Berita

ilustrasi

HKBP: Selama SBY Memimpin Indonesia Kekerasan Beragama Meningkat Tajam

SENIN, 13 SEPTEMBER 2010 | 11:42 WIB | LAPORAN: TEGUH SANTOSA

RMOL. Pimpinan Huria Kristen Batak Protestan (HKBP) yang berkedudukan di Pearaja Tarutung, Sumatera Utara, meminta Presiden SBY untuk bertindak tegas dan mengambil langkah serius dalam menghadapi persoalan yang dihadapi jamaat HKBP Pondok Timur, Bekasi, Jawa Barat.

Permintaan itu disampaikan Ephorus HKBP Dr. Bonar Napitupulu dan Sekretaris Jenderal HKBP Ramlan Hutahaean, MTh, dalam rilis yang diterima Rakyat Merdeka Online.

“Kami meminta agar Bapak memberikan perhatian yang sangat serius untuk menjamin berlakunya hukum di Negara Kesatuan Republik Indonesia. Selama kepemimpinan Bapak, eskalasi kekerasan terhadap umat beragama telah meningkat tajam dari waktu ke waktu. Kami kini menunggu tindakan dari Bapak,” tulis kedua pendeta dalam rilis Biro Informasi HKBP, Ebenezer L. Gaol, itu.

Menurut HKBP, kekerasan terhadap jamaat HKBP Pondok Timur Bekasi yang terjadi kemarin (Minggu, 12/9) menorehkan luka baru bagi bangsa Indonesia.

Kemarin, sekitar pukul 08.30 WIB, anggota jemaat HKBP yang dalam perjalanan menuju tempat beribadah diserang orang tidak dikenal. Dalam kejadian itu Sintua Hasian Sihombing terkena tusukan senjata tajam, sementara Pendeta Luspida Simanjuntak dan beberapa anggota jemaat lainnya mengalami memar akibat pukulan dan tendangan.

“Kami berpendapat bahwa peristiwa kekerasan yang terjadi itu merupakan akibat dari ketidaktaatan hukum oleh sebagian warga negara sekaligus akumulasi dari pembiaran oleh Pemerintah atas ketegangan yang terjadi belakangan ini. Pembiaran seperti ini justru akan memperkeruh suasana terlebih potensi konflik horizontal,” demikian pimpinan pusat HKBP. [guh]


Populer

Bupati Klaten Dikabarkan Terjaring OTT KPK

Kamis, 15 Oktober 2026 | 11:10

Pergantian KSAD jadi Sinyal Skenario Baru Penentuan Panglima TNI

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 03:02

KPK Dalami Keterlibatan Bobby Nasution dalam Kasus Korupsi Proyek Jalan Sumut

Jumat, 23 Oktober 2026 | 09:19

Jokowi sudah Ditinggalkan Parpol, Polri, hingga Oligarki

Senin, 19 Oktober 2026 | 04:00

Gagal Atasi Karhutla, Pecat Menhut Raja Juli!

Jumat, 16 Oktober 2026 | 23:30

Gugat Allianz Rp1,5 Miliar, Krisdayanti Ajukan Perkara ke PN Jaksel

Minggu, 18 Oktober 2026 | 13:28

Transjabodetabek Blok M-Bandung Jadi Cara Pramono Sindir KDM

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 23:44

UPDATE

Sopir BYD Penyebab Tabrakan Beruntun di Jaksel jadi Tersangka

Senin, 26 Oktober 2026 | 05:52

Asuransi Tugu Pratama Indonesia Digugat Rp3,51 Miliar ke PN Jaksel

Senin, 26 Oktober 2026 | 05:27

Sukseskan Kemandirian Pangan, Petani Adat Wanam Butuh Pendampingan

Senin, 26 Oktober 2026 | 05:10

DPO Illegal Tapping Pertamina EP Jambi Sukses Diringkus Berkat Sinergitas

Senin, 26 Oktober 2026 | 04:50

TNI Kirim 4,6 Ton Dry Ice ke Banjarmasin dan Palembang Sukseskan OMC Akhiri Karhutla

Senin, 26 Oktober 2026 | 04:25

Refleksi Kisah Nabi Musa AS dan Fir'aun dalam 2 Tahun Pemerintahan Prabowo-Gibran

Senin, 26 Oktober 2026 | 03:34

Walkot Bandung Kedepankan Koordinasi Sikapi Bentrokan Berdarah Pasar Caringin

Senin, 26 Oktober 2026 | 03:14

Startup Binaan IPB Raih Potensi Kerja Sama Rp1 Miliar Tembus Pasar Oman

Senin, 26 Oktober 2026 | 02:47

Dari Nasionalisme ke Tata Kelola dan Reformasi Pasar Modal Indonesia

Senin, 26 Oktober 2026 | 02:17

Boris Tampubolon Beri Tiga Alasan Pasal Kerugian Negara Harus Direvisi

Senin, 26 Oktober 2026 | 01:43

Selengkapnya