Berita

Wawancara

Iskandar Hasan: Tiga Nama Yang Disebutkan Itu Pasti Ada Yang Nyangkut Deh...

MINGGU, 05 SEPTEMBER 2010 | 00:50 WIB

RMOL.Siapa dua nama yang diajukan menjadi calon Kapolri masih belum jelas. Tapi Kepala Divisi Hubungan Masyarakat (Kadiv Humas) Mabes Polri, Iskandar Hasan, memastikan di antara tiga nama yang santer disebut-sebut itu ada nyangkut.

Tiga nama itu adalah Komjen Pol Nanan Soekarna (Irwasum Mabes Polri), Irjen Imam Su­djarwo (Kepala Lemdiklat), dan Ijen Timur Pradopo (Kapolda Metro Jaya).

“Pokoknya tiga nama yang disebut-sebut itu, pasti ada yang nyangkut deh. Analisis saja dari usianya,’’ ujarnya kepada Rakyat Merdeka, di Jakarta, kemarin.

Berikut kutipan selengkapnya:

Kenapa sih calon Kapolri di­tutup-tutupi?

Kan Kapolri yang punya kuasa. Kapolri saja belum bercerita, kalau saya sebutkan nanti salah, bisa-bisa aku dipanggil beliau dan dimaki-maki. Nanti nggak dikasih uang THR, he-he-he.

Sebutkan dong satu saja?

Saya kira itu sudah sering di koran. Di antaranya itulah.

Siapa itu?

Makanya dianalisis sendiri-sendiri saja. Kalau saya sebutkan nanti Kapolri marah. Kalau yang saya lihat, nama-nama itu sudah sering disebut di koran. Paling tinggal menunggu tiga minggu lagi, nama itu sudah diumumkan.

Ketiga nama yang disebut-sebut itu terdiri dari Komjen Pol Nanan Soekarna (Irwasum Ma­bes Polri), Irjen Imam Su­djarwo (Kepala Lemdiklat), dan Irjen Timur Pradopo (Ka­polda Metro Jaya), siapa yang diajukan ke Presiden?

Pokoknya di antara yang Anda sebut itu, pasti ada yang nyang­kut. Kan Anda bisa melihat, pangkatnya mereka sekarang apa, dan masa aktifnya tinggal berapa. Di situ-situ saja.

Lagipula aturannya kan mini­mal 2 tahun masa tugas sebagai Kapolri. Kalau tinggal 5 bulan lagi, kan nggak mungkin. Jadi, Anda anlisis sendiri di situ. Kalau aku sebutkan nanti salah.

Maksudnya?

Analisis saja umurnya, dan ja­batannya. Kira-kira seperti itu.

Siapa kira-kira yang tidak di­calonkan?

Ya, Anda li­hat saja. Yang men­duduki jabatan bin­tang tiga siapa, itu yang mungkin (ti­dak dicalon­kan).

Apa sih syarat lu­lus sebagai ca­­lon Kapolri selain faktor usia?

Tim seleksi sudah menetapkan kri­terianya. Yaitu lulus hasil assessment, tes kompetensi, riwa­yat jabatan, kesehatan jiwa dan kesehatan fisik.

Kemudian apakah selama ini mereka mempunyai masalah-ma­salah, terutama yang menyangkut pelanggaran pidana atau segala macamnya. Nggak mungkin itu akan dipilih. Kemudian yang menyangkut keluarga. Itu juga dilihat.

Jadi, banyak aspek yang dilihat untuk dipilih-pilih lagi. Nah, yang memenuhi syarat itulah yang diajukan.

Apakah ada penilaian lain?

Penilain baik dari teman satu angkatan, bawahan, dan atasan. Apakah sehari-harinya, dia baik sama temannya, atasannya, dan bawahannya.

Selain itu, dilihat juga soal pe­rilaku, ucapan, dan penampilan­nya. Orang kan bisa melihatnya, ini pantas atau nggak. Kriteria itu dinilai dan dimasukkan. Memang banyak aspek yang dilihat, tidak ujuk-ujuk langsung dipilih.

