Berita

MALAYSIA Vs INDONESIA

Lily dan Rieke Siap Galang Hak Interpelasi

JUMAT, 27 AGUSTUS 2010 | 14:28 WIB | LAPORAN: ADE MULYANA

RMOL. Kesabaran dua srikandi di DPR, Lily Wahid dan Rieke Dyah Pitaloka tentang sikap Malayasia terhadap Indonesia sepertinya sudah tak terbendung.

Politisi PKB dan PDI Perjuangan ini siap menggalang hak interpelasi yang akan menuntut pemerintah bersikap lebih tegas kepada Malaysia.

"Saya akan galang hak interpelasi. Saya sanggup galang hak interpelasi. Saya ingin ketegasan pemerintah. Harusnya mereka (Malasysia) meminta maaf dan sampai hari ini belum ada pernyataan pemerintah Indonesia untuk memaksa Malaysia agar meminta maaf kepada Indonesia," ujar Lily Wahid dalam keterangan pers didampingi Rike Dyah Pitaloka di DPR, gedung Jakarta (Jumat, 27/8).


Menurut adik kandung Gus Dur ini, pengguliran hak interpelasi ini sangat wajar. Jangankan DPR, sebutnya, beberapa purnawirawan jenderal saja kemarin juga mempertanyakan ketegasan Presiden SBY.

"Saya dan Rieke, selain akan mengajak teman-taman lain untuk ajukan interpelasi, saya juga akan menggalang kektuaan dari perempuan-perempuan lainnya yang ada di parlemen," tegasnya.

"Soal travel advisory warning yang akan dikeluarkan oleh Malaysia, kita tak perlu risaukan. Travel advisory warning yang akan disampaikan oleh Malaysia itu, mereka sendiri yang akan rugi," ujar dia. [zul]

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

UPDATE

Saham-saham AS Bergerak Variatif Pantau Perkembangan Negosiasi

Sabtu, 11 April 2026 | 08:20

Mali Cabut Pengakuan Negara Buatan Polisario, Dukung Otonomi Sahara di Bawah Maroko

Sabtu, 11 April 2026 | 08:10

Dorong Pivot Bisnis, KADIN Sebut MBG Berkah bagi Petani dan Peternak

Sabtu, 11 April 2026 | 08:02

BI Ungkap Konsumen Tetap Pede, Ekonomi Dinilai Baik hingga Akhir Tahun

Sabtu, 11 April 2026 | 07:47

Kenya Dukung Otonomi Sahara di Bawah Kedaulatan Maroko

Sabtu, 11 April 2026 | 07:27

Harapan Damai Picu Penguatan Pasar Eropa di Akhir Pekan

Sabtu, 11 April 2026 | 07:18

Drama Diplomasi Dimulai: Iran-AS Adu Kuat di Islamabad

Sabtu, 11 April 2026 | 07:04

Kepsek SMK jadi Otak Pengoplosan Gas LPG 3 Kg di Brebes

Sabtu, 11 April 2026 | 06:46

Prabowo Tetap Waras soal Demokrasi, Tidak Seperti Jokowi

Sabtu, 11 April 2026 | 06:20

Soemitronomics dan Kedaulatan Ekonomi

Sabtu, 11 April 2026 | 05:59

Selengkapnya