Berita

Wawancara

WAWANCARA

Bambang Soesatyo: Koboi DPR Tetap Bersuara Garang, Seleksi Calon Kapolri Nggak Mulus

KAMIS, 07 OKTOBER 2010 | 06:43 WIB

RMOL. Koboi-koboi DPR serius bersuara garang terhadap calon tunggal Kapolri, Komjen Timur Pradopo. Ini artinya, langkah bekas Kapolda Metro Jaya belum mulus menuju kursi Trunojoyo 1.  

Salah satu koboi DPR, Bam­bang Soesatyo mengatakan,   ang­gota Komisi III DPR tetap ber­suara kritis saat melakukan fit and proper test, pekan depan.

’’Tidak ada jaminan DPR akan menerima Timur menjadi K­a­polri. Memang secara person, Ti­mur adalah orang yang baik, tapi dengan proses ini ada hati yang ter­luka. Jadi, koboi DPR tetap ber­suara garang,’’ ujarnya kepada Rakyat Merdeka, di Jakarta, ke­marin.


Berikut kutipan selengkapnya:

Siapa yang hatinya terluka itu?
Ya, nama-nama yang sudah di­calonkan selama ini. Mereka kalah bukan dalam peperangan se­benarnya. Ketika yakin na­ma­nya akan diajukan, namun tiba-tiba ada penolakan. Secara kasar, ini berarti ada penolakan di Ista­na. Proses yang dilakukan Pre­siden saat ini telah merusak jen­jang karier di tubuh Polri. Pagi ma­sih bintang dua, sore bintang tiga dan malam sudah diajukan un­tuk bintang empat. Saya minta jangan ada lagi koneksi me­ngalahkan prestasi.

Tapi Sekretariat Gabungan Parpol Koalisi sudah mendukung penuh pencalonan Timur?
Silakan saja kalau Setgab men­dukung Timur Pradopo jadi Ka­polri. Tapi saya lihat, jalan Timur menuju kursi Tribrata Satu belum mu­lus. Setgab kan lain dengan Ko­misi III DPR. Yang jelas, sam­pai sekarang Golkar tak melarang ka­dernya di Komisi III DPR ber­sikap kritis dalam fit and proper test calon Kapolri.

Jadi, jalan Timur menjadi Ka­polri masih terjal. Untuk se­men­tara ini masih kita pelajari ter­lebih dahulu. Kita lihat pekan de­pan, saya belum bisa me­mas­tikan.

Tapi yang jelas Partai Gol­kar tidak menghalangi kadernya di Komisi III untuk kritis ter­hadap prestasi dan kinerja Timur.

Tampaknya Anda kecewa ya dengan proses pencalonan ini?
Presiden telah mem­bi­ngung­kan masyarakat dengan me­ngulur-ulur waktu pemilihan calon Kapolri sehingga me­nim­bulkan spekulasi Komisi III DPR menyesalkan proses pemilihan calon Kapolri oleh Presiden yang tidak lazim.

Bagaimana kira-kira sikap DPR khususnya Komisi III?
Untuk sementara kita me­nyam­but baik dulu usulan presiden yang telah beberapa hari ini mem­buat bingung masyarakat.

Apa ada catatan khusus Komisi III  DPR soal track record Timur?
Kami punya data tentang ber­bagai kasus yang belum tuntas saat Timur memimpin Polda Met­ro Jaya.

Seperti bom molotov di kantor Majalah Tempo, ke­ke­rasan atas aktivis ICW, pe­nu­sukan tokoh jemaat HKBP Cike­ting, insiden preman Jalan Am­pera, dan tragedi Trisakti 97 saat dia menjabat Kapolres Jakarta Barat. Akan kami tanyakan saat uji kelayakan nanti.

O ya, persepsi negatif ma­sya­rakat terhadap Polri tampaknya se­makin kuat, Anda sependapat?
Betul. Proses ini semakin me­nguatkan presepsi negatif ma­sya­rakat. Saya kira aroma politiknya sangat kuat dalam proses pen­calonan Timur yang cukup mengejutkan dan mendadak ini.

Pimpinan DPR sudah duluan memanggil Timur. apakah Anda ke­cewa?
Jelas sangat kecewa. Pe­mang­gilan calon Kapolri oleh pim­pin­an DPR sebelum uji ke­la­yakan sa­ngat tidak etis dan dapat me­nimbulkan kecurigaan ma­sya­rakat. Fit and proper test belum dilaksanakan, pimpinan DPR kok sudah curi start.

Harapan Anda pada sosok Timur jika nantinya terpilih?
Saya minta Timur bisa menjadi pe­tugas yang mengedepankan rasa keadilan rakyat dan bukan ra­sa keadilan penguasa. Polri juga di­minta kooperatif dalam pe­nyelesaian kasus Century.  Selain itu, sebagai angkatan 78, Timur ha­rus segera merapatkan barisan dan menyatukan kepingan-ke­pingan hati yang terluka tadi agar kembali solid. Apalagi ini instusi yang memiliki independensi yang diharapkan cukup tinggi oleh pub­lik.  [RM]

Populer

Kalahkan Hary Tanoe, Jusuf Hamka akan Kembalikan TPI ke Tutut Soeharto

Sabtu, 25 April 2026 | 15:43

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

Drone Emprit Temukan Manipulasi Konteks dalam Penyebaran Video Ceramah JK

Sabtu, 25 April 2026 | 02:37

Patroli AS di Selat Malaka Langgar Kedaulatan RI

Sabtu, 25 April 2026 | 05:15

Jusuf Hamka Sujud Syukur Menang Gugatan Lawan Hary Tanoe

Kamis, 23 April 2026 | 12:34

Purbaya Kecewa Banyak Pegawai Kemenkeu Tak Jalankan Tugas: Digeser Baru Nangis

Kamis, 23 April 2026 | 01:30

Saksi yang Diseret Khalid Basalamah Soal Uang Rp8,4 Miliar Mangkir dari Panggilan KPK

Minggu, 26 April 2026 | 11:05

UPDATE

Roy Suryo: Gibran Copy Paste Jokowi Bahkan Lebih Parah

Kamis, 30 April 2026 | 01:58

Kompolnas dan Agenda Reformasi Aparat Sipil Bersenjata

Kamis, 30 April 2026 | 01:45

Polemik Dugaan Suap Pendirian SPPG di Sulbar Dilaporkan ke Polisi

Kamis, 30 April 2026 | 01:18

HNW: Bila Anggota OKI Bersatu bisa Kendalikan Urat Nadi Perdagangan Dunia

Kamis, 30 April 2026 | 00:55

Menhan: Prajurit jadi Motor Pembangunan Selain Jaga Kedaulatan

Kamis, 30 April 2026 | 00:37

Satgas OJK Blokir 951 Pinjol Ilegal Ungkap Deretan Modus Penipuan Keuangan

Kamis, 30 April 2026 | 00:19

Investasi Bodong dan Bias Sistem Keuangan

Rabu, 29 April 2026 | 23:50

Pelaporan SPT 2025 Masih di Bawah Target Jelang Deadline

Rabu, 29 April 2026 | 23:36

Komunikasi Publik Menteri PPPA Absurd dan Tidak Selesaikan Persoalan!

Rabu, 29 April 2026 | 23:09

Pemanfaatan Listrik Harus Maksimal Dongkrak Kemandirian Desa

Rabu, 29 April 2026 | 22:43

Selengkapnya