Berita

Kuasa Hukum Keluarga Agrapinus Rumatora alias Nuskei, Pangeran Mangkubumi. (Foto: Istimewa)

Hukum

Dua Terdakwa Pembunuhan Nuskei Dituntut Hukum Mati, Kuasa Hukum Apresiasi JPU

JUMAT, 06 NOVEMBER 2026 | 15:47 WIB | LAPORAN: AHMAD KIFLAN WAKIK

Kuasa Hukum Keluarga Agrapinus Rumatora alias Nuskei, Pangeran Mangkubumi mengapresiasi pertimbangan hukum Jaksa Penuntut Umum Kejaksaan Tinggi Maluku dalam persidangan di Pengadilan Negeri Ambon.

Apresiasi itu diberikan setelah Jaksa Penuntut Umum menuntut ke 2 terdakwa pembunuhan  Nuskei dengan hukuman mati.

Tuntutan yang dibacakan oleh JPU Henly Lakburlawal dihadapan Hakim Ketua Nanang Zulkarnain Faisal, didampingi 2 Hakim Anggota, Iqbal Albana dan Beny Sumarno, menurut Pangeran sementara ini telah memenuhi unsur keadilan bagi keluarga korban.


Walaupun, kata dia, pihak keluarga Nuskei masih tetap meyakini bahwa ke 2 terdakwa hanyalah eksekutor lapangan yang mendapat perintah dari pihak ke 3.

“Kami mengapresiasi pertimbangan JPU, sudah sepantasnya ke 2 terdakwa mendapatkan tuntutan tersebut meskipun dari pihak keluarga masih dengan keyakinannya bahwa mereka hanya eksekutor yang diperintah oleh pihak lain,” ujar Pangeran dalam keterangan tertulis, Jumat 6 November 2026.

Pangeran juga mengingatkan bahwa sejak awal pihak keluarga telah membuat LP di Bareskrim Polri pada tanggal 20 April 2026 untuk menambahkan pasal 20 dan 21 Undang-Undang No 1 Tahun 2023 tentang pasal penyertaan untuk menarik pihak-pihak yang diduga menjadi otak dibalik kasus pembunuhan korban di Bandara Langgur, Kabupaten Maluku Barat pada Minggu, 19 April 2026 sekitar pukul 11.25 WIT.

“Alasan mengapa pihak keluarga menambahkan Pasal 20 dan 21 KUHP ya tujuannya untuk membuat kasus pembunuhan Almarhum semakin terang benderang, siapa Intellectual dader nya,” tambah Pangeran.

Sebagai Kuasa Hukum keluarga, Pangeran berharap agar Majelis Hakim Pengadilan Negeri Ambon dapat memberikan putusan yang sesuai dengan pertimbangan JPU.

Populer

PKS Anggap Permintaan Maaf Raffi Ahmad Belum Cukup

Minggu, 01 November 2026 | 22:28

Bonatua akan Diperiksa Bareskrim terkait Dugaan Pemalsuan Dokumen Suket Gibran

Rabu, 04 November 2026 | 23:19

Syarat Penerima BSU 2026 Resmi dari Kemnaker, Cek Kriterianya

Jumat, 30 Oktober 2026 | 16:29

Jokowi Jangan Mimpi PSI Jadi Partai Besar

Selasa, 03 November 2026 | 02:41

Boikot Raffi Ahmad-Willie Salim Cederai Nilai Demokrasi

Senin, 02 November 2026 | 20:11

Peringatan Yusril soal Pencalonan Gibran Problematik Kini Terbukti

Minggu, 01 November 2026 | 12:02

KPK Bongkar Dugaan Akal-akalan Cukai Rokok PT Djarum Sejak 2010

Senin, 02 November 2026 | 15:43

UPDATE

IHSG Terkoreksi 1,97 Persen, Mayoritas Saham Berakhir di Zona Merah

Jumat, 06 November 2026 | 12:31

Ekonom Soroti Potensi Konflik Kepentingan CIO Danantara

Jumat, 06 November 2026 | 12:22

Menperin Ungkap Strategi Hadapi Tekanan Industri Tembakau

Jumat, 06 November 2026 | 12:11

Ketum Partai dan Pejabat yang Terlibat Penyadapan Presiden Harus Jadi Tersangka

Jumat, 06 November 2026 | 12:01

Di Tengah Polemik Ijazah, Pengaruh Politik Jokowi Masih Jadi Perhatian

Jumat, 06 November 2026 | 11:51

Bantah Narasi Deindustrialisasi, Menperin: Industri RI Tidak Gelap

Jumat, 06 November 2026 | 11:40

Indonesia-Somalia Bahas Peluang Kerja Sama Perikanan hingga Keamanan Maritim

Jumat, 06 November 2026 | 11:34

Cokbang Buka Peluang Ekonomi Baru dari Kakao Sabang

Jumat, 06 November 2026 | 11:30

KPK Periksa Komisaris PT Murakabi Media Indonesia di Kasus Asuransi Pelni

Jumat, 06 November 2026 | 11:29

Utang Paylater Masyarakat di Bank Tembus Rp31,5 Triliun hingga September 2026

Jumat, 06 November 2026 | 11:16

Selengkapnya