Berita

Ketua DPR Cium Bau Tak Sedap di Balik Desakan 8 Ribu Jaksa agar Jaksa Agung dari Kalangan Internal

JUMAT, 17 SEPTEMBER 2010 | 14:52 WIB | LAPORAN: ADE MULYANA

RMOL. Desakan 8 ribu jaksa yang tergabung dalam Persatuan Jaksa Indonesia kemarin agar jaksa agung pengganti Hendarman Supandji berasal dari internal kejaksaan sendiri dinilai tidak murni. 

Ketua DPR Marzuki Alie menduga ada kelompok tertentu yang sengaja memanfaatkan PJI agar jaksa agung tetap berasal dari kalangan mereka sendiri. 

"Saya tidak yakin itu disampaikan oleh mereka. Sikap-sikap seperti ini tidak perlu ditunjukkan kepada publik," jelasnya kepada wartawan di gedung DPR, Jakarta (Jumat, 17/9). 


Namun, menurutnya, boleh-boleh saja para jaksa itu memiliki harapan. Tetapi, selama tujuan para jaksa itu baik. 

"Saya kira itu sah-sah saja. Sebagai pegawai negeri tentu juga mereka memiliki harapan akan mendapatkan seorang atasan yang betul-betul memahami persoalan internal," sebutnya. 

Meski demikian, Marzuki menilai jika dari luar Kejaksaan, calon jaksa agung itu masih memerlukan banyak waktu untuk mempelajari masalah-masalah yang ada di internal Kejaksaan.

 "Misalnya, bagaimana memamahi masalah organisasi, bagaimana mempelajari orang-orang di Kejaksaan Agung. Kalau memang siap kenapa tidak. Tapi pejabat karir dia sudah tahu," demikian Marzuki. [zul]

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

UPDATE

Saham-saham AS Bergerak Variatif Pantau Perkembangan Negosiasi

Sabtu, 11 April 2026 | 08:20

Mali Cabut Pengakuan Negara Buatan Polisario, Dukung Otonomi Sahara di Bawah Maroko

Sabtu, 11 April 2026 | 08:10

Dorong Pivot Bisnis, KADIN Sebut MBG Berkah bagi Petani dan Peternak

Sabtu, 11 April 2026 | 08:02

BI Ungkap Konsumen Tetap Pede, Ekonomi Dinilai Baik hingga Akhir Tahun

Sabtu, 11 April 2026 | 07:47

Kenya Dukung Otonomi Sahara di Bawah Kedaulatan Maroko

Sabtu, 11 April 2026 | 07:27

Harapan Damai Picu Penguatan Pasar Eropa di Akhir Pekan

Sabtu, 11 April 2026 | 07:18

Drama Diplomasi Dimulai: Iran-AS Adu Kuat di Islamabad

Sabtu, 11 April 2026 | 07:04

Kepsek SMK jadi Otak Pengoplosan Gas LPG 3 Kg di Brebes

Sabtu, 11 April 2026 | 06:46

Prabowo Tetap Waras soal Demokrasi, Tidak Seperti Jokowi

Sabtu, 11 April 2026 | 06:20

Soemitronomics dan Kedaulatan Ekonomi

Sabtu, 11 April 2026 | 05:59

Selengkapnya