Jakarta, RMOL.
Begitu Busyro Muqoddas mendaftar diri sebagai calon Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), 14 Juni 2010, kritikan langsung mengalir.
Intinya, kenapa tidak mundur dari jabatan Ketua Komisi Yudisial (KY). Ini memberi kesan cari aman dan tidak mau rugi.
Lebih anehnya lagi, Busyro menerima saja masa perpanjangan jabatannya bersama komisioner KY yang lain melalui Keppres Nomor 82/C/2010 berlaku 2 Agustus 2010.
Padahal, itu momentum bagi Busyro untuk membuktikan kepada publik bahwa dia sungguh-sungguh tidak cari aman dan idak mau rugi.
”Saya tidak merasa diuntungkan, yang untung itu pencari keadilan. Sebab, kepemimpinan KY tidak kosong dengan adanya Keppres itu,’’ kata Busyro Muqoddas di sela-sela seleksi calon Ketua KPK, di kantor Kemenkumham, Jakarta, kemarin.
Berikut kutipan selengkapnya:
Ah, masa nggak merasa diuntungkan dengan Keppres tersebut?
Para pencari keadilan yang diuntungkan. Itu yang terutama, ya toh.
Atau barangkali negara yang rugi karena Anda sibuk mengiktui seleksi Ketua?
Seleksi di KPK itu kan tidak tiap hari. Waktu yang lain masih bisa melanjutkan tugas di KY. Jadi ruginya di mana? Nggak ada ruginya toh.
Apa konsentrasi tidak terganggu saat seleksi KPK karena masih mejabat Ketua KY?
Saya kira sama-sama tidak akan mengganggu. Di KY masih bisa menyelesaikan kewajiban-kewajiban saya. Jadi sama sekali nggak ada persoalan sama sekali. Keduanya lancar-lancar saja.
O ya, apa tidak bermasalah dengan Keppres itu?
Tidak ada masalah dengan perpanjangan itu melalui Keppres.
Bukankah rawan gugatan karena idealnya perpanjangan itu dengan Perppu?
Nggak, nggak ada kekhawatiran.
KY saat ini menyeleksi calon-calon Hakim Agung, bukankah keabsahan perekrutan itu dipersoalkan nantinya?
Saya tidak bicara tentang keabsahan. Yang penting komitmen saja. Komitmen untuk meneruskan KY.
Menurut Anda, apakah fungsi KY masih lemah?
Iya, masih lemah.
Jadi ke depan, wajah KY harus bagaimana?
Tetap menjaga moralitas, independensi dan transparansinya. Nomor satu itu karena ini akan memperkuat kepemimpinan.
Kalau melihat kondisi KY saat ini, idealnya figur yang cocok komisioner KY periode 2010-2015 seperti apa?
Harus memiliki kompetensi dan kepemimpinan yang powerful. Itu saja.
Anda bersama 11 calon lainnya mengikuti seleksi tahap psikotest dan wawancara, bagaimana kira-kira hasilnya?
Saya kira prosesnya cukup profesional, transparan, sebab yang lulus melalui profile dan assessment itu nanti akan diteruskan di antaranya dengan mengunjungi lingkungan rumahnya secara incognito. Jadi akan didatangi sebagai bagian cara menyeleksi untuk megetahui proses rekam jejak para calon.
Apakah ada perbedaan khas antara seleksi KY dan KPK?
Seleksi KY itu ada tahapan yang sama dengan seleksi Ketua KPK. Kalau KY itu ada letter case yang dikerjakan, kemudian ada investigasi yang dilakukan sebelumnya oleh jejaring-jejaring KY. Kemudian hasil investigasinya ya kita confirm dengan diterjunkannya tim (seleksi) KY ke tempat-tempat dari calon itu.
Sulit mana menurut Anda seleksi KY atau KPK?
Nah karena sekarang ini saya sedang mengikuti seleksi, sebetulnya sama-sama cermat, teliti, tapi kalau mau menilai mana yang sulit, itu relatif. Capek juga sih. Tapi itu saya sudah terbiasa. He-he-he... Sudah terbiasa sulit, sudah terbiasa capek, bangsa ini kan bangsa yang sedang mengalami kesulitan, jadi saya sudah terbiasa sulit.
Apakah ada persiapan khusus menghadapi tes KPK?
Oh iya. Kalau mau tes itu harus ada persiapan. Kalau nggak, ya main-main itu. Jadi saya persiapkan segalanya, mental iya, kemampuan iya, serius untuk persiapan itu.
Nggak baca buku atau latihan simulasi mengerjakan soal-soal?
Nggak, inikan reflektif saja. Psikotest ini kan tidak perlu belajar. Ini kan mengorek kejujuran, originalitas. Jadi apa yang harus dipelajari kalau (soal psikotest) ini membuka diri kita sendiri. Bagus ini. Hanya kalau ketahuan konsisten sama tidak. Yang bisa menterjemahkan dinamis saja.
Kalau terpilih menjadi Ketua KPK, apa sudah punya rencana untuk mengangkat kinerja KPK?
Sejak dulu, selama masa hidupku belum pernah berandai-andai. Pokoknya mengalir saja dengan apa yang saya lakukan selama ini. Ya, sudah hasil akhirnya kita lihat saja nanti.
[RM]