Berita

Akbar Tanjung: Ruhut Tidak Perlu Kita Tanggapi

JUMAT, 20 AGUSTUS 2010 | 19:11 WIB | LAPORAN: ADE MULYANA

RMOL.Politisi ulung Partai Golkar, Akbar Tanjung, enggan menanggapi usul Jurubicara Partai Demokrat soal perpanjangan masa jabatan Presiden.

"Tidak perlu kita tanggapi isu itu karena tak relevan untuk kita bicarakan," kata Akbar saat menghadiri acara Gerakan Orang Berzakat Infak dan Sedekah Golkar, di Hotel Sultan, Jakarta, Jumat (20/8).

Mantan Ketua Umum Partai Golkar itu mengingatkan, alasan utama pembatasan masa jabatan presiden berasal dari pengalama masa lalu Indonesia dimana masa jabatan presiden yang terlalu lama dapat melahirkan rezim korup.


"Karenanya, secara sadar kita batasi masa jabatan presiden itu. Kalau kita ubah lagi, kita ingkari cita-cita reformasi, kita kembali ke sistem yang tak sejalan dengan cita-cita reformasi," jelas mantan menteri di era Orde Baru itu.

Masih menurut Akbar, gagasan menambah masa jabatan presiden itu muncul dari Ruhut Sitompul sendiri karena ia melihat kondisi internal partainya yang tidak memiliki tokoh lain untuk dicalonkan pada 2014.[ald]

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

UPDATE

Saham-saham AS Bergerak Variatif Pantau Perkembangan Negosiasi

Sabtu, 11 April 2026 | 08:20

Mali Cabut Pengakuan Negara Buatan Polisario, Dukung Otonomi Sahara di Bawah Maroko

Sabtu, 11 April 2026 | 08:10

Dorong Pivot Bisnis, KADIN Sebut MBG Berkah bagi Petani dan Peternak

Sabtu, 11 April 2026 | 08:02

BI Ungkap Konsumen Tetap Pede, Ekonomi Dinilai Baik hingga Akhir Tahun

Sabtu, 11 April 2026 | 07:47

Kenya Dukung Otonomi Sahara di Bawah Kedaulatan Maroko

Sabtu, 11 April 2026 | 07:27

Harapan Damai Picu Penguatan Pasar Eropa di Akhir Pekan

Sabtu, 11 April 2026 | 07:18

Drama Diplomasi Dimulai: Iran-AS Adu Kuat di Islamabad

Sabtu, 11 April 2026 | 07:04

Kepsek SMK jadi Otak Pengoplosan Gas LPG 3 Kg di Brebes

Sabtu, 11 April 2026 | 06:46

Prabowo Tetap Waras soal Demokrasi, Tidak Seperti Jokowi

Sabtu, 11 April 2026 | 06:20

Soemitronomics dan Kedaulatan Ekonomi

Sabtu, 11 April 2026 | 05:59

Selengkapnya