Berita

Presiden Prabowo Subianto. (Foto: YouTube TV Parlemen)

Politik

Terbongkarnya Penyadapan Jadi Momen Prabowo Bersihkan Menteri Geng Solo

JUMAT, 06 NOVEMBER 2026 | 05:35 WIB | LAPORAN: WIDODO BOGIARTO

Dugaan penyadapan ilegal terhadap Presiden Prabowo Subianto yang menyeret mantan Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo menjadi pelajaran penting bagi pemerintahan baru. 

Politikus PDI Perjuangan (PDIP), Beathor Suryadi meminta Prabowo melakukan evaluasi menyeluruh terhadap jajaran Kabinet Merah Putih, terutama menteri-menteri yang dinilainya masih memiliki kedekatan politik dengan mantan Presiden Joko Widodo (Jokowi).

"Bersihkan Kabinet dari Geng Solo," kata Beathor, dikutip Jumat 6 November 2026.


Menurut Beathor, persoalan yang kini mencuat memperlihatkan risiko politik ketika seorang presiden mempertahankan atau membawa orang-orang dari lingkaran kekuasaan pemerintahan sebelumnya ke dalam pemerintahan baru.

Beathor menilai, dugaan penyadapan terhadap Prabowo merupakan salah satu konsekuensi dari keputusan politik yang tidak melakukan pergantian personel secara menyeluruh setelah terjadi pergantian kepemimpinan nasional.

Ia menyoroti perjalanan karier Listyo Sigit yang mendapatkan posisi strategis di institusi kepolisian pada masa pemerintahan Jokowi. 

Listyo menjabat Kapolres Solo saat Jokowi menjadi Walikota Solo. Saat menjadi Presiden RI, Jokowi mengangkat Listyo sebagai ajudannya,

Hingga kemudian Listyo dilantik Jokowi sebagai Kapolri pada Januari 2021 dan menjabat hingga Oktober 2026.

Menurut Beathor, riwayat tersebut perlu menjadi bahan evaluasi Prabowo dalam menentukan siapa saja orang yang dipercaya menduduki jabatan strategis di pemerintahan.

“Listyo punya sejarah posisinya dari Jokowi. Maka, dia sangat loyal terhadap kepentingan Jokowi,” kata Beathor.

Ia menilai, seorang presiden harus memastikan bahwa seluruh pejabat yang berada dalam lingkaran kekuasaannya bekerja berdasarkan kepentingan negara dan mandat presiden, bukan kepentingan politik mantan penguasa.

Populer

PKS Anggap Permintaan Maaf Raffi Ahmad Belum Cukup

Minggu, 01 November 2026 | 22:28

Syarat Penerima BSU 2026 Resmi dari Kemnaker, Cek Kriterianya

Jumat, 30 Oktober 2026 | 16:29

Bonatua akan Diperiksa Bareskrim terkait Dugaan Pemalsuan Dokumen Suket Gibran

Rabu, 04 November 2026 | 23:19

Jokowi Jangan Mimpi PSI Jadi Partai Besar

Selasa, 03 November 2026 | 02:41

Boikot Raffi Ahmad-Willie Salim Cederai Nilai Demokrasi

Senin, 02 November 2026 | 20:11

Peringatan Yusril soal Pencalonan Gibran Problematik Kini Terbukti

Minggu, 01 November 2026 | 12:02

KPK Bongkar Dugaan Akal-akalan Cukai Rokok PT Djarum Sejak 2010

Senin, 02 November 2026 | 15:43

UPDATE

Irjen Slamet Uliandi Tersangka Keempat Kasus Penyadapan Telepon Prabowo

Jumat, 06 November 2026 | 02:03

Dzulfikar dan Fuji Abdul Tekankan Intelektualisme Pemuda untuk Pengabdian Bangsa

Jumat, 06 November 2026 | 01:31

Pramono Bertahap Menata Parkir Liar hingga Fasilitas Tanah Abang

Jumat, 06 November 2026 | 01:17

Kalau Hasil Labfor Polri Diragukan, Siapa Lagi yang Mau Dipegang?

Jumat, 06 November 2026 | 01:05

Menjaga Riau dari Ancaman Karhutla Lewat Mitigasi Berkelanjutan

Jumat, 06 November 2026 | 00:32

PPKK Perkuat Pengamanan Kawasan Kemayoran

Jumat, 06 November 2026 | 00:17

Tunjukkan Ijazah di Pengadilan Belum Tentu Akhiri Polemik

Jumat, 06 November 2026 | 00:08

Listyo Sigit Cs Pakai Mesin Sadap Seharga Rp212 Miliar

Kamis, 05 November 2026 | 23:39

Gratis Masuk Ancol Bulan November, Cek Caranya

Kamis, 05 November 2026 | 23:12

Jokowi Menolak Ijazah Diuji Ulang, Pengamat: Apa karena Kapolri sudah Diganti?

Kamis, 05 November 2026 | 23:01

Selengkapnya