Berita

BURSA PIMPINAN KPK

MPR: Dari Busyro hingga Jimly, Tak ada yang Penuhi Kriteria

MINGGU, 15 AGUSTUS 2010 | 14:55 WIB | LAPORAN: ADE MULYANA

RMOL.Tujuh bakal calon pipminan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) yang lolos tes psikotes dinilai tak ada sama sekali yang memenuhi kriteria untuk jadi pimpinan di lembaga super body itu.

"Tujuh calon yang ada belum lah memenuhi kriteria yang diperlukan untuk mengisi KPK sebagai intitusi extra ordinary," ujar Wakil Ketua MPR Lukman Hakim Saefuddin kepada wartawan di Kantor Indonesian Corruption Watch (ICW), Kalibata, Jakarta Selatan (Minggu, 15/8).

Meski tidak ada yang memenuhi kriteria, menurutnya, dari ketujuh calon itu bisa diminimalisir mana di antaranya yang paling minim atau relatif ringan tingkat destruktifnya. Untuk itu, dia melihat, ada tiga hal yang harus diperhatikan Panitia Seleksi Pimpinan KPK sebelum akhirny mengajukan dua nama ke DPR untuk dipilih.


"Pertama, harus dilihat soal integritas. Pansel harusnya meloloskan calon yang punya integritas yang baik. Itu yang mutlak bila dibandingkan soal leadership. Integritas juga sebagai senjata utama dan kekuatan dalam diri untuk tidak korupsi dan memberantas korupsi," urai Ketua DPP PPP ini.

Kedua, Pansel juga harus memperhatikan calon yang mengusai bidang kerja. Artinya, masih kata Lukman, calon harus menguasai hal-hal yang terkait dengan proses hukum. Mulai dari penindakan, penyelidikan dan lain sebagainya.

"Ketiga (calon) harus punya nyali. Maksudnya orang-orang yang sudah selesai dengan dirinya sendiri, bukan lagi orang-orang yang masih punya pamrih terhadap kedudukan status sosial maupun kekayaan. Tetapi mengabdi pada kepentingan bangsa untuk memberantas korupsi," tutupnya.

Sebagaimana diketahui ketujuh bakal calon tersebut adalah Busyro Muqodas, Bambang Widjojanto, Chairul Rasyid, Fachmi, Wayan Sudirta, Meli Darsa, dan Jimly Asshiddiqie. [zul]

Populer

Kafe Diduga terkait Jampidsus Digeledah

Rabu, 08 Juli 2026 | 16:36

Mapolda Metro Dijaga Ketat

Jumat, 10 Juli 2026 | 19:04

AHY dan Ibas Dilaporkan ke KPK Buntut Lonjakan Harta

Senin, 06 Juli 2026 | 14:49

Oknum Prajurit di Lokasi Penggeledahan di Luar Mandat TNI

Sabtu, 11 Juli 2026 | 03:29

Beredar Surat Diduga dari Kejagung untuk Konsolidasi Usai Penggeledahan Cafe de' CLAN Signature

Kamis, 09 Juli 2026 | 12:53

Presiden Pasti Tahu Dinamika Penggeledahan Cafe de’CLAN Signature

Kamis, 09 Juli 2026 | 09:00

Terima Kasih Bang Refly, Nama Saya Sudah Diubah jadi ‘Si Udin’

Selasa, 07 Juli 2026 | 03:14

UPDATE

Proses Hukum Febrie Adriansyah Harus Bebas dari Intervensi Politik

Senin, 13 Juli 2026 | 06:23

Tentara Salib Eropa dalam Penjarahan Konstantinopel 1204

Senin, 13 Juli 2026 | 06:05

PT Japfa Comfeed di Cengkareng Terbakar

Senin, 13 Juli 2026 | 06:03

Timnas Inggris Tak Pernah Masuk Daftar Lawan Lionel Messi

Senin, 13 Juli 2026 | 05:32

Ivan Gunawan Harap Pemerintah Bantu Pembangunan 99 Masjid

Senin, 13 Juli 2026 | 05:23

Mengungkap Skandal Pemerasan Bu Etik

Senin, 13 Juli 2026 | 05:09

Ketahuan, Amplop Baru Dikembalikan?

Senin, 13 Juli 2026 | 05:03

MBG dan KDMP Manifestasi Nyata Pelaksanaan Pasal 33 UUD 1945

Senin, 13 Juli 2026 | 04:36

Mundurnya Febrie Adriansyah Jadi Pesan Politik Antikorupsi Pemerintahan Prabowo

Senin, 13 Juli 2026 | 04:05

Waspada! Ada Kompromi Kasus Ijazah Jokowi Disetop

Senin, 13 Juli 2026 | 04:02

Selengkapnya