Berita

Wakil Menteri P2MI, Dzulfikar Ahmad Tawalla dan Stafsus Menteri Sosial Fuji Abdul Rohman. (Foto: Istimewa)

Nusantara

Intelektualisme Pemuda Kunci Memperkuat Persatuan Bangsa

KAMIS, 05 NOVEMBER 2026 | 04:44 WIB | LAPORAN: YUDHISTIRA WICAKSONO

Penguatan persatuan bangsa membutuhkan peran generasi muda yang memiliki kapasitas intelektual, kepedulian sosial, dan komitmen terhadap kepentingan nasional.

Hal tersebut mengemuka dalam diskusi kebangsaan di Jakarta yang dihadiri Wakil Menteri Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (P2MI), Dzulfikar Ahmad Tawalla, bersama Staf Khusus Menteri Sosial, Fuji Abdul Rohman.

Dzulfikar, yang juga menjabat sebagai Ketua Umum Pimpinan Pusat Pemuda Muhammadiyah, menekankan pentingnya intelektualisme dalam gerakan kepemudaan. Menurutnya, pemikiran yang kuat diperlukan agar gerakan memiliki arah, misi, dan tujuan yang jelas.


Senada dengan itu, Fuji mengatakan bahwa nilai kebangsaan yang tumbuh dalam Persyarikatan Muhammadiyah harus diwujudkan melalui kontribusi nyata bagi masyarakat dan negara.

“Nilai-nilai kebangsaan yang diajarkan dalam Persyarikatan Muhammadiyah menuntun kita untuk mendahulukan kepentingan bangsa dan negara, menjaga Indonesia, serta memperkokoh Persatuan Indonesia,” kata Fuji dalam keterangan tertulisnya, Rabu, 4 November 2026.

Bendahara PP Pemuda Muhammadiyah periode 2014-2018 ini juga menyoroti pentingnya kemampuan berpikir kritis bagi generasi muda dalam menghadapi berbagai persoalan masyarakat.

"Pemuda tidak hanya dituntut memiliki semangat gerakan, tetapi juga harus mampu berpikir kritis, memahami persoalan yang dihadapi masyarakat, dan menghadirkan gagasan yang solutif," kata Anggota Lembaga Kajian dan Kemitraan Strategis PP Muhammadiyah tersebut.

Selain intelektualisme, Wakil Ketua Umum Pengurus Nasional Karang Taruna itu juga menilai kolaborasi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan berbagai elemen masyarakat menjadi faktor penting dalam menjawab tantangan pembangunan.

"Kolaborasi lintas sektor diperlukan agar gagasan dan kebijakan tidak berhenti pada wacana, tetapi benar-benar menjawab kebutuhan masyarakat," lanjutnya.

Wakil Ketua Dewan Pembina GEKRAFS itu juga mengingatkan bahwa pengabdian pemuda tidak semestinya hanya berorientasi pada kepentingan kelompok atau organisasi.

"Pengabdian pemuda harus melampaui kepentingan organisasi. Orientasinya harus lebih luas, yakni memberikan manfaat bagi masyarakat, bangsa, dan negara," kata Fuji.

"Menjaga persatuan Indonesia membutuhkan komitmen bersama, keterbukaan dalam berdialog, dan kerja kolaboratif dari seluruh elemen bangsa," sambungnya.

Populer

PKS Anggap Permintaan Maaf Raffi Ahmad Belum Cukup

Minggu, 01 November 2026 | 22:28

Cara Cek BLT Kesra Oktober 2026 Rp900.000, Lewat Cek Bansos Kemensos

Minggu, 25 Oktober 2026 | 17:52

Syarat Penerima BSU 2026 Resmi dari Kemnaker, Cek Kriterianya

Jumat, 30 Oktober 2026 | 16:29

Jokowi Jangan Mimpi PSI Jadi Partai Besar

Selasa, 03 November 2026 | 02:41

Boikot Raffi Ahmad-Willie Salim Cederai Nilai Demokrasi

Senin, 02 November 2026 | 20:11

Peringatan Yusril soal Pencalonan Gibran Problematik Kini Terbukti

Minggu, 01 November 2026 | 12:02

KPK Bongkar Dugaan Akal-akalan Cukai Rokok PT Djarum Sejak 2010

Senin, 02 November 2026 | 15:43

UPDATE

Siapa di Balik Penyadapan Presiden Prabowo?

Kamis, 05 November 2026 | 06:29

Mengendus Pasal Makar

Kamis, 05 November 2026 | 06:14

DPRD Dukung Roadshow Pramono Anung ke 44 Kecamatan

Kamis, 05 November 2026 | 06:04

Mengenal Listyo Sigit, Eks Kapolri yang Jadi Raja Oknum

Kamis, 05 November 2026 | 05:57

Penyadapan Presiden Prabowo Bukan Kasus Biasa

Kamis, 05 November 2026 | 05:43

BPOM Buka Suara soal Vape Mengandung Obat Bius Etomidat dan Ketamin

Kamis, 05 November 2026 | 05:10

Intelektualisme Pemuda Kunci Memperkuat Persatuan Bangsa

Kamis, 05 November 2026 | 04:44

Kasus Listyo Sigit Imbas Sistem UUD 2002 yang Memproduksi Kegaduhan

Kamis, 05 November 2026 | 04:26

PAM Jaya Raih Penghargaan Pembayar Pajak Terbesar di Jakpus

Kamis, 05 November 2026 | 04:22

MUI: Penyadapan Presiden Kategori Tajassus dan Berdosa

Kamis, 05 November 2026 | 04:08

Selengkapnya