Berita

Ilustrasi. (Foto: RMOL/Alifia)

Makro

Konsumsi Rumah Tangga Masih Topang Pertumbuhan Ekonomi RI

KAMIS, 05 NOVEMBER 2026 | 20:32 WIB | LAPORAN: ALIFIA DWI RAMANDHITA

Konsumsi rumah tangga masih menjadi penopang utama perekonomian Indonesia yang tumbuh sebesar 5,47 persen secara tahunan (yoy) pada kuartal III 2026.

Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat konsumsi rumah tangga memberikan kontribusi sebesar 51,97 persen terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) nasional, dengan pertumbuhan sebesar 5,04 persen yoy. Angka itu sedikit melambat dibandingkan kuartal II-2026 yang mencapai 5,06 persen.

Deputi Bidang Neraca dan Analisis Statistik BPS, Edy Mahmud mengatakan besarnya kontribusi tersebut menunjukkan konsumsi masyarakat masih terjaga.


"(Besarnya kontribusi rumah tangga) menunjukkan bahwa masih terjaganya tingkat konsumsi masyarakat," kata Edy dalam konferensi pers BPS, Kamis 5 November 2025.

Edhy menjelaskan pertumbuhan konsumsi ini terutama ditopang oleh subsektor restoran dan hotel yang melonjak 6,59 persen seiring tingginya pengeluaran masyarakat untuk makanan jadi.

Serta maraknya berbagai event pertunjukan dan olahraga yang turut mengerek pertumbuhan subsektor transportasi dan komunikasi sebesar 5,83 persen.

Selain konsumsi rumah tangga, pembentukan modal tetap bruto (PMTB) atau investasi juga memberikan kontribusi besar terhadap PDB, yakni 30,81 persen.

Dengan demikian, konsumsi rumah tangga dan investasi secara gabungan menyumbang 82,78 persen terhadap PDB nasional pada kuartal III 2026.

Sementara itu, ekspor memberikan kontribusi sebesar 25,05 persen terhadap PDB dengan pertumbuhan mencapai 4,59 persen secara tahunan.

Adapun konsumsi pemerintah mencatatkan pertumbuhan tertinggi di antara komponen pengeluaran, yakni 8,95 persen secara tahunan. Namun, kontribusinya terhadap PDB relatif kecil sebesar 7,28 persen.

Edy menyebut perkembangan itu sejalan dengan meningkatnya realisasi belanja pegawai terutama pada gaji dan tunjangan aparatur sipil negara (ASN), serta meningkatnya realisasi belanja barang dan jasa utamanya pada belanja-barang yang diserahkan kepada masyarakat berupa program Makan Bergizi Gratis (MBG).

"Pertumbuhan tersebut terutama didorong oleh peningkatan realisasi belanja pegawai serta belanja barang dan jasa,"pungkasnya.


Populer

PKS Anggap Permintaan Maaf Raffi Ahmad Belum Cukup

Minggu, 01 November 2026 | 22:28

Syarat Penerima BSU 2026 Resmi dari Kemnaker, Cek Kriterianya

Jumat, 30 Oktober 2026 | 16:29

Jokowi Jangan Mimpi PSI Jadi Partai Besar

Selasa, 03 November 2026 | 02:41

Boikot Raffi Ahmad-Willie Salim Cederai Nilai Demokrasi

Senin, 02 November 2026 | 20:11

Peringatan Yusril soal Pencalonan Gibran Problematik Kini Terbukti

Minggu, 01 November 2026 | 12:02

KPK Bongkar Dugaan Akal-akalan Cukai Rokok PT Djarum Sejak 2010

Senin, 02 November 2026 | 15:43

Bonatua akan Diperiksa Bareskrim terkait Dugaan Pemalsuan Dokumen Suket Gibran

Rabu, 04 November 2026 | 23:19

UPDATE

Demi Keamanan, Kapolri Patut Didukung Usut Dugaan Penyadapan Terhadap Presiden

Kamis, 05 November 2026 | 16:34

Potensi Wisata Besar Belum Dongkrak Ekonomi Sabang

Kamis, 05 November 2026 | 16:27

Pertamina Drilling Gandeng Halliburton Perkuat Operasional Migas di Timteng

Kamis, 05 November 2026 | 16:12

DPR Taruh Harapan di Pundak Suyudi dan Jajaran Usut Tuntas Kasus Listyo Sigit Dkk

Kamis, 05 November 2026 | 16:00

Bobolnya Lapis Pengaman Presiden

Kamis, 05 November 2026 | 15:48

Ekonomi Aceh Tetap Tumbuh Positif Meski Dihantam Bencana

Kamis, 05 November 2026 | 15:46

BPS: Pengangguran RI Berkurang 77 Ribu Orang per Agustus 2026

Kamis, 05 November 2026 | 15:38

Pertamina Hulu Energi Catat Torehan Manis Jelang Akhir Tahun

Kamis, 05 November 2026 | 15:33

ABP: Rakyat Tetap Berdiri Bersama Presiden Prabowo

Kamis, 05 November 2026 | 15:28

Jokowi Keberatan Roy Suryo Minta Ijazah Diperiksa Lagi

Kamis, 05 November 2026 | 15:22

Selengkapnya