Berita

Wakil Presiden RI, Gibran Rakabuming Raka. (Foto: Setwapres)

Politik

Golkar Belum Tentukan Sikap soal Suket Gibran, Tunggu Pembahasan di DPR

KAMIS, 05 NOVEMBER 2026 | 12:20 WIB | LAPORAN: SARAH ALIFIA SURYADI

Partai Golkar belum menentukan sikap terkait tindak lanjut putusan Mahkamah Agung (MA) mengenai surat keterangan (suket) penyetaraan pendidikan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka yang dinyatakan tidak sah. 

Golkar memilih menunggu proses politik di DPR, termasuk kemungkinan penggunaan hak angket atau hak menyatakan pendapat.

Sekretaris Jenderal Partai Golkar, Muhammad Sarmuji, mengatakan pembahasan persoalan tersebut di DPR masih menunggu masa sidang setelah reses. 


"Ya prosesnya kita tunggu aja ya, kita tunggu prosesnya nanti seperti apa. Tentu itu butuh komunikasi politik," kata Sarmuji saat ditemui di Jakarta, Kamis, 5 November 2026. 

Terkait opsi hak angket atau hak menyatakan pendapat, Sarmuji menegaskan keputusan tersebut bergantung pada kebutuhan dan pembahasan politik di DPR.

"Tergantung kebutuhannya. Kalau itu. Ya saya nggak bisa berandai-andai ya. Nanti ajalah itu, nanti harus dibahas di dalam proses politik. Nanti seperti apa nanti kita lihat," ujarnya.

Sebelumnya, MA mengabulkan permohonan kasasi dalam perkara Nomor 742 K/TUN/2026 yang diajukan advokat Subhan pada Jumat, 30 Oktober 2026. Putusan tersebut menyatakan suket penyetaraan pendidikan tingkat SMA milik Gibran tidak sah dan batal demi hukum, serta memerintahkan agar dokumen tersebut ditarik dan dimusnahkan.


Populer

PKS Anggap Permintaan Maaf Raffi Ahmad Belum Cukup

Minggu, 01 November 2026 | 22:28

Cara Cek BLT Kesra Oktober 2026 Rp900.000, Lewat Cek Bansos Kemensos

Minggu, 25 Oktober 2026 | 17:52

Syarat Penerima BSU 2026 Resmi dari Kemnaker, Cek Kriterianya

Jumat, 30 Oktober 2026 | 16:29

Jokowi Jangan Mimpi PSI Jadi Partai Besar

Selasa, 03 November 2026 | 02:41

Boikot Raffi Ahmad-Willie Salim Cederai Nilai Demokrasi

Senin, 02 November 2026 | 20:11

Peringatan Yusril soal Pencalonan Gibran Problematik Kini Terbukti

Minggu, 01 November 2026 | 12:02

KPK Bongkar Dugaan Akal-akalan Cukai Rokok PT Djarum Sejak 2010

Senin, 02 November 2026 | 15:43

UPDATE

Siapa di Balik Penyadapan Presiden Prabowo?

Kamis, 05 November 2026 | 06:29

Mengendus Pasal Makar

Kamis, 05 November 2026 | 06:14

DPRD Dukung Roadshow Pramono Anung ke 44 Kecamatan

Kamis, 05 November 2026 | 06:04

Mengenal Listyo Sigit, Eks Kapolri yang Jadi Raja Oknum

Kamis, 05 November 2026 | 05:57

Penyadapan Presiden Prabowo Bukan Kasus Biasa

Kamis, 05 November 2026 | 05:43

BPOM Buka Suara soal Vape Mengandung Obat Bius Etomidat dan Ketamin

Kamis, 05 November 2026 | 05:10

Intelektualisme Pemuda Kunci Memperkuat Persatuan Bangsa

Kamis, 05 November 2026 | 04:44

Kasus Listyo Sigit Imbas Sistem UUD 2002 yang Memproduksi Kegaduhan

Kamis, 05 November 2026 | 04:26

PAM Jaya Raih Penghargaan Pembayar Pajak Terbesar di Jakpus

Kamis, 05 November 2026 | 04:22

MUI: Penyadapan Presiden Kategori Tajassus dan Berdosa

Kamis, 05 November 2026 | 04:08

Selengkapnya