RMOL. Pada hari ketiga, banjir di Kecamatan Kawunganten Kabupaten Cilacap, Jawa Tengah, kian meluas. Hingga Rabu siang (22/9), tercatat total 2000 rumah di delapan desa terendam. Sedangkan, 550 keluarga masih bertahan di pengungsian.
Camat Kawunganten, Suranto, di lokasi banjir mengatakan, bila kemarin sudah enam desa yang terendam, yakni Desa Kalijeruk, Kawunganten Lor, Kawunganten, Bojong, Bringkeng dan Grugu, Rabu siang ini bertambah dua desa yang juga terlanda banjir, yakni Desa Sarwadadi dan Mentasan.
“Banjir di Kawunganten kota dan Bringkeng merupakan banjir kiriman dari wilayah atas. Begitupun dengan desa yang mulai Rabu ini terendam, yakni Sarwadadi dan Mentasan,” jelasnya.
Suranto menjelaskan, meski di wilayah atas banjir sudah mulai surut, namun Desa Kalijeruk hingga kini masih terisolir. Kendati demikian, banyak warga yang nekat kembali ke rumah untuk menyelamatkan barang berharga yang tidak sempat dibawa.
“Tapi warga harus naik perahu. Kalau tidak pakai perahu mereka harus berjalan kaki. Soalnya jalan masuk desa masih terendam 80 centimeter,” ujarnya.
Sementara, dalam pantauan
Rakyat Merdeka Online, di lokasi yang sudah mulai surut warga mulai membersihkan rumah dan perabotan yang kotor akibat rendaman air bercampur lumpur.
Salah satu warga yang ditemui, Turminah (50) mengatakan, baru hari ini bisa kembali ke rumah. Dibantu anak dan menantunya, dia mulai membersihkan barang-barang yang kemarin terendam.
Kendati mulai surut, Turminah mengaku khawatir bakal turun hujan lebat. Pasalnya, cuaca begitu mendung. Bahkan sempat turun hujan dengan intensitas sedang.
“Kalau hujan besar kemungkinan rumah kami akan terendam lagi,” tuturnya.
[ald]