Berita

Pakar ekonomi politik Ichsanuddin Noorsy. (Foto: Dokumentasi RMOL)

Politik

Ichsanuddin Noorsy:

Kasus Listyo Sigit Imbas Sistem UUD 2002 yang Memproduksi Kegaduhan

KAMIS, 05 NOVEMBER 2026 | 04:26 WIB | LAPORAN: ADITYO NUGROHO

Kasus penyadapan ilegal terhadap Presiden Prabowo Subianto yang dilakukan mantan Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo dengan beberapa Perwira Tinggi (Pati) Polri lainnya berpotensi membuka persoalan yang lebih luas.

Badan Reserse Kriminal (Bareskrim) menyebut mereka melakukan penyadapan di luar tugas institusi kurun waktu pada 2025 hingga Oktober 2026.

Menurut pakar ekonomi politik Ichsanuddin Noorsy, fenomena penyadapan terhadap presiden tersebut tidak bisa dipisahkan dari motif politik. Lebih luas, ia menyebut hal ini dampak dari kegaduhan akibat sistem UUD 1945 yang diamandemen empat kali alias UUD 2002.


“Sistem UUD 2002 memproduksi kegaduhan. Orang-orangnya ikut menunggangi dan menambah kegaduhan itu. Jadi artinya, ketika kita lihat tidak mungkin waktunya cuma 2025 (berdasar keterangan Bareskrim). Kenapa dibatasi? Pasti punya motif politik, justru karena punya motif politik itu, maka pertanyaan di balik motif politik itu sebenarnya visi-misi mereka apa? Apa yang hendak mereka tegakkan di negeri ini?” kata Noorsy kepada RMOL di Jakarta, Rabu malam, 4 November 2026.

Ia menyebut kebrutalan sistem politik UUD 2002 membuat bangsa Indonesia terbelah dengan kegaduhan demi kegaduhan yang diproduksi para elite. 

“Kita melihat apa sih yang salah? Oh yang salah ternyata sistem dan aktor. Ketika kita lihat sistem dan aktor, nanti kita dapat (melihat) sistem dan aktor itu, salah satu penyebabnya karena basisnya liberal. Maka kegaduhan yang dimunculkan oleh sistem, bukan hanya di panggung (atau) ring pemilu saja, dia melebar kemana-mana. Maka muncul apa yang Ichsanuddin Noorsy sebut sebagai negeri amburadul dan bangsa terbelah. Terbukti sudah,” tegasnya.

Dengan kondisi itu, lanjut Noorsy, akhirnya pihak asing menikmati kegaduhan di Indonesia dengan menguasai berbagai sumber daya alamnya.

“Muncullah apa yang disebut sebagai prahara bangsa, muncullah apa yang saya sebut kita belum merdeka,” ungkapnya.

Pemikir ekonomi Pancasila ini menyatakan fenomena ini sebenarnya sudah terjadi sejak 2004 hingga hari ini. 

“Sistem UUD 2002 menunjukkan bahwa pergumulan kekuasaan itu tidak sehat. Dengan modal persaingan liberal dalam politik, maka pergumulan kekuasaan makin tidak sehat. Ibaratnya, orang tidak lagi bertarung di dalam ring tinju, tapi di seantero lapangan selalu berperang,” jelasnya.

Noorsy menyebut fenomena ini seharusnya menjadi titik kesadaran bangsa untuk kembali kepada UUD 1945 asli, mengingat UUD 2002 sudah gagal total dalam mewujudkan cita-cita Proklamasi.   


         

Populer

PKS Anggap Permintaan Maaf Raffi Ahmad Belum Cukup

Minggu, 01 November 2026 | 22:28

Cara Cek BLT Kesra Oktober 2026 Rp900.000, Lewat Cek Bansos Kemensos

Minggu, 25 Oktober 2026 | 17:52

Syarat Penerima BSU 2026 Resmi dari Kemnaker, Cek Kriterianya

Jumat, 30 Oktober 2026 | 16:29

Jokowi Jangan Mimpi PSI Jadi Partai Besar

Selasa, 03 November 2026 | 02:41

Boikot Raffi Ahmad-Willie Salim Cederai Nilai Demokrasi

Senin, 02 November 2026 | 20:11

Peringatan Yusril soal Pencalonan Gibran Problematik Kini Terbukti

Minggu, 01 November 2026 | 12:02

KPK Bongkar Dugaan Akal-akalan Cukai Rokok PT Djarum Sejak 2010

Senin, 02 November 2026 | 15:43

UPDATE

Baru 10 Jam, Tulisan SBY Soal Politik Liar Tembus 9 Juta Tayangan di X

Rabu, 04 November 2026 | 20:21

Menag Dorong PTKIN Jadi Pelopor Hilirisasi dan Inovasi Teknologi

Rabu, 04 November 2026 | 20:19

Polri Harus Jaga Integritas dan Kepercayaan Publik di Kasus Listyo Sigit

Rabu, 04 November 2026 | 20:17

Aturan Penyadapan Ilegal di Indonesia, Ini Ancaman Hukuman bagi Pelaku

Rabu, 04 November 2026 | 20:11

Ketum KNPI Minta Penegak Hukum Serius Usut Dugaan Penyadapan Presiden

Rabu, 04 November 2026 | 20:07

Tanggapan Allianz Setelah Digugat Rp5,2 Miliar di PN Jaksel

Rabu, 04 November 2026 | 20:02

Jorindo Indonesia Gandeng Mubarak Dubai Jalin Kerja Sama Operasi Salvage

Rabu, 04 November 2026 | 19:57

4 Kasus Penyadapan Presiden Indonesia, dari Habibie hingga Prabowo

Rabu, 04 November 2026 | 19:52

BRI Kukuhkan 35 Penerima Beasiswa BRI Fellowship Journalism 2026

Rabu, 04 November 2026 | 19:49

Kasus Intimidasi Meningkat, Dewan Pers Tegaskan Komitmen Lindungi Wartawan

Rabu, 04 November 2026 | 19:48

Selengkapnya