Kepala Bakom RI Syahganda Nainggolan (Foto: Bakom RI)
Kepala Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom) RI, Syahganda Nainggolan menegaskan komitmen pemerintah untuk melawan segala bentuk tindakan yang mengarah pada perbuatan makar.
Pernyataan itu disampaikan Syahganda merespons dugaan penyadapan terhadap Presiden Prabowo Subianto beserta sejumlah pejabat dan tokoh nasional yang belakangan mencuat.
Menurutnya, dugaan tersebut merupakan persoalan serius yang tidak bisa ditoleransi karena berpotensi mengarah pada tindakan makar sekaligus membahayakan keselamatan kepala negara.
"Dugaan penyadapan terhadap Presiden Prabowo Subianto merupakan persoalan serius yang tidak bisa ditoleransi, karena hal itu sudah mengarah ke tindakan makar. Kita harus melawan segala bentuk makar," ujar Syahganda dalam pernyataan resmi, dikutip Jumat, 6 November 2026.
Menurutnya, Presiden merupakan simbol negara sekaligus representasi kedaulatan bangsa yang harus dijaga dan dihormati oleh seluruh rakyat Indonesia.
Karena itu, tindakan pengkhianatan yang dilakukan pejabat negara terhadap Presiden juga harus dipandang sebagai bentuk pengkhianatan terhadap negara dan konstitusi.
Syahganda menekankan bahwa setiap dugaan tindakan yang berpotensi mengancam keamanan, keselamatan, maupun kewibawaan Presiden harus ditangani melalui mekanisme hukum.
Penegakan hukum diperlukan agar persoalan tersebut dapat diungkap secara objektif dan tidak menimbulkan polemik berkepanjangan.
"Setiap tindakan yang berpotensi mengancam keamanan, keselamatan, dan kewibawaan Presiden harus diusut secara objektif, transparan, dan ditindak tegas sesuai hukum yang berlaku," papar dia.
Lebih lanjut, Syahganda mengajak seluruh elemen bangsa untuk turut menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat serta memperkuat persatuan nasional.
Dia mengingatkan agar kepentingan dan ambisi kekuasaan tidak menjadi alasan untuk membiarkan tindakan yang berpotensi memecah belah bangsa.
"Jangan biarkan ambisi-ambisi kekuasaan membuat kita mentolerir politik busuk, tanpa moral dan bisa memecah-belah persatuan kita," pungkasnya.