Berita

Wawancara

WAWANCARA

Marzuki Alie: Begitu Calon Kapolri Diserahin Ke DPR Secepatnya Digarap Secara Maraton

MINGGU, 03 OKTOBER 2010 | 07:51 WIB

RMOL. Ketua Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Marzuki Alie memastikan penyerahan calon Kapolri dari Presiden ke DPR bukan hari Minggu ini. Sebab, dirinya tidak masuk kantor.

“Besok (hari ini) kan libur, saya nggak ngantor dong. Jadi, pe­nyerahan calon Kapolri dari Presiden ke DPR bisa hari Senin, 4 Oktober 2010,’’ ujarnya kepada Rakyat Merdeka, di Jakarta, kemarin.  

Sebelumnya Marzuki Alie mengungkapkan, Presiden sudah menetapkan calon Kapolri pi­lihan­nya. Rencananya 3 Oktober mendatang diserahkan ke DPR.


“Saya baru saja bertemu Pre­siden, dan akan menyerahkan satu nama calon Kapolri tanggal 3 Oktober,” katanya di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Selasa (28/9).

Menanggapi hal itu, Staf Khusus Presiden Bidang Infor­masi, Heru Lelono mengaku be­lum tahu kapan nama calon Ka­polri diserahkan ke DPR.

Yang jelas, lanjutnya, kalau diserahkan hari Minggu (3/10) rasanya kurang masuk akal. Se­bab, itu hari libur.

“Kayaknya nggak mungkin sih diserahkan hari Minggu, logika­nya nggak nyambung. Tapi ya kita lihat saja nanti,’’ ujarnya (Rak­yat Merdeka, 2/10).

Marzuki Alie selanjutnya mengatakan, saat ngomong-ngo­mong dengan Presiden, hitung-hitungannya tanggal 3 Oktober 2010 itu, tapi kalau itu hari Minggu, ya bisa dialihkan ke besoknya.

“Intinya secepatnyalah Presi­den menyerahkan nama itu. Se­bab, dikhawatirkan DPR melaku­kan reses,’’ ucap Wakil Ketua Dewan Pembina Partai Demokrat tersebut.

Berikut kutipan selengkapnya:

Kok nggak tahu sih tanggal 3 Oktober 2010 itu hari Minggu?
Kita nggak lihat kalau tanggal 3 itu hari libur.

Anda nggak masuk kantor kan?
Ya, nggaklah, kan hari libur. Masa hari libur masuk sih.

Jadi, kapan persinya calon Ka­polri itu diserahkan ke DPR?
Bisa juga DPR menerimanya Senin pagi. Waktu beliau ngo­mong, mungkin hitung-hitungan­nya tanggal 3 Oktober 2010. Saya juga nggak tahu kalau itu hari Minggu.

 Apa benar satu calon saja yang diserahkan ke DPR?
Ya, itu benar. Sebaiknya sih me­mang satu calon saja. Kalau dua calon ya nggak bagus nanti­nya.

Siapa calon itu?
Saya nggak tahu, kan suratnya belum diserahkan ke DPR.

Kalau hanya satu calon, fit and proper test nggak seru?
Begini ya. Sebetulnya kepoli­sian itu kan wewenang Presiden. Cuma DPR akan melihat apakah pilihan Presiden itu sudah tepat atau belum. Oleh sebab itu, tidak boleh ada unsur politis di sana. Kalau masuk unsur politis kan bahaya. Apalagi bila terjadi bar­gaining-bargaining politik bisa tambah bahaya lagi.

Ceritakan dong awal Anda me­lakukan pertemuan dengan Pre­siden terkait penetapan tanggal penyerahan calon Ka­polri?
Waktu pelantikan Panglima TNI Agus Suhartono di Istana Merdeka. Kita ngobrol-ngobrol aja.

Apa Presiden berkata tanggal 3 Okotober?
Kalimat kan dari beliau. Jadi, saya tinggal meneruskan saja.

Lantas seperti apa fit and pro­per test yang akan dilakukan di DPR?
Ya, kita tunggu sajalah nanti. Itu kan tugasnya Komisi III DPR. Jadi, kita lihat saja nanti.

Waktu DPR hanya 20 hari, apa itu ter­­lalu cepat untuk me­nentukan sikap?
Sesuai UU Kepoli­sian, DPR ha­nya pu­nya wak­tu 20 hari untuk membe­rikan sikap me­­nerima atau me­no­lak calon yang diajukan Presiden.

