Berita

Mengapa Surat Sri Edi Swasono Tak Pernah Sampai ke SBY

KAMIS, 26 AGUSTUS 2010 | 17:59 WIB | LAPORAN: ADE MULYANA

RMOL. Guru Besar Ekonomi UI Sri Edi Swasono mengaku telah berulang kali mengirimkan surat peringatan pada Presiden Susilo Bambang Yudhoyono soal kegagalan-kegagalan neoliberalisme.

"Tapi surat saya tidak sampai.Buktinya keadaan tidak pernah berubah. Penyebabnya adalah banyak rasputinisme di lingkungan presiden," ujar Sri Edi dalam pidatonya di diskusi "Memaknai Kedaulatan dan Kemandirian Bangsa antara Harapan dan Realita" di Gedung DPR, Jakarta, Kamis (26/8).

Di sekeliling SBY, lanjut Edi, banyak bercokol orang-orang yang disebutnya "kutu loncat" yang hanya bisa menyanjung agar "bapak senang" dan menjauhkan pandangan SBY dari kenyataan dampak negatif neoliberalisme.


"Ok, Wakil Presiden kita neolib tapi seharusnya dia lebih mementingkan kesejahteraan masyarakat. Harusnya dia ikut menasihati juga presiden. Sampai saat ini saya kira belum ada berikan nasihat pada Yudhoyono. Sekali-kali bilanglah, tell, you wrong, sir," ujar Sri Edi.

Terkahir ia berpesan, neoliberalisme di Indonesia sudah tidak lagi bisa ditolerir karena membuat bangsa ini terus menerus tunduk pada aturan-aturan Bank Dunia.

"Bos kita Washington Consensus. Privatisasi dimana-mana. Kalau sudah menurut sama Bank Dunia siapapun bisa bertekuk lutut," tandasnya.[ald]

Populer

Kafe Diduga terkait Jampidsus Digeledah

Rabu, 08 Juli 2026 | 16:36

Mapolda Metro Dijaga Ketat

Jumat, 10 Juli 2026 | 19:04

AHY dan Ibas Dilaporkan ke KPK Buntut Lonjakan Harta

Senin, 06 Juli 2026 | 14:49

Oknum Prajurit di Lokasi Penggeledahan di Luar Mandat TNI

Sabtu, 11 Juli 2026 | 03:29

Beredar Surat Diduga dari Kejagung untuk Konsolidasi Usai Penggeledahan Cafe de' CLAN Signature

Kamis, 09 Juli 2026 | 12:53

Presiden Pasti Tahu Dinamika Penggeledahan Cafe de’CLAN Signature

Kamis, 09 Juli 2026 | 09:00

Terima Kasih Bang Refly, Nama Saya Sudah Diubah jadi ‘Si Udin’

Selasa, 07 Juli 2026 | 03:14

UPDATE

Antam dan Pegadaian Ikut Uji Keaslian 55 Keping Platinum OTT Bupati Langkat

Minggu, 12 Juli 2026 | 20:16

Proses Hukum Febrie Adriansyah Wujud Ketegasan Pemerintahan Prabowo

Minggu, 12 Juli 2026 | 19:54

Prabowo: Kopdes Merah Putih Akan Ciptakan Perputaran Uang Rp223 Triliun di Desa

Minggu, 12 Juli 2026 | 19:43

Belajar dari Yunnan, Tobat Ekologi Ditopang Gerakan Koperasi

Minggu, 12 Juli 2026 | 19:33

Kopdes Merah Putih Siapkan Kredit Super Mikro, Bunga 8 Persen

Minggu, 12 Juli 2026 | 19:03

Taruna Akmil Pahami Pemikiran Sun Tzu dan Doktrin Pertahanan Negara

Minggu, 12 Juli 2026 | 18:55

Prabowo Kritik Neoliberalisme, Dorong Kembali Ekonomi Kerakyatan

Minggu, 12 Juli 2026 | 18:51

Kemensos Evakuasi Bocah Sukabumi yang Suka Cium Tangki Motor Warga

Minggu, 12 Juli 2026 | 18:34

Prabowo Tetapkan Barang Subsidi Wajib Disalurkan Lewat Kopdes Merah Putih

Minggu, 12 Juli 2026 | 18:17

Karhutla Mengamuk di Jawa dan Kalimantan, 1 Warga Pingsan

Minggu, 12 Juli 2026 | 18:03

Selengkapnya