Berita

Lukam Hakim/IST

CALON KAPOLRI

Lukman Hakim: Jelas, Penunjukan Timur Tergopoh-gopoh

SELASA, 05 OKTOBER 2010 | 15:47 WIB | LAPORAN: ALDI GULTOM

RMOL. Partai Persatuan Pembangunan belum menentukan sikap apakah akan mendukung atau menolak penunjukan Komjen Timur Pradopo sebagai calon tunggal Kapolri.

"Kalau sebelum fit and proper test sudah dukung mendukung dan menolak itu artinya terjadi politisasi," ujar Ketua DPP Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Lukman Hakim Saepuddin kepada wartawan di Lobi Gedung Nusantara III DPR RI, Senayan, Jakarta, Selasa (5/10).

Meski tidak dikatakan secara eksplisif, Lukman menyesalkan kronologsi pencalonan Timur oleh Presiden SBY itu tidak berjalan wajar.


"Proses pengajuan calon-calon (Kapolri) sebelumnya itu kan sudah memakan proses cukup lama sehingga mengesankan ada rivalitas di tubuh Polri," ucap Lukman bernada kecewa.

Lukman juga mengungkapkan, pihaknya sempat kaget mengetahui bahwa nama Timur lah yang diajukan SBY kepada DPR. Kendati ia maklum memang penunjukan mantan Kapolda Jawa Barat ini terpaksa dilakukan menyusul dinamika yang terjadi di internal Polri.

"Proses ini terkesan dan terlihat tergopoh-gopoh. Ini kelihatan sekali ada proses yang dilakukan terpaksa karena pertimbangan khusus," terang Lukman yang juga Wakil Ketua MPR.

Pertimbangan khususnya apa?

"Itu hanya Presiden yang tahu kenapa seperti itu. Yang pasti kami cukup terkejut," katanya.

Saat ditanya kemungkinan pembahasan nama Timur akan dibawa ke Setgab, Lukman menyatakan belum tahu untuk hal tersebut. Tapi terlepas pilihan Setgab, PPP mencoba objektif saja karena tantangan Kapolri baru ke depan tidak sederhana. [wid]


Populer

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

Djaka Budhi Diuntungkan Berkat Menkeu Baru Suahasil Nazara

Minggu, 20 September 2026 | 14:18

Duit Rp100 Miliar Hasil OTT KPK Dikabarkan Milik Nusron Wahid

Selasa, 15 September 2026 | 13:16

Syukur Mandar Dicopot, Gerakan Oposisi Tegaskan Organisasi Bukan Milik Pribadi

Minggu, 20 September 2026 | 18:58

KPK Belum Tutup Peluang Periksa Bos Rokok HS M Suryo

Sabtu, 12 September 2026 | 06:08

Pendatang Baru, Partai Gema Bangsa Siap Verifikasi Pemilu 2029

Minggu, 13 September 2026 | 17:39

Desakan Pecat Nusron Mencuat, Ahmad Doli Memungkinkan jadi Pengganti

Minggu, 20 September 2026 | 05:26

UPDATE

Bea Cukai Sita 1.435 Bale Pakaian Bekas Ilegal Senilai Rp11,4 Miliar

Selasa, 22 September 2026 | 12:26

Bea Cukai Gagalkan 30 Kontainer Berisi Beras-Garam hingga Balpres, Nilainya Rp27,3 Miliar

Selasa, 22 September 2026 | 12:14

Lulus Kuliah, Sarjana SGU Ditantang Adaptif Hadapi Perubahan

Selasa, 22 September 2026 | 12:03

KPK Bakal Dalami Keterlibatan Dua Dirjen ATR/BPN yang Belum Jadi Tersangka

Selasa, 22 September 2026 | 11:55

Keselamatan Warga Harus Diprioritaskan di Tengah Banjir Bandang Solok

Selasa, 22 September 2026 | 11:51

Menlu Sugiono Serukan Langkah Nyata Group Eight Hentikan Krisis Gaza

Selasa, 22 September 2026 | 11:49

Harga Bitcoin Melonjak 6,66 Persen ke 86.614 Dolar AS

Selasa, 22 September 2026 | 11:47

Parpol Nonparlemen Bakal Kesulitan Jika Wacana Dua Fraksi untuk Capres Diterapkan

Selasa, 22 September 2026 | 11:37

NPCT1 Pastikan Tidak Ada Korban Pasca-Kebakaran Kontainer

Selasa, 22 September 2026 | 11:32

Sjafrie Apresiasi Jepang, dari Kemitraan Pertahanan hingga Bantuan Chinook

Selasa, 22 September 2026 | 11:05

Selengkapnya