RMOL. Sesuai rencana, hasil audit investigasi Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) terkait dugaan penyimpangan anggaran negara oleh kantor Kementerian Kesehatan (Kemenkes) senilai Rp 1,2 triliun bakal diserahkan ke KPK.
Gerah melihat penggunaan angÂgaran Kemenkes tahun angÂgaran 2009 yang diduga diseÂleÂwengkan, bikin BPK melakukan audit investigasi guna meneliti letak kebocoran anggaran negara. Keterangan terkait audit invesÂtiÂgasi ini kemarin disampaikan KeÂpala Direktorat Litbang BPK BahÂtiar Arif, kepada Rakyat Merdeka.
Anak buah Hadi Purnomo ini menyebutkan, sejauh ini jajaranÂnya masih menyeÂlesaiÂkan laporan investigasi yang dilaÂkukannya. Namun demikian, ia beÂlum mau membeberkan letak peÂnyimÂpaÂngan yang terjadi beÂrikut nominal keÂbocoran angÂgarÂan yang dimakÂsud. Menurutnya, jika ada keruÂgiÂÂan negara pihakÂnya akan segera meÂlakukan koorÂdinasi dengan KPK.
“Nanti dilihat perkemÂbaÂnganÂnya, yang pasti jika ada keÂrugian negara kami akan koordinasi dengan KPK,†ujarnya. DisingÂgung mengenai lambannya pihak BPK melaksanakan audit invesÂtigasi atas anggaran Kemenkes ini, Bahtiar menepis hal tersebut. Ia memastikan, banyak hal yang harus dicermati dalam melakukan audit ini. Untuk itu sebelum meÂngambil kesimpulan atas hal ini, dibutuhkan waktu yang cukup.
“Bukan kita tidak berhasil meÂlakukan audit investigasi atas keÂjanggalan keabsahan aset senilai Rp 1,2 triliun dalam laporan keÂuangan Kemenkes tahun 2009. TaÂpi kita berusaha cermat dalam hal ini,†tandasnya.
Ia memastikan, jika laporan atas audit ini telah selesai, maka pihak BPK akan melaksanakan rapat inÂternal guna menentukan langÂkah lanjutan atas hasil audit tersebut.
Sementara, Kepala Pusat KoÂmuÂnikasi Publik Kementerian KeÂsehatan Tritarayati yang diÂkonfirmasi seputar hal ini memÂbantah jika lembaganya diÂidenÂtifikasi melakukan penyimÂpaÂngan dalam pengelolaan angÂgarÂan sebesar Rp 1,2 triliun pada laporan tahunan Kemenkes tahun 2009.
“Mungkin ini hanya masalah teknis dan salah perhitungan,†jawabya kepada
Rakyat MeÂrdeka, kemarin. Ia menyamÂpaikan, keÂkurangan data terkait hal ini diÂmungkinkan juga karena lamÂbanÂnya peniriman laoran dari kanÂtor Kemenkes daerah.
Untuk itu dia meyakinkan kaÂlau hal tersebut menjadi salah satu peÂmicu mencuatnya angapan adaÂnya penyelewengan peÂngeÂlolaan anggaran Kemenkes tahun 2009.
Lebih jauh, ia mengharap BPK agar segera menyerahkan hasil audit investigasi yang dilakuÂkanÂnya kepada jajaran Kemenkes guÂna membuktikan kebenaran inÂforÂmasi terkait penyelewengan anggaran sebesar Rp 1,2 triliun itu. “Kita ingin melihat hasil audit investigasi yang dilakukan oleh BPK,†tuturnya.
Anggota Komisi IX Surya ChanÂdra menyatakan, selaku mitÂra kerja Kemenkes, lembaganya jelas akan meminta keterangan MenÂkes terkait rekening itu. “KaÂreÂna kalau untuk urusan keÂbiÂjaÂkan, program dan anggaran kita yang menangani. Tapi kalau unÂtuk penyimpangan-penyimÂpaÂngan nanti aparat hukum yang meÂnyelidiknya,†katanya seraya meÂnambahkan, pasca rapat kerja deÂngan Kemenkes beberapa waktu lalu, omisi Kesehatan DPR menÂdapatkan jawaban bawasanÂnya terjadi perbedaan hasil perhiÂtungan yang dipicu keterÂlamÂbatan laporan perhitungan dari daerah.
“Tapi jika benar temuan BPK bahwa ada kerugian negara diÂdaÂlamÂnya sebaiknya segera ditemÂpuh ke jalur hukum,†ujarnya. Lebih lanjut, Kepala Humas KPK Johan Budi Sapto Prabowo meÂnyaÂÂtakan, lembaÂgaÂnya siap meÂlaÂkuÂkan koordinasi apaÂbila lemÂbaga penghitung uang negara itu telah menyerÂahÂkan hasil audit inÂvesÂtigasinya keÂpada KPK. “Kami siap meÂlaÂkukan tugas apabila teÂlah meÂneÂrima laporannya dari BPK. Kita masih menunggu laÂporÂan audit itu,†ucapnya kemarin.
