Berita

Marzuki Alie: Lumpuh, Buta, dan Pikun, Syaukani Pantas Dapat Grasi dari Presiden

JUMAT, 20 AGUSTUS 2010 | 13:36 WIB | LAPORAN: ADE MULYANA

RMOL. Presiden Susilo Bambang Yudhoyono memang sudah selayaknya memberikan grasi kepada mantan Bupati Kutai Kertanegara, Syaukani HR.

Pasalnya, terpidana korupsi penyalahgunaan dana perangsang pungutan sumber daya alam (migas), dana studi kelayakan Bandara Kutai, dana pembangunan Bandara Kutai, dan penyalahgunaan dana pos anggaran kesejahteraan masyarakat itu sudah sakit-sakitan sehingga tak layak lagi untuk diberi hukuman.

"Syaukani kita tahu, sudah sakit, badannya lumpuh, kaki tangannya lumpuh, mata tidak bisa melihat, pikirannya sudah tidak bisa melihat lagi. Pantaskah, kira-kira dihukum. Kira-kira, pantaskah grasi itu diberikan," ujar Ketua DPR Marzuki Alie kepada wartawan di gedung DPR, Jakarta (Jumat, 20/8).


Marzuki mengatakan orang yang layak untuk dihukum itu adalah orang yang masih sehat. Supaya orang yang dihukum itu merasakan efek dari perbuatannya.

"Kalau dia tidak merasakan lagi, ingatannya tidak ada, tangan kakinya lumpuh, ngomong sudah tidak jelas, matanya nggak melihat. Apa yang dirasakan lagi. Kita dzolim terhadap orang itu. Pertimbangannya jelas masalah kemanusiaan," tegas Marzuki Alie. [zul]

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

UPDATE

Saham-saham AS Bergerak Variatif Pantau Perkembangan Negosiasi

Sabtu, 11 April 2026 | 08:20

Mali Cabut Pengakuan Negara Buatan Polisario, Dukung Otonomi Sahara di Bawah Maroko

Sabtu, 11 April 2026 | 08:10

Dorong Pivot Bisnis, KADIN Sebut MBG Berkah bagi Petani dan Peternak

Sabtu, 11 April 2026 | 08:02

BI Ungkap Konsumen Tetap Pede, Ekonomi Dinilai Baik hingga Akhir Tahun

Sabtu, 11 April 2026 | 07:47

Kenya Dukung Otonomi Sahara di Bawah Kedaulatan Maroko

Sabtu, 11 April 2026 | 07:27

Harapan Damai Picu Penguatan Pasar Eropa di Akhir Pekan

Sabtu, 11 April 2026 | 07:18

Drama Diplomasi Dimulai: Iran-AS Adu Kuat di Islamabad

Sabtu, 11 April 2026 | 07:04

Kepsek SMK jadi Otak Pengoplosan Gas LPG 3 Kg di Brebes

Sabtu, 11 April 2026 | 06:46

Prabowo Tetap Waras soal Demokrasi, Tidak Seperti Jokowi

Sabtu, 11 April 2026 | 06:20

Soemitronomics dan Kedaulatan Ekonomi

Sabtu, 11 April 2026 | 05:59

Selengkapnya