Kapan nama-nama calon itu akan diajukan ke Presiden?

Paling lambat dua minggu se­belum tanggal 10 Oktober 2010. Mungkin bisa maju lebih awal. Itu perkiraan saya. Lagipula ca­lon­nya ini kan sedang digodok Pak Kapolri.

Penggodokannya seperti apa sih?

Ya, itu tadi dari segala aspek. Siapa tahu muncul nama yang baru, bisa jadi. Kan gitu.

Nama yang paling santer ada­lah Nanan Soekarna, apa betul?

Ya, banyak yang nyebut dia. Tapi semua juga disebut kok.

O ya, gimana nih perasaan Anda dengan jabatan yang baru ini?

Ah, saya sih biasa aja. Karena itu suatu amanah, silakan teman-teman wartawan menilai saya beberapa hari ini setelah dilantik.

Visi misi Anda  seperti apa?

Visi misi saya, ya sesuai deng­an undang-undang, dan peraturan yang ada. Saya nggak mau me­langgar itu semua. Artinya apa yang saya bisa berikan, ya saya berikan sesuai dengan ketentuan, dan landasan yang baik dan be­nar, supaya masyarakat juga bisa menerima informasinya dengan baik dan benar.

Jadi visi saya nggak muluk-muluklah, yang simpel-simpel saja.Takutnya nanti nggak ter­capai. [RM]


Populer

Kekayaan Ibas Demokrat Naik Lebih 700 Persen dalam Empat Tahun, Total Rp354,7 Miliar

Kamis, 25 Juni 2026 | 05:22

KPK Sakit Jiwa

Kamis, 25 Juni 2026 | 15:08

Mitra MBG Ultimatum BGN Cabut SE 12/2026 2x24 Jam

Selasa, 23 Juni 2026 | 18:32

KPK Didesak Bongkar Dugaan Aliran Dana ke Oknum Polisi dalam Kasus Bea Cukai

Jumat, 26 Juni 2026 | 01:30

Langgar HAM, Segera Tangkap Taufik Hidayat dan Dihukum Setimpal!

Senin, 22 Juni 2026 | 15:05

Berpeluang Kalah, Wajar Pengacara Profesional Menolak Bela Jokowi

Kamis, 25 Juni 2026 | 07:47

Dianggap Sakit Jiwa, Ini Jawaban KPK Soal Tuntutan Ringan Bos Blueray

Jumat, 26 Juni 2026 | 14:45

UPDATE

Prabowo Tindak Lanjuti Usulan Tambah Beasiswa S3 bagi Dosen

Minggu, 28 Juni 2026 | 16:09

Panitia Ogah Disusupi Politik, Jokowi Batal Ikut Kirab Budaya di Lampung Timur

Minggu, 28 Juni 2026 | 16:06

Sekolah Rakyat Bogor Padukan Panorama Alam dan Fasilitas Pendidikan Modern

Minggu, 28 Juni 2026 | 15:43

400 Lajang Ikut Golek Garwo, Kemenag Dorong Lahirnya Keluarga Sakinah

Minggu, 28 Juni 2026 | 15:35

Dana SAL Kemenkeu Perkuat Likuiditas dan Intermediasi Bank Mandiri

Minggu, 28 Juni 2026 | 15:29

Prabowo Target Pangkas BUMN dari 1.000 Jadi 250 Perusahaan

Minggu, 28 Juni 2026 | 14:47

Safari Politik Jokowi Bareng PSI Picu Sorotan

Minggu, 28 Juni 2026 | 14:28

Daftar 32 Tim yang Lolos Piala Dunia 2026, Lajut Fase gugur

Minggu, 28 Juni 2026 | 14:16

Australia Gandakan Denda Platform Medsos Nakal hingga Rp1 Triliun

Minggu, 28 Juni 2026 | 14:06

Membaca Sinyal di Balik Ritual Jokowi Injak Kepala Kerbau di Lampung

Minggu, 28 Juni 2026 | 13:56

Selengkapnya