Berita

MALAYSIA Vs INDONESIA

DPR Desak Menlu Marty Natalegawa Segera Pulang dari Korea

JUMAT, 20 AGUSTUS 2010 | 16:30 WIB | LAPORAN: ADE MULYANA

RMOL. Dua keterangan Menteri Luar Negeri Marty Natalegawa terkait penangkapan tiga pejabat Dinas Kelautan dan Kerikanan Kepulauan Riau dinilai kontradiktif.

Wakil Ketua Komisi I Agus Gumiwang menyatakan pada tanggal 14 dan 15 Agustus lalu, Marty menyatakan penangkapan itu terjadi di gray area.

"Dalam arti kata, belum tentu di perairan kita. Tapi kemarin, dia mengatakan itu adalah wilayah Indonesia. Itu jelas sekali. Itu yang kami sayangkan," ujar Agus.


Hal dikatakan Agus saat menerima aktivis Koalisi Kedaulatan Indonesia di gedung Nusantara II DPR, Jakarta (Jumat, 20/8).

Karena ketidakjelasan itu, Komisi I DPR sudah melayangkan surat kepada Menteri Luar Negeri untuk hadir di Komisi I DPR pada Selasa depan menjelaskan soal penangkapan tiga pegawai DKP Kepri itu. Namun, Komisi I sendiri sudah mendapatkan jawaban, kemungkinan besar Marty tidak bisa hadir. Karena saat ini Marty sedang berada di Korea Selatan sampai tanggal 30 September mendatang.

"Kami sangat menyangakan. Makanya, dalam rapat internal Komisi I Senin besok, kami akan mengambil satu posisi meminta kepada Menteri Luar Negeri untuk segera pulang," tegasnya. [zul]

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

UPDATE

Saham-saham AS Bergerak Variatif Pantau Perkembangan Negosiasi

Sabtu, 11 April 2026 | 08:20

Mali Cabut Pengakuan Negara Buatan Polisario, Dukung Otonomi Sahara di Bawah Maroko

Sabtu, 11 April 2026 | 08:10

Dorong Pivot Bisnis, KADIN Sebut MBG Berkah bagi Petani dan Peternak

Sabtu, 11 April 2026 | 08:02

BI Ungkap Konsumen Tetap Pede, Ekonomi Dinilai Baik hingga Akhir Tahun

Sabtu, 11 April 2026 | 07:47

Kenya Dukung Otonomi Sahara di Bawah Kedaulatan Maroko

Sabtu, 11 April 2026 | 07:27

Harapan Damai Picu Penguatan Pasar Eropa di Akhir Pekan

Sabtu, 11 April 2026 | 07:18

Drama Diplomasi Dimulai: Iran-AS Adu Kuat di Islamabad

Sabtu, 11 April 2026 | 07:04

Kepsek SMK jadi Otak Pengoplosan Gas LPG 3 Kg di Brebes

Sabtu, 11 April 2026 | 06:46

Prabowo Tetap Waras soal Demokrasi, Tidak Seperti Jokowi

Sabtu, 11 April 2026 | 06:20

Soemitronomics dan Kedaulatan Ekonomi

Sabtu, 11 April 2026 | 05:59

Selengkapnya