Berita

Ilustrasi (Artificial Intelligence)

Bursa

Kospi Terjun 8 Persen, Bursa Asia Terseret Badai Saham AI

JUMAT, 06 NOVEMBER 2026 | 08:36 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Kekhawatiran terhadap prospek saham kecerdasan buatan (AI) kembali mengguncang pasar global. 

Setelah saham-saham teknologi di Amerika Serikat (AS) dihantam aksi jual besar-besaran, tekanan tersebut merembet ke bursa Asia-Pasifik pada perdagangan Jumat, 6 November 2026.

Korea Selatan menjadi pasar dengan penurunan terdalam. Indeks Kospi anjlok lebih dari 8 persen hingga jatuh di bawah level 5.000, sementara indeks saham berkapitalisasi kecil Kosdaq merosot lebih dari 7 persen.


Tekanan juga melanda pasar saham Jepang. Indeks Nikkei 225 turun lebih dari 2 persen, sedangkan indeks Topix yang mencakup lebih banyak saham melemah lebih dalam, yakni sekitar 2,9 persen.

Di Hong Kong, kontrak berjangka indeks Hang Seng diperdagangkan di level 24.494. Posisi tersebut lebih rendah dibandingkan penutupan perdagangan sebelumnya di 24.796,98.

Sementara itu, indeks S&P/ASX 200 Australia turut melemah 0,9 persen, menambah panjang daftar bursa regional yang bergerak di zona merah.

Gelombang pelemahan ini mencerminkan kekhawatiran investor yang kembali meningkat terhadap saham-saham teknologi dan AI. Sentimen negatif tersebut sebelumnya terlihat di Wall Street, ketika Nasdaq Composite yang didominasi saham teknologi jatuh hingga memasuki wilayah koreksi.

Populer

PKS Anggap Permintaan Maaf Raffi Ahmad Belum Cukup

Minggu, 01 November 2026 | 22:28

Syarat Penerima BSU 2026 Resmi dari Kemnaker, Cek Kriterianya

Jumat, 30 Oktober 2026 | 16:29

Bonatua akan Diperiksa Bareskrim terkait Dugaan Pemalsuan Dokumen Suket Gibran

Rabu, 04 November 2026 | 23:19

Jokowi Jangan Mimpi PSI Jadi Partai Besar

Selasa, 03 November 2026 | 02:41

Boikot Raffi Ahmad-Willie Salim Cederai Nilai Demokrasi

Senin, 02 November 2026 | 20:11

Peringatan Yusril soal Pencalonan Gibran Problematik Kini Terbukti

Minggu, 01 November 2026 | 12:02

KPK Bongkar Dugaan Akal-akalan Cukai Rokok PT Djarum Sejak 2010

Senin, 02 November 2026 | 15:43

UPDATE

Irjen Slamet Uliandi Tersangka Keempat Kasus Penyadapan Telepon Prabowo

Jumat, 06 November 2026 | 02:03

Dzulfikar dan Fuji Abdul Tekankan Intelektualisme Pemuda untuk Pengabdian Bangsa

Jumat, 06 November 2026 | 01:31

Pramono Bertahap Menata Parkir Liar hingga Fasilitas Tanah Abang

Jumat, 06 November 2026 | 01:17

Kalau Hasil Labfor Polri Diragukan, Siapa Lagi yang Mau Dipegang?

Jumat, 06 November 2026 | 01:05

Menjaga Riau dari Ancaman Karhutla Lewat Mitigasi Berkelanjutan

Jumat, 06 November 2026 | 00:32

PPKK Perkuat Pengamanan Kawasan Kemayoran

Jumat, 06 November 2026 | 00:17

Tunjukkan Ijazah di Pengadilan Belum Tentu Akhiri Polemik

Jumat, 06 November 2026 | 00:08

Listyo Sigit Cs Pakai Mesin Sadap Seharga Rp212 Miliar

Kamis, 05 November 2026 | 23:39

Gratis Masuk Ancol Bulan November, Cek Caranya

Kamis, 05 November 2026 | 23:12

Jokowi Menolak Ijazah Diuji Ulang, Pengamat: Apa karena Kapolri sudah Diganti?

Kamis, 05 November 2026 | 23:01

Selengkapnya