RMOL. Pengajuan mantan Kapolda Polda Metro Jaya Komjen Timur Pradopo sebagai calon Kapolri ke DPR hampir mengagetkan semua pihak, tak terkecuali Bambang Soesatyo anggota Komisi III DPR. Pasalnya, kenaikan pangkat Timur dari sebelumnya inspektur jenderal menjadi komisaris jenderal dan lalu diproyeksikan berpangkat jenderal, sebagai calon Kapolri, dinilai sangat mendadak.
"Pagi masih bintang dua, sore masih bintang 2, sore sudah bintang 3 dan malam akan diajukan untuk bintang 4. Yang patut dipertanyakan adalah sistem jenjang karir dan kepangkatan di tubuh Polri," ujar Bambang Soesatyo kepada Rakyat Merdeka Online sesaat lalu (Selasa, 5/10).
Meski mengaku terkejut, Bamsoet, demikian ia akrab disapa, menyambut baik untuk sementara pengusulan Kepala Bagian Pemeliharaan Keamanan Mabes Polri tersebut. Karena menurutnya, pengiriman nama Timur Pradopo ini bisa mengakhiri kebingungan masyarakat terkait siapa yang akan dicalonkan Presiden SBY.
"Namun, tidak ada jaminan Timur akan mendapat dukungan penuh dari Komisi III DPR. Berbagai masukan dari masyarakat tentang rekam jejak Timur akan kami tanyakan saat uji kelayakan," imbuh Bamsoet.
Politisi Golkar ini mengatakan, dalam
fit and proper test akan datang, dirinya akan menanyakan berbagai kerusuhan yang terjadi pada saat Komjen Timur memimpin. Yaitu mulai dari kasus kerusuhan Ampera, Jakarta Selatan, penganiayaan terhadap jemaat Huria Kristen Batak Protestan, Bekasi. Tak hanya itu, ia juga akan menanyakan tragedi Trisaksi tahun 1998 dimana saat itu Komjen Timur menjabat sebagai Kapolres Jakarta Barat.
[zul]