Berita

Presiden Prabowo Subianto. (Foto: Istimewa)

Politik

ABP: Rakyat Tetap Berdiri Bersama Presiden Prabowo

KAMIS, 05 NOVEMBER 2026 | 15:28 WIB | LAPORAN: AHMAD KIFLAN WAKIK

Gelombang dukungan terhadap Presiden Prabowo Subianto mulai kembali mengemuka di media sosial. 

Pesan-pesan seperti “Kami Setia Bersama Prabowo”, “Prabowo Tidak Sendiri”, dan “Satu Barisan Bersama Prabowo” menjadi narasi yang disuarakan oleh berbagai elemen masyarakat. 

Fenomena ini dinilai sebagai sinyal bahwa kelompok masyarakat yang selama ini lebih banyak diam atau tidak terlalu aktif menyampaikan pandangan politiknya di ruang publik, atau yang kerap disebut silent majority, mulai menunjukkan sikap dan menyatakan dukungan secara terbuka kepada Presiden Prabowo.


"Ada kelompok masyarakat yang selama ini diam, mengamati, dan mengikuti perkembangan. Sekarang mereka mulai menunjukkan sikap dan pesannya jelas," kata Ketua Umum Arus Bawah Prabowo (ABP), Michael F. Umbas kepada wartawan, Kamis 5 November 2026.

Menurutnya, munculnya berbagai materi visual dan pesan dukungan di media sosial memperlihatkan bahwa semangat kebersamaan dengan Prabowo masih terpelihara.

Umbas menilai, istilah silent majority tidak boleh selalu diartikan sebagai kelompok masyarakat yang pasif atau tanpa sikap politik. Mereka justru bisa menjadi kekuatan sosial yang menentukan, meskipun tidak selalu tampil dalam hiruk-pikuk perdebatan politik.

Umbas mengatakan, pesan “Prabowo Tidak Sendiri” memiliki makna lebih dari sekadar slogan politik. Pesan tersebut merupakan ekspresi solidaritas masyarakat kepada pemimpin yang sedang menjalankan mandat pemerintahan.

Ia juga mengajak seluruh elemen relawan dan pendukung Prabowo agar menyampaikan dukungan secara positif, dewasa, dan bertanggung jawab. 

Dukungan politik, kata dia, sebaiknya diwujudkan melalui partisipasi konstruktif, menjaga persatuan, serta ikut mengawal program-program pemerintah agar memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

Sementara itu, Wakil Ketua Umum ABP, Supriyanto menyatakan Arus Bawah Prabowo tidak ingin dukungan kepada Presiden hanya berhenti pada slogan, poster, atau kampanye di media sosial. Dukungan harus diterjemahkan menjadi energi sosial yang produktif.

"Relawan dan masyarakat perlu ikut mengawal agenda pembangunan, menyampaikan aspirasi dari bawah, serta memberikan masukan apabila terdapat kebijakan yang perlu diperbaiki," pungkasnya.

Populer

PKS Anggap Permintaan Maaf Raffi Ahmad Belum Cukup

Minggu, 01 November 2026 | 22:28

Syarat Penerima BSU 2026 Resmi dari Kemnaker, Cek Kriterianya

Jumat, 30 Oktober 2026 | 16:29

Jokowi Jangan Mimpi PSI Jadi Partai Besar

Selasa, 03 November 2026 | 02:41

Boikot Raffi Ahmad-Willie Salim Cederai Nilai Demokrasi

Senin, 02 November 2026 | 20:11

Peringatan Yusril soal Pencalonan Gibran Problematik Kini Terbukti

Minggu, 01 November 2026 | 12:02

KPK Bongkar Dugaan Akal-akalan Cukai Rokok PT Djarum Sejak 2010

Senin, 02 November 2026 | 15:43

Bonatua akan Diperiksa Bareskrim terkait Dugaan Pemalsuan Dokumen Suket Gibran

Rabu, 04 November 2026 | 23:19

UPDATE

Demi Keamanan, Kapolri Patut Didukung Usut Dugaan Penyadapan Terhadap Presiden

Kamis, 05 November 2026 | 16:34

Potensi Wisata Besar Belum Dongkrak Ekonomi Sabang

Kamis, 05 November 2026 | 16:27

Pertamina Drilling Gandeng Halliburton Perkuat Operasional Migas di Timteng

Kamis, 05 November 2026 | 16:12

DPR Taruh Harapan di Pundak Suyudi dan Jajaran Usut Tuntas Kasus Listyo Sigit Dkk

Kamis, 05 November 2026 | 16:00

Bobolnya Lapis Pengaman Presiden

Kamis, 05 November 2026 | 15:48

Ekonomi Aceh Tetap Tumbuh Positif Meski Dihantam Bencana

Kamis, 05 November 2026 | 15:46

BPS: Pengangguran RI Berkurang 77 Ribu Orang per Agustus 2026

Kamis, 05 November 2026 | 15:38

Pertamina Hulu Energi Catat Torehan Manis Jelang Akhir Tahun

Kamis, 05 November 2026 | 15:33

ABP: Rakyat Tetap Berdiri Bersama Presiden Prabowo

Kamis, 05 November 2026 | 15:28

Jokowi Keberatan Roy Suryo Minta Ijazah Diperiksa Lagi

Kamis, 05 November 2026 | 15:22

Selengkapnya