 12 September 2026 | 06:08

Pendatang Baru, Partai Gema Bangsa Siap Verifikasi Pemilu 2029

Minggu, 13 September 2026 | 17:39

Desakan Pecat Nusron Mencuat, Ahmad Doli Memungkinkan jadi Pengganti

Minggu, 20 September 2026 | 05:26

UPDATE

Bea Cukai Sita 1.435 Bale Pakaian Bekas Ilegal Senilai Rp11,4 Miliar

Selasa, 22 September 2026 | 12:26

Bea Cukai Gagalkan 30 Kontainer Berisi Beras-Garam hingga Balpres, Nilainya Rp27,3 Miliar

Selasa, 22 September 2026 | 12:14

Lulus Kuliah, Sarjana SGU Ditantang Adaptif Hadapi Perubahan

Selasa, 22 September 2026 | 12:03

KPK Bakal Dalami Keterlibatan Dua Dirjen ATR/BPN yang Belum Jadi Tersangka

Selasa, 22 September 2026 | 11:55

Keselamatan Warga Harus Diprioritaskan di Tengah Banjir Bandang Solok

Selasa, 22 September 2026 | 11:51

Menlu Sugiono Serukan Langkah Nyata Group Eight Hentikan Krisis Gaza

Selasa, 22 September 2026 | 11:49

Harga Bitcoin Melonjak 6,66 Persen ke 86.614 Dolar AS

Selasa, 22 September 2026 | 11:47

Parpol Nonparlemen Bakal Kesulitan Jika Wacana Dua Fraksi untuk Capres Diterapkan

Selasa, 22 September 2026 | 11:37

NPCT1 Pastikan Tidak Ada Korban Pasca-Kebakaran Kontainer

Selasa, 22 September 2026 | 11:32

Sjafrie Apresiasi Jepang, dari Kemitraan Pertahanan hingga Bantuan Chinook

Selasa, 22 September 2026 | 11:05

Selengkapnya