Berita

BURSA KETUA KPK

Ini Dia Kelemahan Busyro-Bambang

JUMAT, 27 AGUSTUS 2010 | 20:20 WIB | LAPORAN: ADE MULYANA

RMOL. Banyak pihak menilai lolosnya Busyro Muqoddas dan Bambang Widjojanto adalah isyarat baik untuk pemberantasan korupsi. Ini karena keduanya memiliki syarat dan rekam jejak yang pas untuk menjadi pimpinan KPK.

Namun, menurut Direktur Lingkar Madani Indonesia (Lima), Ray Rangkuti, keduanya memiliki kekurangan yang mencolok.

"Busyro kurang tegas, prestasinya di KY juga tidak mencolok. Ia bukan tipe pengambil keputusan yang tegas. Ia cenderung tenang. Kalau KPK dipimpin oleh dia, tidak ada lompatan serius. Yang pasti seperti ini-ini saja," ujar Ray kepada Rakyat Merdeka Online di perjalanan menuju Porong, Sidoarjo dalam rangka "Safari Mencari Pemimpin Sejati Bukan Pemimpin Citra", Jumat malam (27/8).


Kalau Bambang Widjajanto, lanjut Ray, memiliki karakter yang terbalik dari Busyro. Bambang adalah tipikal pemukul yang tidak takut dengan siapapun.

"Tapi, sifat ini cenderung tidak koordinatif. Sementara KPK harus butuh kerja kolektif bukan one man show," lanjutnya.

Bambang juga memiliki kemampuan lobby yang rendah.

"Tipe dia yang memukul itu justru akan kontraprodukstif, karena penegakan hukum itu memerlukan koordinasi dengan Kepolisian dan Kejaksaan," lanjutnya. [arp]

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

UPDATE

Saham-saham AS Bergerak Variatif Pantau Perkembangan Negosiasi

Sabtu, 11 April 2026 | 08:20

Mali Cabut Pengakuan Negara Buatan Polisario, Dukung Otonomi Sahara di Bawah Maroko

Sabtu, 11 April 2026 | 08:10

Dorong Pivot Bisnis, KADIN Sebut MBG Berkah bagi Petani dan Peternak

Sabtu, 11 April 2026 | 08:02

BI Ungkap Konsumen Tetap Pede, Ekonomi Dinilai Baik hingga Akhir Tahun

Sabtu, 11 April 2026 | 07:47

Kenya Dukung Otonomi Sahara di Bawah Kedaulatan Maroko

Sabtu, 11 April 2026 | 07:27

Harapan Damai Picu Penguatan Pasar Eropa di Akhir Pekan

Sabtu, 11 April 2026 | 07:18

Drama Diplomasi Dimulai: Iran-AS Adu Kuat di Islamabad

Sabtu, 11 April 2026 | 07:04

Kepsek SMK jadi Otak Pengoplosan Gas LPG 3 Kg di Brebes

Sabtu, 11 April 2026 | 06:46

Prabowo Tetap Waras soal Demokrasi, Tidak Seperti Jokowi

Sabtu, 11 April 2026 | 06:20

Soemitronomics dan Kedaulatan Ekonomi

Sabtu, 11 April 2026 | 05:59

Selengkapnya