Berita

Terbukti, Jemaat HKBP Bekasi Dibubarkan Paksa Lagi

MINGGU, 08 AGUSTUS 2010 | 12:24 WIB | LAPORAN: ALDI GULTOM

RMOL.Seperti dikhawatirkan, pembubaran paksa ibadah mingguan jemaat HKBP Pondok Timur Indah, Bekasi, Jawa Barat, oleh massa Ormas terjadi lagi untuk kesekian kalinya. Kali ini pembubaran berjalan lebih ricuh dari aksi-aksi sebelumnya (Minggu, 8/8).

Ratusan jemaat yang sudah berpindah lokasi kebaktian ke Desa Ciketing, Kecamatan Mustikajaya, Kota Bekasi, mengalami aksi kekerasan fisik dari massa yang marah karena tidak menemukan kesepakatan mengenai ijin penggunaan lahan untuk ibadah mingguan. Aparat kepolisian yang dikerahkan dari Polres Bekasi dan Polda Jawa Barat pun tidak mampu mencegah aksi bentrokan antara massa Ormas dengan jemaat. Bahkan, beberapa orang dari massa terlihat lolos dari penjagaan aparat dan menerobos masuk ke dalam kerumunan jemaat.

Kebaktian di lahan kosong milik HKBP PTI di Kampung Ciketing merupakan yang kedua kali dilaksanakan. Sebelumnya, ibadah dilaksanakan di Jalan Puyuh Raya 14 Pondok Timur Indah, namun beberapa kali didemo massa.


Perpindahan lokasi kebaktian dilakukan jemaat HKBP setelah Pemkot Bekasi mengeluarkan keputusan tentang penanganan permasalahan HKBP PTI. Dalam surat keputusan 460/1529.Kessos/VI/2010 yang ditandatangani Sekretaris Daerah Tjandra Utama Effendi tertanggal 9 Juli 2010 memutuskan, HKBP PTI tidak diperbolehkan lagi beribadah di Jalan Puyuh Raya Rt001/015 Kelurahan Mustikajaya, tapi diperbolehkan di tempat lain milik sendiri yakni di Kampung Ciketing. Kenyataannya, ibadah jemaat masih diusir paksa oleh Ormas dan warga sekitar kampung.

Sebelumnya, berbagai upaya untuk mencari perlindungan sudah dilakukan jemaat. Puluhan orang jemaat gereja HKBP Pondok Timur Indah (PTI) Bekasi, Jawa Barat, mendatangi Bareskrim Mabes Polri pada Kamis (22/7) untuk melaporkan tindakan penyegelan dan pelarangan beribadah yang dilakukan sekelompok orang dari Ormas tertentu. Jemaat juga mengadu ke Komnas HAM dan Komnas Perempuan.

Jemaat HKBP PTI yang memiliki anggota sebanyak 1500 orang, sudah beribadah di lokasi gereja selama 20 tahun. Namun belakangan, masyarakat terutama Ormas tertentu menolak keberadaan mereka.[ald]

Populer

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

Djaka Budhi Diuntungkan Berkat Menkeu Baru Suahasil Nazara

Minggu, 20 September 2026 | 14:18

Duit Rp100 Miliar Hasil OTT KPK Dikabarkan Milik Nusron Wahid

Selasa, 15 September 2026 | 13:16

Syukur Mandar Dicopot, Gerakan Oposisi Tegaskan Organisasi Bukan Milik Pribadi

Minggu, 20 September 2026 | 18:58

Pendatang Baru, Partai Gema Bangsa Siap Verifikasi Pemilu 2029

Minggu, 13 September 2026 | 17:39

Ahmad Dedi Dikabarkan Jadi Tersangka Baru Kasus Suap Bea Cukai

Senin, 21 September 2026 | 13:33

Desakan Pecat Nusron Mencuat, Ahmad Doli Memungkinkan jadi Pengganti

Minggu, 20 September 2026 | 05:26

UPDATE

KPK Terbitkan Sprindik Baru Terkait TPPU Wali Kota Madiun Maidi

Rabu, 23 September 2026 | 18:27

Pemerintah Sediakan Pendidikan Gratis Mulai TK hingga SMA Lewat Dana BOS

Rabu, 23 September 2026 | 18:19

IHSG-Rupiah Kompak Parkir di Zona Hijau Usai BI Tahan Suku Bunga

Rabu, 23 September 2026 | 17:58

Beli Tiket MotoGP Indonesia 2026 via wondr by BNI Diskon hingga Rp300 Ribu

Rabu, 23 September 2026 | 17:41

Anggota DPRD Hingga Petinggi LSM Diperiksa KPK dalam Kasus OTT Bupati Bekasi

Rabu, 23 September 2026 | 17:38

Prabowo Bentuk Tim Khusus Kaji Rencana Gratiskan Kuliah di PTN

Rabu, 23 September 2026 | 17:34

Bos BI Ungkap Investasi Asing Masuk RI Rp7,1Triliun, Ditopang SBN

Rabu, 23 September 2026 | 17:18

Legislator Nasdem Dorong Pembenahan Pelayaran, Belajar dari Kereta Api

Rabu, 23 September 2026 | 17:09

Pemerintah Bisa Lebih Repot Bila Daya Beli Kelas Menengah Terus Tertekan

Rabu, 23 September 2026 | 17:01

Prabowo Pantau Karhutla Sumatra-Kalimantan, 209,78 Hektare Masih Dipadamkan

Rabu, 23 September 2026 | 16:52

Selengkapnya