Berita

BURSA PIMPINAN KPK

ICW Sinyalir Semua Bakal Calon Cacat Moral

MINGGU, 15 AGUSTUS 2010 | 18:58 WIB | LAPORAN: ADE MULYANA

RMOL.Indonesia Corruption Watch (ICW) menemukan 12 temuan terkait aspek intgritas dari ketujuh bakal calon Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Dari ketujuh nama tersebut, belum ada satu calon pun yang terbukti berhasil memimpin sebuah lembaga negara dengan eskalasi konflik yang tinggi seperti KPK.

Demikian dikatakan Wakil Koordinator ICW Emerson Yuntho kepada wartawan di kantor ICW, Kalibata, Jakarta Selatan (Minggu, 15/8).


"Ada calon yang anaknya pernah menjadi pengguna narkoba. Satu calon diragukan aspek kepemimpinan dan kenegarawanannya karena berhenti bertugas saat tidak lagi menduduki jabatan strategis (ketua). Ada juga calon yang punya gaya kepemimpinan "garis komando" yang tidak cocok untuk KPK," jelasnya.

Selain itu, Eson, panggilan akrabnya melanjutnya, ada calon yang tidak patuh pada UU 28/1999 untuk melaporkan harta kekayaannya. Satu calon baru melaporkan harta kekayaan setelah lolos seleksi tahap III tanggal 10 kemarin.

Tak hanya, ICW juga menemukan satu calon hanya satu kali melaporkan harta kekayaan, yakni tahun 2002. Padahal calon tersebut pernah menjabat sebagai penyelenggara negara. Ada juga calon yang pernah menerima Dana Abadi Umat (DAU) pada tahun 2000 dan kemudian menggunakan dana tersebut untuk melaksanakan ibadah umroh bersama istrinya. Dan tahun 2002 ada calon yang keempat anaknya pernah menerima DAU.

"Ada juga calon lainnya yang kuat diduga pernah menggunakan fasilitas jabatan untuk kepentingan main golf," tambah Emerson.

Yang cukup parah dan dikhawatirkan akan mengganggu independensi kinerja KPK nantinya, masih menurut Emerson, ada calon yang jelas memiliki afiliasi politik. pada bagian lain, ada calon yang pernah mencalonkan maupun dicalonkan oleh partai politik sebagai calon bupati dan gubernur. Selain itu, ada juga calon yang pernah menyalahgunakan jabatan dan menekan kepala daerah untuk menempatkan orang-orang tertentu untuk mengisi instansi tertentu di daerah.

Selain itu, dia antara tujuh calon ada calon yang memiliki rumah mewah tapi belum tercantum di Laporan Harta Kekayaan Pejabat Negara (LHKPN). Standar biaya hidup calon yang tinggi.

Eson melanjutkan, ada juga calon yang melakukan plagiasi tugas kuliah saat menempuh pendidikan tingkat Strata II. Selan itu juga ada calon yang pernah terkena sangksi administratif dan kepegawaian pada kasus korupsi dan pembalakan liar. Karena pernah menghentikan sejumlah kasus korupsi, menegosiasi perkara di pengadilan negeri dan ada calon yang tidak patuh membayar pajak bumi dan bangunan.

"Karenanya kita harap Pansel KPK memperhatikan rekam jejak para calon ini. Dan rencananya besok (Senin 16/8), kami (ICW) akan melaporkan hasil rekam jejak ketujuh calon KPK ini kepada panitia Seleksi (Pansel) KPK ," pungkas Eson. [zul]

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

UPDATE

Saham-saham AS Bergerak Variatif Pantau Perkembangan Negosiasi

Sabtu, 11 April 2026 | 08:20

Mali Cabut Pengakuan Negara Buatan Polisario, Dukung Otonomi Sahara di Bawah Maroko

Sabtu, 11 April 2026 | 08:10

Dorong Pivot Bisnis, KADIN Sebut MBG Berkah bagi Petani dan Peternak

Sabtu, 11 April 2026 | 08:02

BI Ungkap Konsumen Tetap Pede, Ekonomi Dinilai Baik hingga Akhir Tahun

Sabtu, 11 April 2026 | 07:47

Kenya Dukung Otonomi Sahara di Bawah Kedaulatan Maroko

Sabtu, 11 April 2026 | 07:27

Harapan Damai Picu Penguatan Pasar Eropa di Akhir Pekan

Sabtu, 11 April 2026 | 07:18

Drama Diplomasi Dimulai: Iran-AS Adu Kuat di Islamabad

Sabtu, 11 April 2026 | 07:04

Kepsek SMK jadi Otak Pengoplosan Gas LPG 3 Kg di Brebes

Sabtu, 11 April 2026 | 06:46

Prabowo Tetap Waras soal Demokrasi, Tidak Seperti Jokowi

Sabtu, 11 April 2026 | 06:20

Soemitronomics dan Kedaulatan Ekonomi

Sabtu, 11 April 2026 | 05:59

Selengkapnya