Berita

Sekretaris Jenderal Partai Golkar, Muhammad Sarmuji. (RMOL/Sarah Alifia Suryadi)

Politik

Presiden dan Ketum Parpol Diisukan Disadap, Ini Respons Golkar

KAMIS, 05 NOVEMBER 2026 | 11:24 WIB | LAPORAN: SARAH ALIFIA SURYADI

Partai Golkar mendukung pengusutan tuntas dugaan penyadapan ilegal terhadap Presiden Prabowo Subianto. Penyadapan terhadap kepala negara dinilai sebagai pelanggaran berat yang tidak boleh ditoleransi, apa pun alasannya.

Sekretaris Jenderal Partai Golkar Muhammad Sarmuji meminta kepolisian mengungkap kasus tersebut secara terang-benderang karena menjadi perhatian luas publik.

"Golkar mendukung polisi mengusut tuntas. Mengungkapkan kasus penyadapan ini secara terang benderang," kata Sarmuji saat ditemui di Kementerian Perindustrian, Kamis, 5 November 2026. 


Menurutnya, penyadapan ilegal terhadap Presiden juga menjadi pertanda buruk bagi negara demokrasi, terlebih ketika hak asasi manusia harus dilindungi.

"Tapi khusus untuk Presiden, apa pun alasannya tidak boleh ditoleransi menyadap seorang Kepala Negara," tegasnya.

Sebelumnya, Ketua Umum Golkar Bahlil Lahadalia juga diisukan menjadi salah satu korban penyadapan dalam kasus tersebut. 

"Ya, katanya begitu. Katanya paling nggak ada enam atau tujuh Ketum parpol yang disadap. Tentu ini juga secara politik, artinya tanda yang tidak baik untuk sebuah negara demokrasi," ujarnya. 

Sarmuji menekankan, pengusutan kasus ini harus menjadi pelajaran agar kejadian serupa tidak terulang. Ia meminta semua pihak memastikan tidak ada lagi penyadapan terhadap kepala negara pada masa mendatang.

"Kita harus pastikan itu tidak akan pernah terjadi lagi," ujarnya.

Terkait proses hukum selanjutnya, Sarmuji mengatakan Golkar menunggu perkembangan penanganan kasus oleh kepolisian.

Populer

PKS Anggap Permintaan Maaf Raffi Ahmad Belum Cukup

Minggu, 01 November 2026 | 22:28

Cara Cek BLT Kesra Oktober 2026 Rp900.000, Lewat Cek Bansos Kemensos

Minggu, 25 Oktober 2026 | 17:52

Syarat Penerima BSU 2026 Resmi dari Kemnaker, Cek Kriterianya

Jumat, 30 Oktober 2026 | 16:29

Jokowi Jangan Mimpi PSI Jadi Partai Besar

Selasa, 03 November 2026 | 02:41

Boikot Raffi Ahmad-Willie Salim Cederai Nilai Demokrasi

Senin, 02 November 2026 | 20:11

Peringatan Yusril soal Pencalonan Gibran Problematik Kini Terbukti

Minggu, 01 November 2026 | 12:02

KPK Bongkar Dugaan Akal-akalan Cukai Rokok PT Djarum Sejak 2010

Senin, 02 November 2026 | 15:43

UPDATE

Siapa di Balik Penyadapan Presiden Prabowo?

Kamis, 05 November 2026 | 06:29

Mengendus Pasal Makar

Kamis, 05 November 2026 | 06:14

DPRD Dukung Roadshow Pramono Anung ke 44 Kecamatan

Kamis, 05 November 2026 | 06:04

Mengenal Listyo Sigit, Eks Kapolri yang Jadi Raja Oknum

Kamis, 05 November 2026 | 05:57

Penyadapan Presiden Prabowo Bukan Kasus Biasa

Kamis, 05 November 2026 | 05:43

BPOM Buka Suara soal Vape Mengandung Obat Bius Etomidat dan Ketamin

Kamis, 05 November 2026 | 05:10

Intelektualisme Pemuda Kunci Memperkuat Persatuan Bangsa

Kamis, 05 November 2026 | 04:44

Kasus Listyo Sigit Imbas Sistem UUD 2002 yang Memproduksi Kegaduhan

Kamis, 05 November 2026 | 04:26

PAM Jaya Raih Penghargaan Pembayar Pajak Terbesar di Jakpus

Kamis, 05 November 2026 | 04:22

MUI: Penyadapan Presiden Kategori Tajassus dan Berdosa

Kamis, 05 November 2026 | 04:08

Selengkapnya