Berita

Aktivis Filipina Minta Pemerintah Indonesia Kurangi Penggunaan Energi Batubara

JUMAT, 24 SEPTEMBER 2010 | 22:49 WIB | LAPORAN: ADE MULYANA

RMOL. Pemerintah Indonesia harusnya berinisiatif untuk melakukan peningkatan ekonomi dari sektor pertanian, bukan hanya dari sektor pertambangan seperti batubara.

Demikian dikatakan Rosalinda G Latino, aktivis lingkungan Filipina kepada wartawan di kantor Jaringan Advokasi Tambang (Jatam), Mampang, Jakarta Selatan, Jumat malam (24/9).

"Batu bara merupakan energi kotor dan sangat merusak. Perusahan-perusahan pertambangan merusak ketahanan pangan dan ketahanan ekonomi Indonesia," tegas aktivis yang bernaung dibawah Legal Right and Natural Resources (LRC) itu. 


Selain itu, pertambangan juga menyebabkan terjadinya global warming atau perubahan iklim. Ini karena 60 persen peningkatan karbondioksida di udara berasal dari batu bara. 

"Jadi Global warming itu disebabkan oleh orang-orang kaya (perusahan-perusahan tambang)," katanya yang sesekali berbicara bahasa Tagalog.  Untuk mengurangi resiko tersebut, Ros, sapaan akrabnya, meminta agar pemerintah Indonesia segera menggunakan energi yang lebih aman. misalnya energi matahari atau energi yang bersumber dari udara. 

"Ok, tidak masalah untuk awal yang mahal. Tapi pelan-pelan itu akan jadi murah karena kedua energi itu tidak akan pernah habis," pungkas aktivis lingkungan Filipina itu. [arp]

Populer

Kafe Diduga terkait Jampidsus Digeledah

Rabu, 08 Juli 2026 | 16:36

AHY dan Ibas Dilaporkan ke KPK Buntut Lonjakan Harta

Senin, 06 Juli 2026 | 14:49

Mapolda Metro Dijaga Ketat

Jumat, 10 Juli 2026 | 19:04

Beredar Surat Diduga dari Kejagung untuk Konsolidasi Usai Penggeledahan Cafe de' CLAN Signature

Kamis, 09 Juli 2026 | 12:53

Presiden Pasti Tahu Dinamika Penggeledahan Cafe de’CLAN Signature

Kamis, 09 Juli 2026 | 09:00

Terima Kasih Bang Refly, Nama Saya Sudah Diubah jadi ‘Si Udin’

Selasa, 07 Juli 2026 | 03:14

Oknum Prajurit di Lokasi Penggeledahan di Luar Mandat TNI

Sabtu, 11 Juli 2026 | 03:29

UPDATE

Antam dan Pegadaian Ikut Uji Keaslian 55 Keping Platinum OTT Bupati Langkat

Minggu, 12 Juli 2026 | 20:16

Proses Hukum Febrie Adriansyah Wujud Ketegasan Pemerintahan Prabowo

Minggu, 12 Juli 2026 | 19:54

Prabowo: Kopdes Merah Putih Akan Ciptakan Perputaran Uang Rp223 Triliun di Desa

Minggu, 12 Juli 2026 | 19:43

Belajar dari Yunnan, Tobat Ekologi Ditopang Gerakan Koperasi

Minggu, 12 Juli 2026 | 19:33

Kopdes Merah Putih Siapkan Kredit Super Mikro, Bunga 8 Persen

Minggu, 12 Juli 2026 | 19:03

Taruna Akmil Pahami Pemikiran Sun Tzu dan Doktrin Pertahanan Negara

Minggu, 12 Juli 2026 | 18:55

Prabowo Kritik Neoliberalisme, Dorong Kembali Ekonomi Kerakyatan

Minggu, 12 Juli 2026 | 18:51

Kemensos Evakuasi Bocah Sukabumi yang Suka Cium Tangki Motor Warga

Minggu, 12 Juli 2026 | 18:34

Prabowo Tetapkan Barang Subsidi Wajib Disalurkan Lewat Kopdes Merah Putih

Minggu, 12 Juli 2026 | 18:17

Karhutla Mengamuk di Jawa dan Kalimantan, 1 Warga Pingsan

Minggu, 12 Juli 2026 | 18:03

Selengkapnya