RMOL. Selain cerita Syeh Abdurrahman, cerita klasik dan mistik dari pertarungan dua naga penjaga Sibayak dan Sinabung juga melekat hidup di sebagian warga Tanah Karo. Naga yang kerap hadir dalam dongeng-dongeng dari Tanah Karo dipercaya menjaga keseimbangan Tanah Karo.
Cerita yang beredar, Sinabung dan Sibayak adalah dua pilar yang menyangga kestabilan kehidupan di tanah yang subur itu.
Menurut Ucok, warga Kabanjahe, kisah pertarungan ular naga penjaga Sinabung dan Sibayak juga lekat di dalam ingatan sebagian warga Tanah Karo. Kisah tersebut kerap dihubung-hubungkan dengan keadaan Tanah Karo yang subur.
Menurut legenda yang beredar itu, suatu hari naga penjaga Sinabung dan naga penjaga Sibayak terlibat pertempuran sengit. Mengenai apa penyebabnya, cerita itu tak punya pangkal yang jelas. Namun akibat pertarungan itu, kedua naga sama-sama terluka. Penjaga Sibayak terluka dikepalanya, sehingga puncak Gunung Sibayak menganga lebar. Sedangkan penjaga Sinabung terluka di bagian ekor, sehingga terciptalah Danau Lau Kawar.
Kedua naga itu pun kemudian sepakat untuk tidak saling menyerang lagi dan bersama-sama menjaga Tanah Karo.
[arp]