Berita

Penumpang MRT Jakarta. (Foto: RMOL/Alifia Dwi)

Makro

BPS Catat Seluruh Lapangan Usaha RI Tumbuh Positif, Akomodasi Paling Tinggi

KAMIS, 05 NOVEMBER 2026 | 20:59 WIB | LAPORAN: ALIFIA DWI RAMANDHITA

Seluruh lapangan usaha tercatat tumbuh positif pada kuartal III 2026. Deputi Bidang Neraca dan Analisis Statistik Badan Pusat Statistik (BPS), Edy Mahmud, mengatakan kinerja seluruh lapangan usaha tersebut turut menopang pertumbuhan ekonomi Indonesia sebesar 5,47 persen pada kuartal III 2026.

Edy menjelaskan, lima lapangan usaha dengan kontribusi terbesar terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) nasional adalah industri pengolahan, pertanian, perdagangan, konstruksi, dan pertambangan.

"Secara keseluruhan, kelima sektor tersebut memiliki pangsa sebesar 65,31 persen terhadap PDB nasional," ungkap Edy dalam konferensi pers BPS di Jakarta, Kamis 5 November 2026.


Secara terperinci, industri pengolahan tumbuh 5,87 persen dengan kontribusi 19,22 persen terhadap PDB. Kemudian, pertanian tumbuh 0,46 persen dengan kontribusi 13,46 persen.

Sektor perdagangan mencatatkan pertumbuhan 7,14 persen dengan kontribusi 13,24 persen, konstruksi tumbuh 6,42 persen dengan kontribusi 10,20 persen. Serta pertambangan memiliki kontribusi sebesar 9,19 persen terhadap PDB nasional.

Di luar lima sektor utama tersebut, sejumlah lapangan usaha juga mencatatkan pertumbuhan cukup tinggi. Penyediaan akomodasi dan makan minum tumbuh paling tinggi sebesar 11,22 persen dengan kontribusi 2,75 persen terhadap PDB. Kinerja ini didukung peningkatan tingkat penghunian kamar hotel serta konsumsi masyarakat di rumah makan dan restoran.

Selanjutnya, sektor infokom juga tercatat mampu tumbuh kuat di atas laju pertumbuhan ekonomi nasional, yaitu mencapai 7,13 persen dengan kontribusi 4,28 persen. 

Sementara itu jasa keuangan tumbuh 8,47 persen, meningkat dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya sebesar 8,32 persen. 

Jasa lainnya juga mencatatkan pertumbuhan 8,32 persen. Sementara itu, jasa kesehatan tumbuh 6,97 persen dengan kontribusi 1,23 persen, sedangkan jasa perusahaan tumbuh 6,77 persen dengan kontribusi 1,95 persen.

Pengadaan listrik dan gas mencatatkan pertumbuhan 8 persen dengan kontribusi 1 persen. Adapun jasa pendidikan tumbuh 4,63 persen dengan kontribusi 2,48 persen dan real estat tumbuh 4,10 persen dengan kontribusi 2,15 persen.

Di sisi lain, pengadaan air menjadi lapangan usaha dengan pertumbuhan paling rendah, yakni 0,28 persen, dengan kontribusi sebesar 0,06 persen terhadap PDB nasional.


Populer

PKS Anggap Permintaan Maaf Raffi Ahmad Belum Cukup

Minggu, 01 November 2026 | 22:28

Syarat Penerima BSU 2026 Resmi dari Kemnaker, Cek Kriterianya

Jumat, 30 Oktober 2026 | 16:29

Jokowi Jangan Mimpi PSI Jadi Partai Besar

Selasa, 03 November 2026 | 02:41

Boikot Raffi Ahmad-Willie Salim Cederai Nilai Demokrasi

Senin, 02 November 2026 | 20:11

Peringatan Yusril soal Pencalonan Gibran Problematik Kini Terbukti

Minggu, 01 November 2026 | 12:02

KPK Bongkar Dugaan Akal-akalan Cukai Rokok PT Djarum Sejak 2010

Senin, 02 November 2026 | 15:43

Bonatua akan Diperiksa Bareskrim terkait Dugaan Pemalsuan Dokumen Suket Gibran

Rabu, 04 November 2026 | 23:19

UPDATE

Demi Keamanan, Kapolri Patut Didukung Usut Dugaan Penyadapan Terhadap Presiden

Kamis, 05 November 2026 | 16:34

Potensi Wisata Besar Belum Dongkrak Ekonomi Sabang

Kamis, 05 November 2026 | 16:27

Pertamina Drilling Gandeng Halliburton Perkuat Operasional Migas di Timteng

Kamis, 05 November 2026 | 16:12

DPR Taruh Harapan di Pundak Suyudi dan Jajaran Usut Tuntas Kasus Listyo Sigit Dkk

Kamis, 05 November 2026 | 16:00

Bobolnya Lapis Pengaman Presiden

Kamis, 05 November 2026 | 15:48

Ekonomi Aceh Tetap Tumbuh Positif Meski Dihantam Bencana

Kamis, 05 November 2026 | 15:46

BPS: Pengangguran RI Berkurang 77 Ribu Orang per Agustus 2026

Kamis, 05 November 2026 | 15:38

Pertamina Hulu Energi Catat Torehan Manis Jelang Akhir Tahun

Kamis, 05 November 2026 | 15:33

ABP: Rakyat Tetap Berdiri Bersama Presiden Prabowo

Kamis, 05 November 2026 | 15:28

Jokowi Keberatan Roy Suryo Minta Ijazah Diperiksa Lagi

Kamis, 05 November 2026 | 15:22

Selengkapnya