Berita

Raja Maroko Mohammed VI (Foto: Istimewa)

Global

Raja Maroko Pimpin Rapat Bahas Penarikan Misi PBB di Sahara

KAMIS, 05 NOVEMBER 2026 | 14:43 WIB | LAPORAN: HANI FATUNNISA

Raja Maroko Mohammed VI memimpin rapat kerja di Istana Kerajaan Rabat untuk membahas langkah lanjutan setelah berakhirnya mandat misi Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) di Sahara.

Rapat tersebut digelar menyusul keputusan Dewan Keamanan PBB pada 30 Oktober 2026 yang tidak memperpanjang mandat misi PBB di Sahara Barat atau MINURSO.

Dalam pernyataan resmi Kantor Kerajaan Maroko, Kamis, 5 November 2026, disebutkan bahwa pertemuan itu merupakan bagian dari perhatian khusus Raja Mohammed VI terhadap persoalan integritas teritorial dan kedaulatan nasional Maroko.


"Selama sesi tersebut, Yang Mulia Raja menegaskan kembali prioritas yang ditetapkan dalam pernyataan Kantor Kerajaan pada 30 Oktober, yakni penghormatan ketat terhadap integritas teritorial Kerajaan, keamanan nasional, serta ketenteraman warga negara, khususnya penduduk Provinsi Selatan," demikian pernyataan tersebut.

Pertemuan itu turut dihadiri Kepala Pemerintahan Fatima Ezzahra El Mansouri, Penasihat Raja Fouad Ali El Himma, Menteri Dalam Negeri Abdelouafi Laftit, serta Inspektur Jenderal Angkatan Bersenjata Kerajaan sekaligus Komandan Zona Selatan, Letnan Jenderal Mohammed Berrid.

Dalam kesempatan itu, Raja Mohammed VI juga mengeluarkan instruksi agar seluruh jajaran terkait menjalankan prioritas tersebut secara tegas dan waspada sesuai kewenangan masing-masing. 

Lebih lanjut, Raja Mohammed VI menegaskan bahwa berakhirnya mandat MINURSO tidak akan mengubah komitmen sukarela Maroko terhadap gencatan senjata. 

Kerajaan juga menyatakan tetap menghormati komitmen internasional dan mengedepankan penyelesaian damai dengan tetap menjaga kedaulatan nasionalnya.

Sebagai tindak lanjut, Raja Mohammed VI menginstruksikan Kantor Koordinasi MINURSO di bawah Kementerian Dalam Negeri untuk mengambil alih tugas koordinasi dan dukungan terhadap proses likuidasi serta penarikan misi PBB tersebut. 

Maroko juga kembali menegaskan dukungan terhadap otonomi sebagai satu-satunya solusi politik untuk mengakhiri konflik regional tersebut.

Pemerintah menyebut dukungan sejumlah negara sahabat dan negara bersaudara terhadap kedaulatan Maroko atas Sahara sebagai perkembangan positif dalam perjuangan diplomatiknya.

Populer

PKS Anggap Permintaan Maaf Raffi Ahmad Belum Cukup

Minggu, 01 November 2026 | 22:28

Syarat Penerima BSU 2026 Resmi dari Kemnaker, Cek Kriterianya

Jumat, 30 Oktober 2026 | 16:29

Jokowi Jangan Mimpi PSI Jadi Partai Besar

Selasa, 03 November 2026 | 02:41

Boikot Raffi Ahmad-Willie Salim Cederai Nilai Demokrasi

Senin, 02 November 2026 | 20:11

Peringatan Yusril soal Pencalonan Gibran Problematik Kini Terbukti

Minggu, 01 November 2026 | 12:02

KPK Bongkar Dugaan Akal-akalan Cukai Rokok PT Djarum Sejak 2010

Senin, 02 November 2026 | 15:43

Bonatua akan Diperiksa Bareskrim terkait Dugaan Pemalsuan Dokumen Suket Gibran

Rabu, 04 November 2026 | 23:19

UPDATE

Demi Keamanan, Kapolri Patut Didukung Usut Dugaan Penyadapan Terhadap Presiden

Kamis, 05 November 2026 | 16:34

Potensi Wisata Besar Belum Dongkrak Ekonomi Sabang

Kamis, 05 November 2026 | 16:27

Pertamina Drilling Gandeng Halliburton Perkuat Operasional Migas di Timteng

Kamis, 05 November 2026 | 16:12

DPR Taruh Harapan di Pundak Suyudi dan Jajaran Usut Tuntas Kasus Listyo Sigit Dkk

Kamis, 05 November 2026 | 16:00

Bobolnya Lapis Pengaman Presiden

Kamis, 05 November 2026 | 15:48

Ekonomi Aceh Tetap Tumbuh Positif Meski Dihantam Bencana

Kamis, 05 November 2026 | 15:46

BPS: Pengangguran RI Berkurang 77 Ribu Orang per Agustus 2026

Kamis, 05 November 2026 | 15:38

Pertamina Hulu Energi Catat Torehan Manis Jelang Akhir Tahun

Kamis, 05 November 2026 | 15:33

ABP: Rakyat Tetap Berdiri Bersama Presiden Prabowo

Kamis, 05 November 2026 | 15:28

Jokowi Keberatan Roy Suryo Minta Ijazah Diperiksa Lagi

Kamis, 05 November 2026 | 15:22

Selengkapnya