RMOL. Pendapat pimpinan DPR, menyangkut pembatalan mendadak keberangkatan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) ke negeri Belanda, terbelah dua.
Bila sebelumnya Wakil Ketua DPR Priyo Budi Santoso memuji sikap SBY, rekannya sesama pimpinan DPR, Pramono Anung, malah menyorotinya dengan kritik. Ia mengatakan, keputusan SBY ini rentan dipolitisasi masyarakat dunia.
"Ini akan menimbulkan pandangan miring dunia terhadap Indonesia," kata Pramono di Gedung Nusantara III DPR RI, Senayan, Jakarta, Selasa (5/10).
Menurutnya, pembatalan kunjungan itu menyangkut
dignity (kewibawaan) dan martabat bangsa karena Presiden adalah simbol negara.
"Alasan keamanan bukanlah hal yang tepat menjadi alasan pembatalan itu karena Indonesia adalah negara besar yang kini diperhitungkan dunia. Apalagi, kita sudah menjadi anggota G-20," kata mantan Sekjen PDIP ini.
Dan bila alasan pembatalan adalah karena sidang HAM di Den Haag yang menangani perkara HAM yang diadukan sekelompok anggota RMS, maka seharusnya agenda itu telah diketahui jauh hari sebelumnya.
"Siapa sih protokoler yang mengaturnya (perjalanan SBY) kok bisa bersamaan dengan pengadilan Den Haag? Sangat mengecewakan kerja dari tim Kepresidenan," tandasnya.
Pram meminta dengan tegas, untuk lain kali semua hal yang berkaitan dengan kunjungan kenegaraan Presiden ke luar negeri harus dipersiapkan dengan matang.
[ald]