Berita

Karopenmas Divhumas Mabes Polri Brigjen Trunoyudo Wisnu Andiko dan Direktur Tindak Pidana Siber Bareskrim Polri, Brigjen Suhermanto (kanan) saat jumpa pers di Gedung Divhumas Mabes Polri, Jakarta Selatan pada Kamis malam, 5 November 2026. (Foto: Dokumentasi RMOL)

Keamanan

Slamet Uliandi Pernah Setujui Hapus File Penyadapan di Awal Oktober

KAMIS, 05 NOVEMBER 2026 | 22:29 WIB | LAPORAN: BONFILIO MAHENDRA

Mantan Kepala Divisi Teknologi Informasi dan Komunikasi (Kadiv TIK), Irjen Slamet Uliandi memiliki peran penting dalam dugaan kasus penyadapan ilegal terhadap Presiden Prabowo Subianto. 

Direktur Tindak Pidana Siber (Dirtipidsiber) Bareskrim Polri, Brigjen Suhermanto menjelaskan bahwa Slamet berperan sebagai dewan pembina MC Bareskrim Polri. 

Hal ini diperkuat saat Slamet menjabat Kabagmonitoring Bareskrim pada 2010 hingga 2019. Saat itu ia menjadi pemberi izin sebelum Kepala Bagian Monitoring melakukan provisioning atau penyadapan.


"Sampai dengan saat ini, Kabakmon yaitu tersangka EH dan AS jika akan melaksanakan provisioning ataupun penyadapan, harus mendapat izin dari saudara SU," kata Suhermanto di Gedung Divhumas Mabes Polri, Jakarta Selatan pada Kamis, 5 November 2026.

Bahkan, Slamet juga terlibat dalam penghapusan hasil penyadapan pada awal Oktober 2026.

"Pada awal Oktober 2026, tersangka AS meminta izin untuk melakukan penghapusan hasil penyadapan kepada SU dan tersangka SU meng-acc melakukan penghapusan terhadap file hasil penyadapan selama ini," ujar Suhermanto.

Kini Slamet sudah resmi menjadi tersangka namun tidak ditahan karena saat ini dalam keadaan sakit. Selain Slamet, Bareskrim terlebih dahulu menetapkan mantan Kapolri sekaligus Kepala Kantor Staf Presiden (KSP) Listyo Sigit Prabowo, Kadivkum Polri Irjen Ahrie Sonta Nasution, dan Widyaiswara Kepolisian Utama TK I Sespim Lemdiklat Polri Irjen Eko Hadi Santoso sebagai tersangka dan langsung ditahan di Mako Brimob Depok.


Populer

PKS Anggap Permintaan Maaf Raffi Ahmad Belum Cukup

Minggu, 01 November 2026 | 22:28

Syarat Penerima BSU 2026 Resmi dari Kemnaker, Cek Kriterianya

Jumat, 30 Oktober 2026 | 16:29

Jokowi Jangan Mimpi PSI Jadi Partai Besar

Selasa, 03 November 2026 | 02:41

Boikot Raffi Ahmad-Willie Salim Cederai Nilai Demokrasi

Senin, 02 November 2026 | 20:11

Peringatan Yusril soal Pencalonan Gibran Problematik Kini Terbukti

Minggu, 01 November 2026 | 12:02

KPK Bongkar Dugaan Akal-akalan Cukai Rokok PT Djarum Sejak 2010

Senin, 02 November 2026 | 15:43

Bonatua akan Diperiksa Bareskrim terkait Dugaan Pemalsuan Dokumen Suket Gibran

Rabu, 04 November 2026 | 23:19

UPDATE

Demi Keamanan, Kapolri Patut Didukung Usut Dugaan Penyadapan Terhadap Presiden

Kamis, 05 November 2026 | 16:34

Potensi Wisata Besar Belum Dongkrak Ekonomi Sabang

Kamis, 05 November 2026 | 16:27

Pertamina Drilling Gandeng Halliburton Perkuat Operasional Migas di Timteng

Kamis, 05 November 2026 | 16:12

DPR Taruh Harapan di Pundak Suyudi dan Jajaran Usut Tuntas Kasus Listyo Sigit Dkk

Kamis, 05 November 2026 | 16:00

Bobolnya Lapis Pengaman Presiden

Kamis, 05 November 2026 | 15:48

Ekonomi Aceh Tetap Tumbuh Positif Meski Dihantam Bencana

Kamis, 05 November 2026 | 15:46

BPS: Pengangguran RI Berkurang 77 Ribu Orang per Agustus 2026

Kamis, 05 November 2026 | 15:38

Pertamina Hulu Energi Catat Torehan Manis Jelang Akhir Tahun

Kamis, 05 November 2026 | 15:33

ABP: Rakyat Tetap Berdiri Bersama Presiden Prabowo

Kamis, 05 November 2026 | 15:28

Jokowi Keberatan Roy Suryo Minta Ijazah Diperiksa Lagi

Kamis, 05 November 2026 | 15:22

Selengkapnya