Berita

Direktur Tindak Pidana Siber Bareskrim Polri, Brigjen Suhermanto (kanan) dan Karopenmas Divhumas Mabes Polri Brigjen Trunoyudo Wisnu Andiko saat konferensi pers di Mabes Polri, Jakarta, Kamis, 5 November 2026. (Foto: RMOL/Bonfilio)

Keamanan

Irjen Slamet Uliandi Tersangka Baru Kasus Penyadapan Prabowo, Ini Perannya

KAMIS, 05 NOVEMBER 2026 | 20:18 WIB | LAPORAN: BONFILIO MAHENDRA

Bareskrim Polri menetapkan mantan Kadiv TIK Polri Irjen Slamet Uliandi (SU) sebagai tersangka baru dalam kasus dugaan ilegal akses dan penyadapan terhadap Presiden Prabowo Subianto.

Direktur Tindak Pidana Siber Bareskrim Polri, Brigjen Suhermanto mengatakan, Slamet diduga berperan sebagai dewan pembina MC Bareskrim Polri. Organisasi tersebut diduga aktif melakukan tindakan penyadapan saat Slamet menjabat Kabag Monitoring Bareskrim pada 2010-2019.

"Peran tersangka SU adalah dewan pembina dari MC Bareskrim Polri. Di mana yang bersangkutan pernah menjabat sebagai Kabag Mor ataupun Kabag Monitoring Bareskrim dari tahun 2010 sampai 2019," kata Brigjen Suhermanto di Gedung Divhumas Mabes Polri, Jakarta Selatan, Kamis malam, 5 November 2026.


Meski telah berstatus tersangka, Slamet belum ditahan penyidik. Keputusan tersebut diambil karena kondisi kesehatan Slamet yang masih dalam pemulihan setelah menjalani pengobatan stroke.

"Tersangka SU saat ini belum bisa kita lakukan penahanan karena dalam kondisi sakit pascastroke," ujarnya.

Dengan penetapan Slamet, jumlah tersangka dalam perkara dugaan penyadapan tersebut kini menjadi empat orang. Sebelumnya, penyidik telah menetapkan tiga tersangka lain, yakni LSP, Irjen Eko Hadi Santoso (EH), dan Kepala Divisi Hukum Polri Irjen Ahrie Sonta Nasution (ASN).

Ketiganya kini menjalani penahanan di Mako Brimob, Kelapa Dua, Depok.

"Sampai saat ini jumlah tersangka dalam perkara ini sebanyak empat orang. Tiga (LSP, EH, dan ASN) dilakukan penahanan di Mako Brimob," tandas Suhermanto.

Populer

PKS Anggap Permintaan Maaf Raffi Ahmad Belum Cukup

Minggu, 01 November 2026 | 22:28

Syarat Penerima BSU 2026 Resmi dari Kemnaker, Cek Kriterianya

Jumat, 30 Oktober 2026 | 16:29

Jokowi Jangan Mimpi PSI Jadi Partai Besar

Selasa, 03 November 2026 | 02:41

Boikot Raffi Ahmad-Willie Salim Cederai Nilai Demokrasi

Senin, 02 November 2026 | 20:11

Peringatan Yusril soal Pencalonan Gibran Problematik Kini Terbukti

Minggu, 01 November 2026 | 12:02

KPK Bongkar Dugaan Akal-akalan Cukai Rokok PT Djarum Sejak 2010

Senin, 02 November 2026 | 15:43

Bonatua akan Diperiksa Bareskrim terkait Dugaan Pemalsuan Dokumen Suket Gibran

Rabu, 04 November 2026 | 23:19

UPDATE

Demi Keamanan, Kapolri Patut Didukung Usut Dugaan Penyadapan Terhadap Presiden

Kamis, 05 November 2026 | 16:34

Potensi Wisata Besar Belum Dongkrak Ekonomi Sabang

Kamis, 05 November 2026 | 16:27

Pertamina Drilling Gandeng Halliburton Perkuat Operasional Migas di Timteng

Kamis, 05 November 2026 | 16:12

DPR Taruh Harapan di Pundak Suyudi dan Jajaran Usut Tuntas Kasus Listyo Sigit Dkk

Kamis, 05 November 2026 | 16:00

Bobolnya Lapis Pengaman Presiden

Kamis, 05 November 2026 | 15:48

Ekonomi Aceh Tetap Tumbuh Positif Meski Dihantam Bencana

Kamis, 05 November 2026 | 15:46

BPS: Pengangguran RI Berkurang 77 Ribu Orang per Agustus 2026

Kamis, 05 November 2026 | 15:38

Pertamina Hulu Energi Catat Torehan Manis Jelang Akhir Tahun

Kamis, 05 November 2026 | 15:33

ABP: Rakyat Tetap Berdiri Bersama Presiden Prabowo

Kamis, 05 November 2026 | 15:28

Jokowi Keberatan Roy Suryo Minta Ijazah Diperiksa Lagi

Kamis, 05 November 2026 | 15:22

Selengkapnya