Berita

jenderal bhd/ist

Inilah Kemungkinan ABS di Balik Pernyataan Jenderal BHD

SENIN, 27 SEPTEMBER 2010 | 07:28 WIB | LAPORAN: TEGUH SANTOSA

RMOL. Ada kekhawatiran, menjelang akhir masa tugasnya sebagai Kepala Polri, Jenderal Bambang Hendarso Danuri terjebak pada permainan “asal bapak senang”, memberikan laporan sekenanya untuk memuaskan sang atasan, Presiden SBY.

Pernyataan BHD bahwa jaringan teroris di tanah air ingin mengambil alih kekuasaan dikhawatirkan merupakan bagian dari permainan ABS itu.

Ketua Dewan Direktur Sabang-Merauke Center (SMC) Syahganda nainggolan, misalnya, mengatakan tidak yakin kekuatan teroris di tanah air dapat mengambilalih kekuasaan pemerintah.

“Karena kekuatannya memang tidak terlalu besar, di samping tak memiliki basis persenjataan hebat dan kemampuan bergeraknya pun tidak sebanding sama sekali dengan Tentara Nasional Indonesia,” ujar Syahganda kepada Rakyat Merdeka Online, Senin pagi (27/9).

"Bahkan, dengan polisi saja jauh sekali perbandingannya," ujar Syahganda.

Jaringan teroris itu, lanjutnya, juga sulit mendapat dukungan dalam upaya menggulingkan pemerintahan. Sebabnya juga jelas, yakni mereka tidak mendapat kepercayaan rakyat di tempat mana pun. Belum lagi dukungan pihak internasional. Hal lain yang juga patut dipertanyakan adalah kekuatan finansial mereka untuk merebut kekuasaan.

“Teroris juga tidak berhasil menyusup ke dalam TNI dan Polri, karenanya kecil sekali kemungkinan mampu mengambilalih kekuasaan," masih kata Syahganda.

Dengan demikian, Syahganda mengharapkan Kapolri bersikap cermat dan tidak menciptakan kecemasan publik dengan menyampaikan pernyataan seperti itu.

“Kita acungkan jempol untuk aparat Polri yang berhasil menumpas berbagai kelompok dalam agenda memerangi terorisme. Tetapi tidak serta merta Kapolri boleh menyatakan negara akan diambilalih teroris yang jumlahnya tidak banyak itu. Biar penjelasan mengenai hal itu menjadi kewenangan Kepala BIN," demikian Syahganda. [guh]


Populer

Ketika Jenderal Memimpin yang Bukan Bidangnya

Kamis, 04 Juni 2026 | 00:15

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Tiga Pensiunan Jenderal Nyungsep Gegara Tersandung Kasus

Jumat, 05 Juni 2026 | 03:16

Jaksa KPK Ungkap Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terima Rp3 M per Bulan

Jumat, 12 Juni 2026 | 18:11

Langsung Terbang ke Jakarta, Maukah Chatib Basri Ganti Purbaya?

Jumat, 05 Juni 2026 | 06:58

Ironis! Terima Penghargaan Negara tapi Terjerat Korupsi

Jumat, 05 Juni 2026 | 01:00

OTT Lanjutan KPK Tangkap 5 Pegawai BPK

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:09

UPDATE

Besok Pantura Jateng Diprediksi Banjir Rob Lebih Lama

Minggu, 14 Juni 2026 | 22:22

Turun Ke Kupang, Komut Pertamina Pastikan Pasokan Energi di Perbatasan Aman

Minggu, 14 Juni 2026 | 21:47

Prabowo Terima Laporan Rosan soal Lonjakan Kepercayaan Investor Global

Minggu, 14 Juni 2026 | 21:40

Masyarakat Harus Jaga Persatuan di Tengah Tekanan Ekonomi Global

Minggu, 14 Juni 2026 | 21:26

Prabowo Kumpulkan Sejumlah Menteri di Kertanegara, Bahas Apa?

Minggu, 14 Juni 2026 | 21:21

Ketum PKB: Politik Bukan Cuma Rebutan Kekuasaan!

Minggu, 14 Juni 2026 | 21:19

Wakapolri dan Akpol '90 Bakti Sosial dan Kesehatan Gratis

Minggu, 14 Juni 2026 | 20:49

Tuan Guru Batak Kecam Eks Ketua BEM UGM yang Diduga Hina Presiden

Minggu, 14 Juni 2026 | 20:32

PKB Jabar Fest Siapkan Kader Muda jadi Pemimpin Masa Depan

Minggu, 14 Juni 2026 | 20:31

KPK Buka Fakta Viral Foto Tumpukan Uang Valas Silmy Karim

Minggu, 14 Juni 2026 | 19:53

Selengkapnya