Berita

Jokowi tunjukan ijazah (Foto: Istimewa)

Politik

Baru Tunjukkan Ijazah, Jokowi Bukan Sosok Negarawan!

JUMAT, 06 NOVEMBER 2026 | 10:39 WIB | LAPORAN: FAISAL ARISTAMA

Langkah Joko Widodo menunjukkan ijazahnya di persidangan justru menuai kritik. Mantan Presiden RI itu dinilai bukan sosok negarawan karena membiarkan polemik dugaan ijazah palsu berlarut-larut hingga menimbulkan kegaduhan di tengah masyarakat.

Pengamat komunikasi politik Universitas Esa Unggul, M. Jamiluddin Ritonga menilai, jika Jokowi memiliki jiwa kenegarawanan, seharusnya ijazah tersebut diperlihatkan sejak awal ketika polemik mulai mencuat.

"Joko Widodo menunjukan ijazah di pengadilan mempertegas bukanlah sosok negarawan. Kalau Jokowi negawarawan seharusnya ijazahnya sudah ditunjukkan sejak awal. Tapi nyatanya hal itu dibiarkannya berlarut-larut hingga membuat gaduh” kata Jamiluddin kepada RMOL, Jumat, 6 November 2026.


Menurut Jamiluddin, sikap Jokowi justru menimbulkan kesan bahwa polemik tersebut sengaja dibiarkan berlarut-larut demi kepentingan pribadi, sekaligus menjaga namanya tetap menjadi perbincangan publik.

"Jokowi seolah berharap dari kasus tersebut namanya terus menerus menjadi perbincangan publik. Jadi, Jokowi terkesan sengaja memelihara kasus tersebut berlarut-larut. Jokowi pada saat yang tepat baru mempertontonkan ijazahnya di pengadilan,” katanya.

Jamiluddin bahkan mengibaratkan langkah Jokowi tersebut sebagai upaya menggiring Roy Suryo dan pihak-pihak lain hingga berada dalam posisi sulit sebelum akhirnya menunjukkan ijazah di persidangan.

"Karena itu ada kesan, Jokowi seolah menggiring Roy Suryo dan kawan-kawan hingga ke tepi jurang. Pada saat itulah Jokowi menendang Roy Suryo dan kawan-kawan dengan harapan masuk jurang,” ujarnya.

Meski demikian, Jamiluddin mengingatkan bahwa penunjukan ijazah di pengadilan tidak serta-merta mengakhiri polemik dugaan ijazah palsu. Keaslian dokumen tersebut tetap harus dibuktikan melalui proses pemeriksaan yang objektif.

"Karena itu, hakim tentu akan membuktikan keaslian ijazah tersebut dengan berbagai metode. Bahkan bila diperlukan ijazah itu dibuktikan di laboratorium yang independen. Dengan cara itu, kepastian keaslian ijazah Jokowi akan dapat diterima semua pihak. Itulah cara yang paling adil untuk menentukan keaslian ijazah Jokowi,” pungkasnya.

Populer

PKS Anggap Permintaan Maaf Raffi Ahmad Belum Cukup

Minggu, 01 November 2026 | 22:28

Bonatua akan Diperiksa Bareskrim terkait Dugaan Pemalsuan Dokumen Suket Gibran

Rabu, 04 November 2026 | 23:19

Syarat Penerima BSU 2026 Resmi dari Kemnaker, Cek Kriterianya

Jumat, 30 Oktober 2026 | 16:29

Jokowi Jangan Mimpi PSI Jadi Partai Besar

Selasa, 03 November 2026 | 02:41

Boikot Raffi Ahmad-Willie Salim Cederai Nilai Demokrasi

Senin, 02 November 2026 | 20:11

Peringatan Yusril soal Pencalonan Gibran Problematik Kini Terbukti

Minggu, 01 November 2026 | 12:02

KPK Bongkar Dugaan Akal-akalan Cukai Rokok PT Djarum Sejak 2010

Senin, 02 November 2026 | 15:43

UPDATE

IHSG Terkoreksi 1,97 Persen, Mayoritas Saham Berakhir di Zona Merah

Jumat, 06 November 2026 | 12:31

Ekonom Soroti Potensi Konflik Kepentingan CIO Danantara

Jumat, 06 November 2026 | 12:22

Menperin Ungkap Strategi Hadapi Tekanan Industri Tembakau

Jumat, 06 November 2026 | 12:11

Ketum Partai dan Pejabat yang Terlibat Penyadapan Presiden Harus Jadi Tersangka

Jumat, 06 November 2026 | 12:01

Di Tengah Polemik Ijazah, Pengaruh Politik Jokowi Masih Jadi Perhatian

Jumat, 06 November 2026 | 11:51

Bantah Narasi Deindustrialisasi, Menperin: Industri RI Tidak Gelap

Jumat, 06 November 2026 | 11:40

Indonesia-Somalia Bahas Peluang Kerja Sama Perikanan hingga Keamanan Maritim

Jumat, 06 November 2026 | 11:34

Cokbang Buka Peluang Ekonomi Baru dari Kakao Sabang

Jumat, 06 November 2026 | 11:30

KPK Periksa Komisaris PT Murakabi Media Indonesia di Kasus Asuransi Pelni

Jumat, 06 November 2026 | 11:29

Utang Paylater Masyarakat di Bank Tembus Rp31,5 Triliun hingga September 2026

Jumat, 06 November 2026 | 11:16

Selengkapnya