KPK Bisa Langsung Ambil Alih Perkara
Hifdzil Alim, Peniliti Pukat UGMTanpa menunggu hasil audit inÂvestigasi BPK, KPK dinilai bisa langsung melakukan langÂkah penyelidikan atas dugaan peÂnyelewengan anggaran KeÂmenÂkes tahun 2009. Pasalnya, teÂmuan awal BPK bisa diÂjadikan sebagai dasar bagi KPK dalam memberangus tindak pidana korupsi di Tanah Air.
Keterangan seputar dugaan penyelewengan anggaran terÂkait laporan aset Kemenkes ini kemarin dikemukakan oleh staf peneliti Pusat Kajian Anti KoÂrupsi Universitas Gadjah Mada (PUKAT) UGM, Hifdzil Alim. Dia mendesak agar KPK seceÂpatnya melakukan penyeÂlidikan terhadap temuan BPK atas kejanggalan aset senilai Rp 1,2 triliun.
“Hasil temuan awal tersebut sudah mencukupi untuk ditinÂdakÂlanjuti KPK,†katanya. Dia menyebutkan, audit invesitigasi tidak bisa dilakukan atas iniÂsiaÂtif BPK. Melainkan harus dilaÂkukan berdasarkan permintaan dari pihak lain.
Biasanya menurut dia, perÂmintaan audit investigasi ini diÂlakukan BPK karena adanya peÂnilaian kurang atau tidak waÂjar alias disclaimer terhadap laÂporan keuangan sebuah lebaga negara. “Jadi dilakukan atas permintaan dari pimpinan KeÂmenkes. Tapi di sini agak berÂbeda. Audit investigasi ustru dilaÂkukan atas inisiatif BPK,†terangnya.
Atas hal tersebut, Hifdzil meÂnyayangkan sikap jajaran KeÂmenkes yang terkesan tertutup. sehingga belakangan samÂbungÂnya mencuatkan prasangka macam-macam dari pihak lain,†tandasnya seraya meÂnamÂbahkan, laporan keuangan KeÂmenkes yang diduga berÂmasalah tidak hanya terletak pada laporan keuangan tahun 2009. Tahun-tahun sebeÂlumÂnya pun menurutnya teÂrinÂdikasi terjadi penyimpangan.
“Ini terjadi, karena pengaÂwasÂan yang ada sangat minim, sehingga banyak potensi terÂjaÂdinya penyelewengan. Kami harap hal ini tidak terjadi lagi,†terangnya. Lebih lanjut Hifdzil mengingatkan, alasan adanya kemabatan laporan dari daerah pun hendaknya tidak dijadikan sebagai dasar pembenaran pihak Kemenkes.
“Bila memang perintah undang-undang memerintahÂkan setelah selesai acara dilaÂporkan, maka harus segera dilaporkan. Jangan dicicil kaÂrena akan merepotkan pada saat laporan akhir,†cetusnya. Dia juga berharap agar BPK seceÂpatnya menuntaskan audit investigasi ini.
Janji BPK, Audit Selesai OktoberAndi Rio Idris Padjalangi, Anggota Komisi III DPRBadan Pemeriksa Keuangan diminta segera menyelesaikan audit investigasi atas laporan keuangan Kemenkes tahun 2009 yang dinilai banyak keÂjangÂgalan. “Kalau sudah berÂjanji Oktober selesai maka haÂrus ditepati, jangan ditunda-tunÂda lagi,†kata anggota Komisi III DPR, Andi Rio Padjalangi, kemarin.
Menurutnya, audit investiÂgasi sangat diperlukan agar ada keÂjelasan terhadap laporan keÂuangan Kemenkes. Jika meÂmang ada tindak pidana koÂrupÂsi, maka KPK harus secepatnya meÂnyelidikinya. Karena pada daÂsarnya politisi Partai Golkar ini meyakini, permasalahan peÂngelolaan anggaran Kemenkes tidak hanya terjadi pada laporan tahun 2009, akan tetapi sebeÂlumnya sudah terjadi dan sudah menÂjerat bekas menteri seÂbeÂlumÂnya dalam persoalan hukum.
Untuk itu sambungnya, KPK harus bergerak cepat mengusut tuntas kasus-kasus korupsi yaÂng sebelumnya pernah diÂtaÂngaÂniÂnya terkait perkara di KeÂmenÂkes. “Kalau kasus koÂrupÂsi di Kemenkes sebelumnya diÂusut tuntas, maka hasil laÂporan BPK tahun 2009 ini akan lebih mudah lagi untuk diÂtinÂdakÂlanjuti KPK,†ujarnya.
[RM]