Berita

Olahraga

Sriwijaya FC Vs Arema Indonesia

RD Siapkan Para Algojo

MINGGU, 01 AGUSTUS 2010 | 08:38 WIB

Jakarta, RMOL.

Pelatih Sriwijaya FC (SFC) menyiapkan strategi khusus untuk menghadapi Arema Indonesia dalam partai final Piala Indonesia di stadion Manahan, Solo, Minggu (1/8) hari ini.

“Persipura selalu menggunakan formasi 3-4-3 dan mengandalkan agresivitas para pemainnya. Sehingga saya siapkan strategi khusus dan bermain lebih sabar. Berbeda dengan Arema yang bermain dengan formasi 4-1-4-1. Artinya, akan ada perubahan khusus saat menghadapi Arema nantinya,” jelas Rahmad Darmawan, kemarin.

Menurutnya, menghadapi Arema berbeda ketika timnya menghadapi Persipura.

“Saat menghadapi Persipura saya memang memperkuat lini tengah dan belakang. Sebab kita tahu pemain-pemain Persipura memiliki kecepatan. Tapi dengan Arema yang memiliki kekuatan di sayap dan kreativitas lini tengah, tentu berbeda,” ulasnya.

Apalagi Arema memiliki kolektivitas dan pemainnya sangat cepat dalam melakukan serangan balik. “Untuk itu kami harus konsentrasi dan tampil disiplin,” jelasnya.

Selain menyiapkan strategi khusus, RD, sapaan Rahmad, juga sudah menyiapkan para algojonya untuk mengantisipasi bila partai final diakhiri dengan adu tendangan penalti.

Sebab menurut RD, dalam situasi final, mereka harus siap dengan segala kondisi apapun. “Untuk itu pemain sudah siap menghadapi partai final, baik itu secara teknis, mental bertanding dan segala kemungkinan yang terjadi di final,” ujarnya.

Disinggung soal kepindahannya dari SFC, RD mengaku pemain dan dirinya sendiri sama sekali tidak terpengaruh. Justru kondisi ini semakin membuatnya bersama para pemain lebih bersemangat untuk memenangi partai final.

“Kesempatan kita sama dengan Arema. Kita ingin menang, mereka pun juga. Satu hal tentunya pemain sangat enjoy dan termotivasi untuk memenangi gelar,” jelas RD.

Sementara itu striker Sriwijaya FC Pavel Solomin optimis mampu mendapatkan gelar Piala Indonesia bagi Sriwijaya FC. Untuk itu ia bertekad menundukkan Kurnia Mega, kiper Arema Malang.

Pavel mengaku sangat berambisi meraih gelar sekaligus mencetak gol. Ia tentunya ingin membuktikan bahwa ia adalah striker yang pantas untuk diperhitungkan di kompetisi Indonesia.”Saya sangat inginkan gelar dan mencetak gol untuk SFC di final nanti,” jelas Pavel.

Sementara itu  Pelatih Arema Indonesia, Robert Rene Albert telah mempersiapkan dua pemain yang akan menggantikan posisi Pierre Njanka yang terkena akumulasi kartu kuning. Dua pemain yang sudah disiapkan adalah Waluyo dan Irfan.

Asisten pelatih Arema Indonesia Liestiadi mengatakan kedua pemain tersebut memang layak menggantikan posisi yang ditinggalkan Njanka.

“Meskipun kualitasnya masih dibawah Njanka, keduanya memang memiliki kemampuan yang tidak beda jauh dengan Njanka dan bisa diandalkan,” jelasnya.

Secara terpisah, tim Arema dapat suntikan semangat dari para suporternya. Komunitas suporter Aremania patut gembira. Para Kera Ngalam ini bisa sepenuhnya mendampingi tim kesayanganya di laga tersebut.

Pihak Panpel lokal dengan tangan terbuka menerima kehadiran Aremania di Stadion Manahan Solo dan menyiapkan tiket 20 ribu buat Aremania. “Wajar, karena kapasitas Stadion Manahan Solo itu, mampu menampung penonton 40 ribu. Alhamdulillah kami diberi jatah separuhnya,” kata Ahmad Ghozali, juru bicara tur Aremania kemarin.

Menurut Ahmad Ghozali, animo Aremania pada partai puncak nanti jauh lebih besar ketimbang saat Arema lawan Persik di Sidoarjo (28/7) lalu. Karena itu, ia yakin kuota 20 ribu tersebut akan terisi. Bahkan ia memprediksi jumlahnya bisa melebihi kapasitas itu.

Mengacu pada kuota 4 ribu yang diberikan pada laga di Sidoarjo jelas Ahmad Ghozali, ternyata yang datang menembus di atas 10 ribu. “Kami sangat respek dengan semua pihak yang membantu kelancaran perjalanan Arema ke Sidoarjo. Kami berharap ke Solo pada Minggu (1/8) nanti juga bisa lancar tidak ada hambatan apa-apa di jalan,” harapnya.

[RM]

Populer

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Kehadiran Anies di Cikeas Jadi Masalah Serius

Jumat, 27 Maret 2026 | 02:08

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Mengapa Kapal Pertamina Tidak Bisa Lewat Selat Hormuz?

Sabtu, 28 Maret 2026 | 02:59

SBY Menolak Silaturahmi Lebaran Anies?

Jumat, 27 Maret 2026 | 03:43

UPDATE

Fenomena, Warga Sumsel Ramai-Ramai Siarkan Banjir Secara Live

Minggu, 05 April 2026 | 21:48

Besok Jusuf Kalla Laporkan Rismon Sianipar ke Bareskrim Polri

Minggu, 05 April 2026 | 21:29

Kejagung Periksa Kajari Karo Danke Rajagukguk

Minggu, 05 April 2026 | 20:57

Rekan Akmil Kenang Dedikasi Mayor Zulmi di Medan Tugas

Minggu, 05 April 2026 | 20:47

LPSK: RUU PSDK Harus Perkuat SIstem Perlindungan Saksi dan Korban

Minggu, 05 April 2026 | 20:31

JK: Saya Kenal Roy Suryo, Tapi Tak Pernah Danai Isu Ijazah Jokowi

Minggu, 05 April 2026 | 19:58

Simpan Telur di Kulkas, Dicuci Dulu atau Tidak?

Minggu, 05 April 2026 | 19:56

BRIN Ungkap Asa-Usul Cahaya Misterius di Langit Lampung

Minggu, 05 April 2026 | 19:15

Mayor Anumerta Zulmi Salah Satu Prajurit Terbaik Kopassus

Minggu, 05 April 2026 | 18:51

Terendus Skema Gulingkan Prabowo Lewat Rekayasa Krisis dan Kerusuhan

Minggu, 05 April 2026 | 18:33

Selengkapnya