Berita

Badan Pengelolaan Investasi Daya Anagata Nusantara (BPI Danantara). (Foto: Istimewa)

Finansial

Ekonom Soroti Potensi Konflik Kepentingan CIO Danantara

JUMAT, 06 NOVEMBER 2026 | 12:22 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Tata kelola dan transparansi menjadi aspek penting dalam pengelolaan investasi negara, terutama ketika pejabat yang memegang kewenangan strategis juga memiliki keterkaitan dengan aktivitas bisnis di sektor yang sama. 

Hal inilah yang menjadi sorotan terhadap Chief Investment Officer (CIO) Danantara Indonesia, Pandu Sjahrir, menyusul informasi mengenai kepemilikan sahamnya di PT Supra Sekuritas Indonesia.

Ekonom Aktivis Kesatuan Nelayan Tradisional Indonesia (KNKTI), Dani Setiawan, menilai persoalan tersebut perlu menjadi perhatian pemerintah, termasuk Presiden Prabowo Subianto. Menurutnya, kejelasan pemisahan antara kepentingan pribadi dan tanggung jawab jabatan diperlukan untuk menjaga kredibilitas Danantara sebagai lembaga yang mendapat mandat mengelola investasi negara.


“Irisan kepentingan bisnis pribadi pimpinan Danantara (Pandu Sjahrir), sangat berbahaya bagi masa depan Danantara, apalagi yang bersangkutan memiliki wewenang untuk pengelolaan investasi negara," ujar Dani, dalam pernyataannya dikutip di Jakarta, Jumat 6 November 2026.

Berdasarkan catatan perusahaan, Pandu tercatat memiliki 99,99 persen saham PT Asha Artha Sehati. Perusahaan tersebut selanjutnya menguasai 27,5 persen saham Supra Sekuritas. Kepemilikan melalui perusahaan perantara itu tercatat sejak akhir 2023.

Dani menilai, persoalan ini perlu mendapat perhatian serius karena berkaitan dengan reputasi pengelolaan investasi negara dan kepercayaan terhadap perekonomian Indonesia. Terlebih, transparansi kepemilikan saham, integritas transaksi, dan tata kelola pasar modal nasional tengah menjadi perhatian, termasuk dalam sorotan Morgan Stanley Capital International (MSCI).

Danantara memiliki mandat besar sebagai salah satu instrumen pembangunan nasional. Karena itu, lembaga tersebut membutuhkan kepemimpinan yang mengedepankan kredibilitas, transparansi, serta komitmen untuk menempatkan kepentingan negara di atas kepentingan pribadi maupun kelompok.

Dani berpandangan Pandu sebaiknya mempertimbangkan pengunduran diri sebagai CIO Danantara untuk menghindari potensi benturan kepentingan. Langkah tersebut dinilai dapat menjadi bentuk tanggung jawab etis, terutama apabila keputusan investasi yang diambil dalam kapasitasnya sebagai CIO berpotensi bersinggungan dengan kepentingan bisnis yang dimilikinya, baik secara langsung maupun melalui perusahaan perantara.

Kepercayaan publik terhadap Danantara menjadi hal penting. Sebagai lembaga yang mengelola aset negara, Danantara diharapkan menjalankan mandatnya dengan prinsip transparansi dan akuntabilitas, sehingga pengelolaan aset tersebut dapat memberikan manfaat optimal bagi masyarakat dan negara. 


Populer

PKS Anggap Permintaan Maaf Raffi Ahmad Belum Cukup

Minggu, 01 November 2026 | 22:28

Bonatua akan Diperiksa Bareskrim terkait Dugaan Pemalsuan Dokumen Suket Gibran

Rabu, 04 November 2026 | 23:19

Syarat Penerima BSU 2026 Resmi dari Kemnaker, Cek Kriterianya

Jumat, 30 Oktober 2026 | 16:29

Jokowi Jangan Mimpi PSI Jadi Partai Besar

Selasa, 03 November 2026 | 02:41

Boikot Raffi Ahmad-Willie Salim Cederai Nilai Demokrasi

Senin, 02 November 2026 | 20:11

Peringatan Yusril soal Pencalonan Gibran Problematik Kini Terbukti

Minggu, 01 November 2026 | 12:02

KPK Bongkar Dugaan Akal-akalan Cukai Rokok PT Djarum Sejak 2010

Senin, 02 November 2026 | 15:43

UPDATE

IHSG Terkoreksi 1,97 Persen, Mayoritas Saham Berakhir di Zona Merah

Jumat, 06 November 2026 | 12:31

Ekonom Soroti Potensi Konflik Kepentingan CIO Danantara

Jumat, 06 November 2026 | 12:22

Menperin Ungkap Strategi Hadapi Tekanan Industri Tembakau

Jumat, 06 November 2026 | 12:11

Ketum Partai dan Pejabat yang Terlibat Penyadapan Presiden Harus Jadi Tersangka

Jumat, 06 November 2026 | 12:01

Di Tengah Polemik Ijazah, Pengaruh Politik Jokowi Masih Jadi Perhatian

Jumat, 06 November 2026 | 11:51

Bantah Narasi Deindustrialisasi, Menperin: Industri RI Tidak Gelap

Jumat, 06 November 2026 | 11:40

Indonesia-Somalia Bahas Peluang Kerja Sama Perikanan hingga Keamanan Maritim

Jumat, 06 November 2026 | 11:34

Cokbang Buka Peluang Ekonomi Baru dari Kakao Sabang

Jumat, 06 November 2026 | 11:30

KPK Periksa Komisaris PT Murakabi Media Indonesia di Kasus Asuransi Pelni

Jumat, 06 November 2026 | 11:29

Utang Paylater Masyarakat di Bank Tembus Rp31,5 Triliun hingga September 2026

Jumat, 06 November 2026 | 11:16

Selengkapnya