Berita

ilustrasi

Biaya untuk Recovery Lumpur Lapindo Naik Rp 0,07 Triliun

SELASA, 21 SEPTEMBER 2010 | 21:00 WIB | LAPORAN: ADE MULYANA

RMOL. Alokasi anggaran penanggulangan akibat luapan lumpur Lapindo di Sidoarjo, Jawa Timur, akan naik. Jumlah kenaikannya mencapai Rp 0,07 triliun. Sebab, tahun 2010 anggarannya hanya Rp 1,19 triliun, sementara tahun 2011, biayanya yang akan dialokasikan rencananya sebesar Rp 1,26 triliun.

Anggaran sebesar Rp 1,26 triliun tersebut akan digunakan untuk tiga bidang pokok penanganan, yakni bidang operasi, bidang sosial dan bidang infrastruktur.

Demikian dikatakan Wakil Menteri Kepala Bappenas, Lukita Wijaya Dinarsya saat menjawab pertanyaan anggota Komisi XI dari Fraksi PDI Perjuangan, Indah Kurnia, terkait penanganan Lumpur Lapindo oleh pemerintah dalam Rapat Kerja dengan Komisi XI dengan agenda pembahasan asumsi Makro dalam RUU APBN 2011, di Gedung DPR RI, Jalan Gatot Subroto, Jakarta, Selasa (21/9).

“Alokasi pembiayaan aspek operasi tahun 2010 sebesar Rp 838,5 miliar rupiah. Sementara pada tahun 2011 direncanakan sebesar Rp 958,3 miliar rupiah,” ujarnya.

Seperti diketahui, bidang operasi penanggulangan lumpur lapindo sendiri meliputi kegiatan perencanaan operasi luapan lumpur, penanganan luapan lumpur dan mitigasi, penanganan bencana geologi serta melakukukan monitoring lingkungan.

“Biaya ini termasuk pembayaran jual beli tanah di tiga desa di Porong,” jawabnya menambahkan.

Sementara itu, masih menurut Lukita, soal perencanaan dan pengelolaan pemulihan sosial, pengelolaan penanganan bantuan sosial serta peningkatan dan perlindungan sosial korban akibat luapan, untuk tahun 2011 akan dialokasikan dana sebesar Rp 59,8 miliar. Pada tahun 2010 biaya penanganan bidang sosial ini hanya Rp 12,3 triliun.

“Untuk infrastruktur, alokasi pembiayaannya tahun 2010 sebesar Rp 348,9 miliar sementara pada tahun 2011 sebesar Rp 245,1 miliar,” pungkasnya. [guh]


Populer

Kafe Diduga terkait Jampidsus Digeledah

Rabu, 08 Juli 2026 | 16:36

AHY dan Ibas Dilaporkan ke KPK Buntut Lonjakan Harta

Senin, 06 Juli 2026 | 14:49

Mapolda Metro Dijaga Ketat

Jumat, 10 Juli 2026 | 19:04

Beredar Surat Diduga dari Kejagung untuk Konsolidasi Usai Penggeledahan Cafe de' CLAN Signature

Kamis, 09 Juli 2026 | 12:53

Presiden Pasti Tahu Dinamika Penggeledahan Cafe de’CLAN Signature

Kamis, 09 Juli 2026 | 09:00

Terima Kasih Bang Refly, Nama Saya Sudah Diubah jadi ‘Si Udin’

Selasa, 07 Juli 2026 | 03:14

Oknum Prajurit di Lokasi Penggeledahan di Luar Mandat TNI

Sabtu, 11 Juli 2026 | 03:29

UPDATE

Antam dan Pegadaian Ikut Uji Keaslian 55 Keping Platinum OTT Bupati Langkat

Minggu, 12 Juli 2026 | 20:16

Proses Hukum Febrie Adriansyah Wujud Ketegasan Pemerintahan Prabowo

Minggu, 12 Juli 2026 | 19:54

Prabowo: Kopdes Merah Putih Akan Ciptakan Perputaran Uang Rp223 Triliun di Desa

Minggu, 12 Juli 2026 | 19:43

Belajar dari Yunnan, Tobat Ekologi Ditopang Gerakan Koperasi

Minggu, 12 Juli 2026 | 19:33

Kopdes Merah Putih Siapkan Kredit Super Mikro, Bunga 8 Persen

Minggu, 12 Juli 2026 | 19:03

Taruna Akmil Pahami Pemikiran Sun Tzu dan Doktrin Pertahanan Negara

Minggu, 12 Juli 2026 | 18:55

Prabowo Kritik Neoliberalisme, Dorong Kembali Ekonomi Kerakyatan

Minggu, 12 Juli 2026 | 18:51

Kemensos Evakuasi Bocah Sukabumi yang Suka Cium Tangki Motor Warga

Minggu, 12 Juli 2026 | 18:34

Prabowo Tetapkan Barang Subsidi Wajib Disalurkan Lewat Kopdes Merah Putih

Minggu, 12 Juli 2026 | 18:17

Karhutla Mengamuk di Jawa dan Kalimantan, 1 Warga Pingsan

Minggu, 12 Juli 2026 | 18:03

Selengkapnya