Ini artinya paling lambat 24 Oktober 2010 sudah bersikap dong kalau penyerahannya tang­gal 4 Oktober 2010?
Ya, betul. Tanggal itu sudah ada keputusan dari DPR, apa menerima atau menolaknya.

Bagaimana kalau DPR meno­lak, sedangkan Kapolri Bam­bang Hendarso Danuri sudah pensiun 30 Oktober menda­tang?
Kalau DPR nanti menolak,  berarti polisi belum bisa memiliki Kapolri baru setelah BHD pensiun.

Kira-kira SBY merasa yakin nggak kalau calonnya diterima DPR?
 Ah, jangan pancing saya dengan pertanyaan seperti itu. Kita ikuti saja dulu mekanisme yang ada, begitu ya.

Bisa nggak sih prosesnya di DPR dipercepat, bila perlu ha­nya seminggu sudah bisa ber­sikap?
Pimpinan DPR akan berupaya mempercepat proses administrasi begitu menerima surat calon Ka­polri dari Presiden agar ta­hapan uji kepatutan dan kelayakan di Komisi III DPR dapat segera dilakukan. Artinya, begitu calon Kapolri diserahin ke DPR se­cepatnya digarap secara maraton.

O ya, terkait dengan reshuffle kabinet, bagaimana komentar Anda?
Waduh, itu urusan Presi­den. Nggak usah kita ikut campur.

Katanya ada yang meminta ke­dudukan menteri ya?
Saya nggak ngerti kok soal reshuffle kabinet itu.

Apa dari Presiden sudah ada omongan reshuffle?
Nggak ada.   [RM]

Populer

Kekayaan Ibas Demokrat Naik Lebih 700 Persen dalam Empat Tahun, Total Rp354,7 Miliar

Kamis, 25 Juni 2026 | 05:22

KPK Sakit Jiwa

Kamis, 25 Juni 2026 | 15:08

Mitra MBG Ultimatum BGN Cabut SE 12/2026 2x24 Jam

Selasa, 23 Juni 2026 | 18:32

KPK Didesak Bongkar Dugaan Aliran Dana ke Oknum Polisi dalam Kasus Bea Cukai

Jumat, 26 Juni 2026 | 01:30

Langgar HAM, Segera Tangkap Taufik Hidayat dan Dihukum Setimpal!

Senin, 22 Juni 2026 | 15:05

Berpeluang Kalah, Wajar Pengacara Profesional Menolak Bela Jokowi

Kamis, 25 Juni 2026 | 07:47

Dianggap Sakit Jiwa, Ini Jawaban KPK Soal Tuntutan Ringan Bos Blueray

Jumat, 26 Juni 2026 | 14:45

UPDATE

Prabowo Tindak Lanjuti Usulan Tambah Beasiswa S3 bagi Dosen

Minggu, 28 Juni 2026 | 16:09

Panitia Ogah Disusupi Politik, Jokowi Batal Ikut Kirab Budaya di Lampung Timur

Minggu, 28 Juni 2026 | 16:06

Sekolah Rakyat Bogor Padukan Panorama Alam dan Fasilitas Pendidikan Modern

Minggu, 28 Juni 2026 | 15:43

400 Lajang Ikut Golek Garwo, Kemenag Dorong Lahirnya Keluarga Sakinah

Minggu, 28 Juni 2026 | 15:35

Dana SAL Kemenkeu Perkuat Likuiditas dan Intermediasi Bank Mandiri

Minggu, 28 Juni 2026 | 15:29

Prabowo Target Pangkas BUMN dari 1.000 Jadi 250 Perusahaan

Minggu, 28 Juni 2026 | 14:47

Safari Politik Jokowi Bareng PSI Picu Sorotan

Minggu, 28 Juni 2026 | 14:28

Daftar 32 Tim yang Lolos Piala Dunia 2026, Lajut Fase gugur

Minggu, 28 Juni 2026 | 14:16

Australia Gandakan Denda Platform Medsos Nakal hingga Rp1 Triliun

Minggu, 28 Juni 2026 | 14:06

Membaca Sinyal di Balik Ritual Jokowi Injak Kepala Kerbau di Lampung

Minggu, 28 Juni 2026 | 13:56

Selengkapnya