Berita

Ilustrasi

Global

Midterm Election AS Buktikan Rakyat Bisa Melawan Kekuasaan Lewat Pemilu

KAMIS, 05 NOVEMBER 2026 | 10:03 WIB | LAPORAN: AHMAD ALFIAN

Kemenangan Partai Demokrat dalam pemilu sela atau midterm election Amerika Serikat menjadi bukti bahwa sistem demokrasi dapat menyediakan ruang bagi rakyat untuk mengoreksi dan melawan kekuasaan melalui jalur elektoral.

Pakar hukum tata negara Bivitri Susanti menilai, sistem pemilu sela di Amerika Serikat memungkinkan masyarakat memberikan perlawanan politik di tengah masa pemerintahan presiden.

Menurutnya, mekanisme tersebut juga membuka ruang untuk membangun sistem pengawasan dan keseimbangan kekuasaan atau checks and balances.


"Perkembangan di AS menarik. Sistemnya (midterm election) bikin rakyat bisa melawan secara elektoral dan checks and balances bisa dibangun. Belum tahu nanti impactful atau tidak, tetapi bisa buat melawan," kata Bivitri, Kamis, 5 November 2026.

Bivitri kemudian membandingkan kondisi tersebut dengan sistem politik di Indonesia. Ia menilai, sejak reformasi 1998, perubahan kelembagaan atau institutional reform di Indonesia justru membuat sistem pemilu dan kepartaian lebih menguntungkan elite yang mampu mempertahankan kekuasaannya.

"Kalo di kita? Dari awal sejak 1998 institutional reform, sistemnya disandera agar pemilu dan sistem kepartaian hanya menguntungkan elite yang bertahan sejak 1998 itu," ujarnya.

Karena itu, Bivitri menegaskan, perjuangan demokrasi di Indonesia tidak cukup hanya mengandalkan mekanisme elektoral. Gerakan masyarakat melalui jalur non-elektoral, termasuk aksi di jalanan, juga perlu diperkuat.

Ia mengingatkan bahwa perjuangan demokrasi di Amerika Serikat pun tidak berlangsung secara instan. Sebelum perkembangan politik saat ini, terdapat banyak gerakan masyarakat yang memperjuangkan perubahan melalui aksi jalanan.

"Makanya perjuangannya harus dikuatkan juga di jalanan/non-elektoral. Jangan lupa, di US juga perjuangan jalanannya banyak sebelum ini," jelasnya.

Populer

PKS Anggap Permintaan Maaf Raffi Ahmad Belum Cukup

Minggu, 01 November 2026 | 22:28

Cara Cek BLT Kesra Oktober 2026 Rp900.000, Lewat Cek Bansos Kemensos

Minggu, 25 Oktober 2026 | 17:52

Syarat Penerima BSU 2026 Resmi dari Kemnaker, Cek Kriterianya

Jumat, 30 Oktober 2026 | 16:29

Jokowi Jangan Mimpi PSI Jadi Partai Besar

Selasa, 03 November 2026 | 02:41

Boikot Raffi Ahmad-Willie Salim Cederai Nilai Demokrasi

Senin, 02 November 2026 | 20:11

Peringatan Yusril soal Pencalonan Gibran Problematik Kini Terbukti

Minggu, 01 November 2026 | 12:02

KPK Bongkar Dugaan Akal-akalan Cukai Rokok PT Djarum Sejak 2010

Senin, 02 November 2026 | 15:43

UPDATE

Siapa di Balik Penyadapan Presiden Prabowo?

Kamis, 05 November 2026 | 06:29

Mengendus Pasal Makar

Kamis, 05 November 2026 | 06:14

DPRD Dukung Roadshow Pramono Anung ke 44 Kecamatan

Kamis, 05 November 2026 | 06:04

Mengenal Listyo Sigit, Eks Kapolri yang Jadi Raja Oknum

Kamis, 05 November 2026 | 05:57

Penyadapan Presiden Prabowo Bukan Kasus Biasa

Kamis, 05 November 2026 | 05:43

BPOM Buka Suara soal Vape Mengandung Obat Bius Etomidat dan Ketamin

Kamis, 05 November 2026 | 05:10

Intelektualisme Pemuda Kunci Memperkuat Persatuan Bangsa

Kamis, 05 November 2026 | 04:44

Kasus Listyo Sigit Imbas Sistem UUD 2002 yang Memproduksi Kegaduhan

Kamis, 05 November 2026 | 04:26

PAM Jaya Raih Penghargaan Pembayar Pajak Terbesar di Jakpus

Kamis, 05 November 2026 | 04:22

MUI: Penyadapan Presiden Kategori Tajassus dan Berdosa

Kamis, 05 November 2026 | 04:08

Selengkapnya