Berita

Ilustrasi demo di Prancis (Tangkapan layar RMOL dari siaran YouTube France24)

Global

Prancis Kembali Dikepung Demo Besar, Buruh Tuntut Kenaikan Upah

JUMAT, 06 NOVEMBER 2026 | 08:16 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Gelombang kemarahan terhadap mahalnya biaya hidup kembali mengguncang Prancis. 

Dikutip dari France24, Jumat, 6 November 2026, ratusan ribu pekerja turun ke jalan dan melakukan mogok kerja nasional pada Kamis, waktu setempat. Mereka menuntut kenaikan upah serta perbaikan layanan publik yang dinilai semakin memburuk.

Kementerian Dalam Negeri Prancis mencatat sekitar 575.000 orang mengikuti demonstrasi di berbagai wilayah. Namun, serikat pekerja CGT memperkirakan jumlah peserta mencapai 1,6 juta orang. Di Paris saja, pemerintah mencatat 60.000 demonstran, jauh di bawah perkiraan CGT yang mencapai 350.000 orang.


Aksi tersebut sebagian besar berlangsung damai, meski bentrokan terjadi di sejumlah kota. Polisi menggunakan gas air mata untuk membubarkan massa di Lyon, tempat sebuah kendaraan dibakar. Hingga pukul 18.00 waktu setempat, sebanyak 448 orang ditangkap dan 53 petugas keamanan dilaporkan terluka.

Pemimpin serikat pekerja CGT, Sophie Binet, menegaskan bahwa demonstrasi kali ini menjadi bagian dari perjuangan pekerja untuk mendapatkan kehidupan yang lebih layak. 

"Pertanyaan hari ini bukanlah apakah kita akan menang, tetapi seberapa besar kemenangan yang akan kita raih," ujarnya dalam aksi di Paris.

Para pekerja menuntut kenaikan upah secara menyeluruh dan reformasi pajak. Mereka juga memprotes meningkatnya biaya hidup serta ketimpangan sosial. Seorang pekerja sosial di Marseille, Lea, mengatakan dirinya sudah lelah harus terus menghitung setiap pengeluaran. "Gerakan sosial ini telah memberi kami harapan," katanya.

Gelombang protes tersebut juga melibatkan sektor pendidikan dan transportasi. Pemerintah melaporkan aksi blokade di 81 dari sekitar 3.700 sekolah menengah, sementara serikat mahasiswa menyebut kegiatan belajar dihentikan di sekitar 1.000 sekolah. Sekitar 16 persen guru di seluruh Prancis juga ikut mogok kerja.

Pemerintah mengerahkan 70.000 personel polisi dan pasukan keamanan untuk mengantisipasi kerusuhan. Demonstrasi ini berlangsung di tengah tekanan ekonomi dan ketidakpuasan masyarakat terhadap kondisi sosial, sekitar enam bulan sebelum Prancis menggelar pemilihan untuk menentukan pengganti Presiden Emmanuel Macron.

Populer

PKS Anggap Permintaan Maaf Raffi Ahmad Belum Cukup

Minggu, 01 November 2026 | 22:28

Syarat Penerima BSU 2026 Resmi dari Kemnaker, Cek Kriterianya

Jumat, 30 Oktober 2026 | 16:29

Bonatua akan Diperiksa Bareskrim terkait Dugaan Pemalsuan Dokumen Suket Gibran

Rabu, 04 November 2026 | 23:19

Jokowi Jangan Mimpi PSI Jadi Partai Besar

Selasa, 03 November 2026 | 02:41

Boikot Raffi Ahmad-Willie Salim Cederai Nilai Demokrasi

Senin, 02 November 2026 | 20:11

Peringatan Yusril soal Pencalonan Gibran Problematik Kini Terbukti

Minggu, 01 November 2026 | 12:02

KPK Bongkar Dugaan Akal-akalan Cukai Rokok PT Djarum Sejak 2010

Senin, 02 November 2026 | 15:43

UPDATE

Irjen Slamet Uliandi Tersangka Keempat Kasus Penyadapan Telepon Prabowo

Jumat, 06 November 2026 | 02:03

Dzulfikar dan Fuji Abdul Tekankan Intelektualisme Pemuda untuk Pengabdian Bangsa

Jumat, 06 November 2026 | 01:31

Pramono Bertahap Menata Parkir Liar hingga Fasilitas Tanah Abang

Jumat, 06 November 2026 | 01:17

Kalau Hasil Labfor Polri Diragukan, Siapa Lagi yang Mau Dipegang?

Jumat, 06 November 2026 | 01:05

Menjaga Riau dari Ancaman Karhutla Lewat Mitigasi Berkelanjutan

Jumat, 06 November 2026 | 00:32

PPKK Perkuat Pengamanan Kawasan Kemayoran

Jumat, 06 November 2026 | 00:17

Tunjukkan Ijazah di Pengadilan Belum Tentu Akhiri Polemik

Jumat, 06 November 2026 | 00:08

Listyo Sigit Cs Pakai Mesin Sadap Seharga Rp212 Miliar

Kamis, 05 November 2026 | 23:39

Gratis Masuk Ancol Bulan November, Cek Caranya

Kamis, 05 November 2026 | 23:12

Jokowi Menolak Ijazah Diuji Ulang, Pengamat: Apa karena Kapolri sudah Diganti?

Kamis, 05 November 2026 | 23:01

Selengkapnya